Free

Kepak Emiten Unggas Berupaya Terbang Lagi

Kinerja keuangan emiten unggas secara umum belum begitu menggembirakan, tetapi harga komoditas bahan baku pakan ternak yang mulai melandai sedikit menjadi angin segar.

Emanuel Berkah Caesario

8 Nov 2022 - 17.32
A-
A+
Kepak Emiten Unggas Berupaya Terbang Lagi

Ilustrasi peternakan unggas. Sumber: Canva

Bisnis, JAKARTA — Harga komoditas bahan baku yang melandai menjadi penyelamat kinerja emiten sektor unggas di kuartal III/2022. Performa kuartalan segmen usaha di luar broiler komersial tercatat meningkat, sementara harga jual ayam yang terkoreksi justru menekan kontribusi segmen ayam pedaging.

Kondisi ini terlihat dari kinerja PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) hingga akhir September 2022. Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit, penjualan Charoen Pokphand per September 2022 mencapai Rp43,43 triliun, naik 15,54 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp37,59 triliun.

Penjualan CPIN terutama ditopang oleh penjualan ayam pedaging atau broiler yang menyumbang Rp24,18 triliun, meningkat 27,18 persen year-on-year (YoY) dibandingkan dengan Rp19,01 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara itu, segmen pakan ternak yang merupakan penyumbang terbesar kedua dengan nilai penjualan sebesar Rp10,68 triliun turun 0,19 persen YoY daripada Rp10,70 triliun di akhir kuartal III/2021.

Segmen DOC CPIN juga mengalami penurunan menjadi Rp1,18 triliun, dari Rp1,68 triliun. Sementara itu, penjualan ayam olahan naik 23,27 persen YoY menjadi Rp6,27 triliun dari sebelumnya Rp5,08 triliun.

Pabrik PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN)/Dok.Perusahaan.

Meski penjualan segmen pakan dan DOC turun sepanjang Januari—September 2022 dibandingkan dengan tahun lalu, kedua segmen ini justru menunjukkan performa solid pada kuartal III/2022.

Segmen pakan tumbuh 14,3 persen dibandingkan dengan kuartal III/2021 dan naik 25,0 persen quarter-on-quarter (QoQ). Segmen pakan membukukan margin operasional 3,6 persen selama kuartal III/2022, lebih baik daripada margin segmen ayam broiler yang turun menjadi 2,5 persen.

“Margin segmen pakan masih lebih rendah daripada kuartal II/2022 yang mencapai 8,9 persen akibat tingginya harga bungkil kedelai dan pelemahan rupiah. Namun, segmen DOC menunjukkan perbaikan pada margin operasi dibandingkan dengan kuartal II/2022,” tulis Analis Mirae Asset Sekuritas Emma A. Fauni dalam risetnya, dikutip Selasa (8/11).

Penurunan segmen broiler juga terlihat dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA). Penjualan Japfa selama sembilan bulan di 2022 mencapai Rp36,79 triliun, tumbuh 12,16 persen secara YoY dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp32,80 triliun.

Penjualan JPFA terutama ditopang oleh segmen peternakan komersial yang menyumbang Rp14,25 triliun, meningkat 11,83 persen YoY dari Rp12,74 triliun pada tahun sebelumnya.

Segmen pakan ternak menjadi penyumbang terbesar kedua dengan nilai penjualan sebesar Rp10,43 triliun, naik 7,14 persen YoY dari realisasi periode yang sama tahun lalu Rp9,73 triliun.

Penjualan segmen broiler komersial pada kuartal III/2022 tercatat turun 7,3 persen menjadi Rp4,62 triliun dibandingkan dengan kuartal II/2022 sebesar Rp4,99 triliun akibat harga ayam pedaging yang rendah dan volume penjualan yang lebih sedikit.

Sementara itu, segmen pakan ternak dan makanan olahan kompak naik secara kuartalan, masing-masing sebesar 8,6 persen dan 0,7 persen sehingga menjadi Rp3,55 triliun dan Rp1,87 triliun.

PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) melaporkan kenaikan di semua segmen usaha per September 2022. Segmen pakan yang menyumbang penjualan sebesar Rp6,43 triliun menghasilkan laba usaha sebesar Rp202,12 miliar.

Margin laba usaha segmen pakan selama Januari—September 2022 mencapai 3,14 persen, lebih baik daripada margin periode yang sama tahun lalu sebesar 2,95 persen.

Sebaliknya, segmen peternakan broiler masih membukukan rugi usaha sebesar Rp59,54 miliar, lebih rendah daripada rugi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp66,21 miliar. Rugi usaha di segmen DOC justru membengkak dari laba Rp69,14 miliar menjadi Rp108,62 miliar per September 2022.

Equity Research Analyst Aldiracita Sekuritas Indonesia, Timothy Gracianov, menyebutkan MAIN kembali membukukan laba bersih sebesar Rp16 miliar pada Juli—September 2022 setelah merugi Rp77 miliar di kuartal II/2022.

Dia menyebutkan Malindo berhasil memanfaatkan tren penurunan harga jagung dengan lebih baik dibandingkan dengan perusahaan unggas lainnya.

“Segmen pakan MAIN menunjukkan performa paling baik di kuartal III/2022 dibandingkan dengan emiten unggas lain, laba operasional mencapai Rp123,3 miliar atau naik 147 persen QoQ. Segmen pakan jadi satu-satunya yang menunjukkan kinerja positif secara kuartalan,” kata Timothy.

 

TEKANAN BERLANJUT

Timothy memperkirakan tekanan pada segmen broiler berlanjut pada emiten unggas, meski dengan laju yang lebih lemah. Dia mencatat margin segmen broiler MAIN di kuartal III/2022 yang berada di posisi -8,1 persen dipicu oleh harga jual rata-rata yang lebih rendah dan turut dirasakan oleh emiten unggas lain.

“Kami memperkirakan di kuartal IV/2022 segmen ini akan mulai pulih karena penyesuaian pasokan akibat kebijakan culling pemerintah,” katanya.

Namun, dia juga menyebutkan bahwa harga jual broiler pada Oktober 2022 cenderung pulih dengan lambat. Hal ini menimbulkan pertanyaan soal efektivitas kebijakan pengurangan populasi ayam pada normalisasi harga.

Dubes Ibnu Hadi membuka pabrik keenam JAPFA Comfeed Vietnam./KBRI Hanoi

Aldiracita mengestimasi pendapatan JPFA bakal mencapai Rp48,27 triliun hingga akhir 2022 dengan asumsi pemulihan harga ayam yang konservatif. Sementara itu, pendapatan MAIN diprediksi menyentuh Rp10,07 triliun.

Rekomendasi untuk saham JPFA dan MAIN dipertahankan buy, dengan target harga masing-masing di Rp1.945 dan Rp670. Turunnya harga jagung akan memicu biaya produksi yang lebih rendah untuk segmen pakan keduanya dan menghasilkan margin keuntungan yang lebih baik pada masa mendatang.

Senada, Emma A. Fauni dari Mirae Asset Sekuritas mengemukakan bahwa normalisasi harga bungkil kedelai di pasar global akan memperbaiki margin segmen pakan CPIN, meski harga jagung domestik tetap tinggi.

Harga ayam broiler di kuartal IV/2022 juga diramal membaik akibat kebijakan pengurangan populasi. Dia menaikkan rekomendasi untuk CPIN menjadi trading buy dengan target harga yang dikerek ke Rp6.900, dari sebelumnya Rp6.100 per saham.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Farras Farhan, mencatat margin laba kotor (gross profit margin/GPM) JPFA di kuartal III/2022 mencapai 14 persen, naik 7 basis poin secara tahunan. Kemudian GPM CPIN di 13,7 persen atau naik 8 basis poin secara tahunan dan margin MAIN di level 14 persen atau naik 8 basis poin secara tahunan.

“Menurut kami, kinerja positif yang dibukukan oleh ketiga emiten tersebut, terutama dalam hal margin, mengindikasikan efisiensi yang lebih baik,” katanya.

Samuel Sekuritas menyematkan rekomendasi buy untuk saham JPFA dengan target harga Rp1.800. Sementara itu, CPIN dan MAIN mendapat rekomendasi hold dengan target harga masing-masing Rp6.000 dan Rp600.

“Kami masih menyukai emiten dengan margin yang stabil dan valuasi yang menarik. Mengingat keberhasilannya mempertahankan margin yang sehat dan mencatatkan pertumbuhan positif, kami memilih JPFA sebagai yang paling unggul dari semua emiten unggas dalam coverage kami di kuartal III/2022),” kata Farras.

(Reporter: Iim Fathimah Timorria)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.