Free

Kepastian KEK Mandalika saat InJourney Utang Rp4,6 Triliun

Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) berkomitmen untuk terus mengembangkan KEK Pariwisata Mandalika kendati InJourney memiliki utang Rp4,6 triliun.

Jaffry Prabu Prakoso

19 Jun 2023 - 17.29
A-
A+
Kepastian KEK Mandalika saat InJourney Utang Rp4,6 Triliun

KEK Mandalika. /Bisnis.com

Bisnis, JAKARTA – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) berkomitmen untuk terus mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebagai informasi, ITDC merupakan salah satu anggota dari holding BUMN industri aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney. 

Direktur Utama ITDC Ari Respati menuturkan, pembangunan dan pengembangan kawasan Mandalika membutuhkan biaya yang tidak kecil dan dukungan dari berbagai pihak. 

"Kolaborasi tersebut meliputi Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah, dan stakeholder terkait serta masyarakat sekitar kawasan Mandalika, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah NTB," kata Ari dalam keterangan resminya, dikutip Senin (19/6/2023).


Sirkuit Mandalika/Twitter MotoGP


Dalam pembangunan kawasan Mandalika pada 2015 dan 2020, ITDC telah memperoleh dukungan Pemerintah melalui penanaman modal negara (PMN) secara tunai dengan total Rp750 miliar. 

Selain itu, ITDC juga memperoleh dukungan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Himpunan Bank Negara (Himbara) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dengan total pinjaman yang telah dimanfaatkan adalah sebesar Rp3,4 triliun. 

Ari melanjutkan, pendanaan ITDC yang bersumber dari bank saat ini masih terjaga kelancaran pembayarannya karena sumber penghasilan usaha yang didapatkan dari kawasan The Nusa Dua dan bisnis lainnya melalui anak dan cucu usaha ITDC. 

Untuk menjaga kelangsungan usaha dan likuiditas keuangan ke depan, ITDC akan melakukan terobosan bisnis, seperti melakukan optimalisasi aset dengan mitra investasi atas sebagian lahan yang diubah statusnya menjadi hak guna bangunan (HGB) murni, khususnya di kawasan The Nusa Dua.

Baca juga: Tekstil Indonesia Masih Ada Harapan di Mata Investor Asing

Sementara itu, Direktur Keuangan ITDC Ahmad Fajar menambahkan dampak pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi sektor pariwisata. Dia mengatakan, ITDC akan melakukan reprofiling atas fasilitas perbankan yang telah didapatkan oleh perusahaan.

"Hal ini untuk meningkatkan kemampuan pemenuhan kewajiban kepada para kreditur yang dapat disesuaikan dengan pertumbuhan pendapatan kami ke depan," ujarnya.

Selain itu, Ari menambahkan pengembangan Mandalika juga telah memberikan multiplier effect bagi masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Dia mencontohkan dampak ekonomi dari ajang MotoGP 2022 mencapai Rp3,570 miliar bagi perekonomian NTB dan Rp4,500 miliar bagi perekonomian nasional.

Selain itu, penyelenggaraan MotoGP 2022 juga menghasilkan perputaran uang penonton senilai Rp697,88 miliar, promosi Rp25,86 juta, akomodasi sebesar Rp42,7 miliar, dan UMKM Rp23,08 miliar. Sementara itu, mencatat jumlah penonton tercatat mencapai 102.801 orang, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 4.600 orang.

Adapun, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika atau The Mandalika dibangun sejak 2015 di atas lahan dengan luas kurang lebih 1.174 hektare.

Baca juga: Investasi Nomplok di Wiraraja Industrial Park

Pengembangan The Mandalika sebagai kawasan pariwisata terintegrasi yang dimulai dengan pembangunan infrastruktur dasar berupa akses jalan kawasan, utility duct, water treatment plant, waste water treatment plant, jaringan listrik dan fasilitas pendukung lainnya, serta jalan kawasan khusus (JKK) atau yang saat ini dikenal dengan nama Pertamina Mandalika International Circuit.

Sebelumnya, Injourney mengajukan permintaan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp1,193 triliun.

Direktur Utama Injourney Dony Oskaria mengatakan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang berada di bawah pengelolaan Injourney memiliki utang jangka pendek Rp1,2 triliun dan jangka panjang Rp3,4 triliun sehingga besaran total utang menjadi senilai Rp4,6 triliun.

Dia mengatakan, pencairan PMN sangat penting untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendek sebesar Rp1,05 triliun untuk ITDC. Mengenai kewajiban jangka panjang yang sebesar Rp3,4 triliun, Dony memaparkan sejumlah strategi, antara lain akan menghilangkan biaya-biaya, salah satunya dengan menghapus event World Superbike (WSBK) dari Sirkuit Mandalika.

Menurut Dony, hal ini karena event WBSK tersebut memberikan kerugian hingga Rp100 miliar. Mandalika Grand Prix Association (MGPA) yang merupakan pengelola Sirkuit Mandalika tengah menelan kerugian saat ini.

Dia menilai WSBK Mandalika sebagai tontonan juga kurang menarik. Hal ini berdampak tak banyak sponsor yang mau membiayai kejuaraan tersebut. Sirkuit Mandalika sendiri tahun ini kembali menjadi tuan rumah ajang balapan internasional bergengsi, yaitu World Superbike dan MotoGP. (Lorenzo Anugrah Mahardhika)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.