Kerajinan Tangan Kulit Ikan Pari Tembus Pasar China

Lewat tangan terampilnya, kulit ikan pari diolah menjadi kerajinan tangan bernilai tinggi, hingga diekspor ke manca negara.

Redaksi

3 Feb 2024 - 14.02
A-
A+
Kerajinan Tangan Kulit Ikan Pari Tembus Pasar China

Bisnis, JAKARTA – Kulit ikan pari umumnya dianggap sebagai limbah karena bertekstur keras dan sulit diolah. Anggapan itu tidak berlaku bagi Ardiyansyah, pemilik usaha “Arma Leather and Craft”. Lewat tangan terampilnya, kulit ikan pari diolah menjadi kerajinan tangan bernilai tinggi.

Ardiyansyah atau yang akrab disapa Ardi, mulai merintis usaha kerajinan tangan dari kulit pada 2013 dengan bekal ilmu yang didapat saat kuliah Jurusan Bahan Kulit, Karet dan Plastik di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Bermodal Rp1,5 juta, kini Ardi bisa menjual hingga 250 lembar kulit ikan pari crusting (telah disamak), dan 50 buah produk jadi seperti dompet, tas, dan lain-lain, dengan omzet mencapai Rp50 juta per bulan.

“Alhamdulillah, usaha saya sekarang sudah banyak kemajuan. Pelanggan terus bertambah dan tidak hanya dari Rembang saja. Ada yang dari Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan luar Jawa seperti Medan, Palembang, Kalimantan dan paling jauh Raja Ampat. Bahkan saya punya pelanggan dari China yang rutin ambil barang, dan terbaru ada pesanan juga dari reseller untuk pasar di Malaysia,” kata Ardi, dikutip Sabtu (3/2/2024).

Ardi mengisahkan, mulanya dia memanfaatkan kulit ikan ayam-ayam dan kulit ikan buntal dalam usahanya. Namun seiring berjalannya waktu, trennya menurun dan bahan baku sulit didapat. Hingga akhirnya beralih ke kulit ikan pari karena melihat jumlahnya yang melimpah di Rembang dan hanya sedikit bahkan belum ada yang memanfaatkannya.

“Setahu saya, di Rembang ini hanya saya yang usaha dari kulit ikan pari. Dahulu memang sempat ada satu, tapi sekarang sudah jarang terdengar. Mengolah kulit ikan pari ini bisa dibilang cukup rumit, perlu keterampilan khusus dan kesabaran karena prosesnya panjang sampai 15 hari, mulai menyamak sampai menghasilkan lembaran kulit crusting,” ujar Ardi.

Baca Juga : Rumah BUMN Baturaja Bantu UMKM Naik Kelas 

Ardiyansyah menunjukkan proses akhir (finishing) dalam produksi tas dari kulit kan pari di rumah produksi Arma Leather and Craft yang berlokasi di Desa Cabean Kidul, Kecamatan Bulu, Rembang, Jawa Tengah./Istimewa

Kesulitan lain yang dihadapi oleh Ardi adalah pada pemasaran produk, mengingat peminat produknya berasal dari kalangan menengah ke atas. Produknya yang berbahan kulit ikan pari juga diakui kekuatannya sehingga awet.

Usahanya kini semakin maju berkat pendampingan Rumah BUMN (RB) Rembang yang dikelola oleh PT Semen Gresik, yang merupakan anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Ardi bersyukur dapat bergabung di RB Rembang pada 2020. 

Selain menitipkan produk, dia juga mendapat berbagai pelatihan, mulai dari online marketing, manajerial, hingga diikutsertakan dalam pameran-pameran. Produknya juga masuk dalam program Hampers Berkah UKM Rembang setiap menjelang Idul Fitri.

Baca Juga : Strategi Cerdas Memisahkan Modal dan Untung bagi UMKM

“Pada 2015 itu omzet saya rata-rata masih di angka Rp7 juta per bulan. Itu terbilang masih kecil. Akhirnya semua dikerjakan sendiri dengan dibantu istri karena belum bisa membayar karyawan. Sekarang saya dibantu tujuh karyawan,” tutup Ardi.

Corporate Secretary Semen Indonesia Vita Mahreyni mengatakan kisah sukses Ardiyansyah membangun usaha kerajinan tangan dari kulit ikan pari semakin memperkuat tekad dan komitmen SMGR sebagai perusahaan BUMN untuk terus mendukung kinerja dan pertumbuhan UMKM melalui pendampingan dan pembinaan agar dapat bersaing di kancah nasional maupun global. 

“UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian karena mendukung pemberdayaan masyarakat untuk pengentasan pemasalahan sosial seperti pengangguran dengan membuka lapangan pekerjaan. SMGR berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan UMKM agar lebih banyak lagi melahirkan pengusaha-pengusaha sukses yang memberikan manfaat bagi kemajuan bangsa dan negara,” kata Vita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.