Keren, Kereta Pertama di Sulawesi Resmi Beroperasi

Kementerian Perhubungan melakukan soft launching atau pengoperasian terbatas jalur ruas Pangkajene Kepulauan (Pangkep) – Maros, yang menjadi bagian dari proyek pembangunan Kereta Api Makassar – Parepare.

Yanita Petriella

2 Des 2022 - 15.37
A-
A+
Keren, Kereta Pertama di Sulawesi Resmi Beroperasi

Proyek Kereta Api Sulsel - Istimewa

Bisnis, JAKARTA – Kementerian Perhubungan melakukan soft launching atau pengoperasian terbatas jalur ruas Pangkajene Kepulauan (Pangkep) – Maros, yang menjadi bagian dari proyek pembangunan Kereta Api Makassar – Parepare.

“Hari ini adalah hari yang bersejarah karena cita-cita kita mempunyai kereta api di Sulawesi dapat terwujud, sesuai dengan paradigma pembangunan Indonesia sentris yang tidak terpusat di Jawa. Pada Mei 2023 kita akan lakukan grand launching dan diharapkan akan dihadiri oleh Bapak Presiden Joko Widodo,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan resmi, Jumat (2/12/2022).

Sebelumnya, pada bulan Oktober 2022, telah dioperasikan secara terbatas jalur kereta api dari Stasiun Garongkong hingga Stasiun Mangilu sepanjang 66 Km yang melewati 7 stasiun. Jalur ini dilayani kereta wisata dan sudah bisa digunakan masyarakat secara terbatas.

Dalam tinjauannya hari ini, Budi menjajal jalur tersebut menggunakan kereta wisata dari Stasiun Maros ke Stasiun Pangkajene dan Stasiun Rammang Rammang, yang memiliki objek wisata bernama Ramang ramang. Upaya soft launching ini dilakukan untuk mengenalkan kereta api ini kepada masyarakat Sulawesi Selatan dan sekitarnya. 

“Kita lakukan bertahap dan tiketnya digratiskan sampai Desember 2022. Hal ini dilakukan agar masyarakat semakin percaya untuk menggunakan KA Trans Sulawesi dan dapat mengunjungi sejumlah objek wisata yang berada di sekitar stasiun yang dilewati. Seperti objek wisata Ramang Ramang,” tuturnya. 

Stasiun yang dilewati antara Stasiun Maros dan Mangilu memiliki sejumlah objek wisata, yakni: Wisata Alam Anjungan Sumpang Binangae dan Wisata Alam Pantai Ujung Batee dekat Stasiun Barru; Wisata Alam Pantai Laguna dan Wisata Alam Pantai Laona yang dekat Stasiun Tanete Rilau. 

Kemudian terdapat Wisata Alam Sorongan dekat Stasiun Mandele; Wisata Alam Telaga Biru Segari dekat Stasiun Ma'rang dan Wisata mangrove Dewi Biringkassi dekat Stasiun Labakkang Wisata, dan Ramang Ramang yang berada di dekat Stasiun Ramang Ramang.


Baca Juga: Perdana Beroperasi, Jadwal dan Rute Kereta Api Pertama di Sulawesi

Pada bulan Februari 2023 akan disediakan angkutan bus dengan skema buy the service dari Stasiun Ramang Ramang ke Stasiun Maros menuju Bandara Sultan Hasanuddin sebagai sarana integrasi antar moda, sekaligus akses untuk berkeliling tempat wisata sebagai angkutan dari dan ke stasiun.

Selanjutnya, pada Maret 2023 akan beroperasi kereta api penumpang perintis dan kereta api barang Stasiun Maros Stasiun Garongkong sepanjang 80 Km dan Tonasa Garongkong sepanjang 66 km yang ditargetkan pada bulan Maret 2023. Pada bulan Mei 2023, akan menambah panjang jalur yang beroperasi yaitu mulai Stasiun Mandai Stasiun Garongkong sepanjang 84 km melalui 10 Stasiun.

Sebelum dilakukan uji coba pengoperasian telah dilakukan serangkaian uji coba seperti safety assessment, sertifikasi, dan uji coba operasi, untuk memastikan terpenuhinya aspek keselamatan. Selain itu, selama masa uji coba dimanfaatkan untuk mengoptimalkan kecepatan kereta api dan waktu tunggu kedatangan antar kereta (headway) yang lebih singkat.

Jalur kereta api Makassar – Parepare memiliki panjang total 142 Km, merupakan bagian dari rencana pembangunan kereta api Trans Sulawesi yang menghubungkan seluruh provinsi di Pulau Sulawesi.

Proyek pembangunan kereta Makassar Parepare dibangun mulai tahun 2015, menggunakan sejumlah instrumen pembiayaan yakni APBN, APBD, pendanaan kreatif non APBN (KPBU, LMAN, SBSN). Kereta Api Makassar – Parepare mengimplementasikan UU Perkeretaapian karena memiliki operator prasarana, operator sarana, dan melibatkan badan usaha.

Pengembangan tahap I Jaringan Kereta Api Nasional Trans Sulawesi itu juga tercantum dalam RPJMN 2020 2024, yang pembangunannya dimulai dari Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk investasi proyek perkeretaapian Trans-Sulawesi diperkirakan anggarannya mencapai Rp9 triliun.

Proyek KA ini melayani konektivitas padai 5 wilayah Kabupaten/Kota Sulawesi Selatan  yaitu Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kabupaten Barru, Kota Makassar, dan Kota Parepare.

Selain untuk mendukung mobilitas pergerakan manusia, jalur kereta api Makassar – Parepare juga akan mendukung kelancaran distribusi logistik karena melewati beberapa pelabuhan dan kawasan industri semen yang ada di Sulawesi Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.