Kerja Keras PLN Menerangi Desa Terpencil di NTT

Sebanyak 45 dari 97 desa terpencil di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)—yang selama ini mayoritas bergantung pada mesin diesel atau genset—bisa sepenuhnya beralih menggunakan listrik PLN.

Ibeth Nurbaiti
Sep 23, 2022 - 11:00 PM
A-
A+
Kerja Keras PLN Menerangi Desa Terpencil di NTT

Area pembangkit listrik tenaga hibrida (surya-bayu-diesel) di Nembrala, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur./ Bisnis

Bisnis, ROTE — Meskipun harus menunggu hingga puluhan tahun, masyarakat di Desa Mbueain, Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya bisa merasakan multiplier effect dari setrum yang sudah dialirkan PT Perusahan Listrik Negara (Persero).

Dengan dukungan pendanaan dari pemerintah melalui penyertaan modal negara (PMN), PLN bisa membangun infrastruktur jaringan listrik di sejumlah desa terpencil. Sebanyak 45 dari 97 desa terpencil di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)—yang selama ini mayoritas bergantung pada mesin diesel atau genset—bisa sepenuhnya beralih menggunakan listrik PLN.

Baca juga: Dilema PLN Menyetop PLTU Batu Bara demi Transisi Energi

Pada tahun ini, jaringan listrik yang sudah mulai dibangun sejak 2020 akhirnya tersambung ke rumah-rumah warga desa, salah satunya di Desa Mbueain, Kabupaten Rote Ndao, yang sebagian besar penduduknya merupakan nelayan dan petani.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu mengungkapkan bahwa dengan adanya aliran listrik PLN, ekonomi masyarakat menjadi bergeliat dan kualitas pendidikan meningkat. Masyarakat sudah bisa membuat es untuk mengawetkan ikan-ikan hasil tangkapan di laut sehingga bisa menjualnya hingga ke luar daerah.

Begitu juga untuk pencahayaan di rumah, warga yang biasanya mengandalkan lampu minyak tanah yang terbuat dari kaleng yang diberi sumbu, kini bisa lebih terang dengan listrik PLN. 

Selain mendorong perekonomian warga, dengan adanya listrik juga dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi serta membantu anak-anak meningkatkan kualitas belajarnya, terutama di malam hari.

“Kalau Indonesia terang, harusnya Rote itu juga terang karena satu kesatuan dengan Indonesia. Saat ini masih ada 23 desa, 32 dusun, dengan jumlah KK 1.000 lebih yang sudah terdaftar [di PLN], tetapi belum dipasang [jaringan listrik],” ujarnya di sela acara Site Visit Proyek PMN di Rote Ndao, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Perluas Cakupan Bisnis, Holding dan Subholding PLN Terbentuk

Kepulauan Rote atau yang sering disebut dengan nama Kepulauan Roti, terletak di perairan Laut Sawu. Pulau yang terkenal dengan budaya lontar, wisata alam pantai, musik sasando, dan topi adat Ti'i langga ini, merupakan wilayah paling selatan di Indonesia.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebutkan bahwa pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan seluruh rakyatnya mendapatkan layanan dari negara, salah satunya adalah layanan jaringan listrik. 

“Ini adalah bentuk kehadiran negara bagi seluruh rakyatnya melalui PLN yang ditugasi untuk menerangi hingga ke pelosok negeri ini,” kata Suahasil di sela acara Site Visit Proyek PMN di Rote Ndao, Jumat (23/9/2022).

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara bersama Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu berfoto bersama dengan murid-murid Sekolah Dasar di Desa Mboeain di sela acara Site Visit Proyek PMN di Rote Ndao, Jumat (23/9/2022). Bisnis


Secara keseluruhan, kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTT Jusuf A. Adoe, NTT dan Maluku memiliki rasio elektrifikasi yang terendah dari 34 provinsi. Namun, sejak 5 tahun terakhir terjadi lonjakan yang cukup signifikan.

“Kami berharap ke depannya, bukan hanya Rote Ndao saja yang ada program penyambungan listrik PLN, tapi juga daerah lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN Sinthya Roesly mengakui bahwa dukungan pemerintah melalui PMN sangat membantu PLN untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan hingga ke pelosok negeri.

Baca juga: Dampak Aturan Penggunaan Kendaraan Listrik untuk Kendaraan Dinas

“Adanya PMN menjadi bentuk kehadiran negara, di mana PLN mewujudkannya dengan membangun infrastruktur energi di seantero nusantara, terutama daerah tertinggal, terpencil dan merupakan pengejawantahan kedaulatan RI di perbatasan antarnegara,” ujarnya. 

Berkat adanya PMN, PLN setidaknya dapat menghadirkan listrik untuk 115.868 kepala keluarga di 508 desa di NTT sepanjang 2019—2021. Dana PMN tersebut digunakan PLN untuk membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 2.186 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 2.680 kms, dan gardu 29.675 kVA serta pembangunan 24 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). 

“Pada tahun ini PLN melalui PMN akan menghadirkan listrik di 97 desa. Saat ini sudah 45 desa menyala dan sisanya desa sedang dalam proses pembangunan infrastruktur,” tuturnya. 

Gencarnya pembangunan infrastruktur kelistrikan juga membuat rasio elektrifikasi di NTT pun terus meningkat dari 59,85 persen pada 2017 menjadi 92,33 persen hingga Juni 2022. 

Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto menyebutkan perusahaan setrum pelat merah itu masih memiliki tantangan untuk bisa mengejar rasio elektrifikasi 100% di wilayah NTT.

Baca juga: Ketika Skema Baru Harga Jual Listrik EBT ke PLN Tak Sesuai Asa

Setidaknya, perseroan membutuhkan pendanaan sekitar Rp504 miliar untuk bisa mencapai target tersebut. Hingga Juli 2022, rasio elektrifikasi di NTT baru mencapai angka 92,36% dengan total 1,49 juta KK dan KK berlistrik sebanyak 1,37 juta.

“Ini tidak lepas dari banyaknya PMN yang diberikan pemerintah kepada PLN untuk segera melistriki daerah-daerah yang terpencil,” ujarnya.

Kendati demikian, Adi menyebutkan rasio elektrifikasi 100% di NTT diproyeksikan baru bisa tercapai pada 2025.

Mengutip data PLN, secara keseluruhan daya mampu ketenagalistrikan di sistem PLN Unit Wilayah NTT sebesar 337 MW dengan beban puncak malam 238,8 MW, dan cadangan 98,3 MW.

Sementara itu, daya mampu sistem Rote mencapai 7,2 megawatt (MW), sedangkan beban puncak pada malam hari sebesar 6,1 MW, dengan cadangan 1,1 MW. Di sisi lain, rasio elektrifikasi di Kabupaten Rote Ndao per Juli 2022 baru mencapai 99,29%. Artinya, masih ada sekitar 0,71% yang belum tersentuh aliran listrik PLN.

Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar