Ketar-Ketir Industri Batu Bara RI Dibayangi Aksi China-Australia

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, banyak negara kini mulai menggenjot konsumsi batu bara untuk memenuhi kebutuhan energinya, bahkan Uni Eropa yang sebelumnya telah merencanakan penghentian penggunaan emas itu malah berlomba-lomba menaikkan impornya.

Ibeth Nurbaiti

22 Jan 2023 - 14.30
A-
A+
Ketar-Ketir Industri Batu Bara RI Dibayangi Aksi China-Australia

Kapal tunda (tug boat) menarik tongkang berisi batu bara memasuki kawasan pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Minggu (10/7/2022). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penjualan ekspor batu bara pada tahun ini dapat mencapai angka 517,7 juta ton atau naik 4,11 persen dari rencana ekspor 2022. Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis, JAKARTA — Aksi Pemerintah China yang akan membuka blokir impor batu bara dari Australia diyakini berpengaruh besar terhadap pasar batu bara Indonesia. Ditambah lagi dengan keinginan Pemerintah Australia yang berencana menerapkan kebijakan wajib pasok domestik (domestic market obligation/DMO), membuat pengusaha di dalam negeri mulai ketar-ketir.

Dengan aksi pemerintah kedua negara itu, potensi lonjakan harga batu bara di pasar global kian terbuka, apalagi persaingan untuk mendapatkan pasokan emas itu juga makin ketat ke depannya.

Baca juga: Di Balik Kinerja Ekspor RI 2022 Melambat Dalam Senyap

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, banyak negara kini mulai menggenjot konsumsi batu bara untuk memenuhi kebutuhan energinya, bahkan Uni Eropa yang sebelumnya telah merencanakan penghentian penggunaan emas itu malah berlomba-lomba menaikkan impornya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.