Ketimpangan Industri Hulu dan Hilir Membayangi Penghiliran Timah

Kendati keinginan pemerintah kian kuat bakal terus memacu proyek smelter di Tanah Air, termasuk dengan mengeluarkan kebijakan larangan ekspor timah, tanpa diikuti dengan dorongan untuk menggenjot konsumsi di dalam negeri, tentunya tujuan peningkatan nilai tambah tersebut akan sangat sulit tercapai.

Ibeth Nurbaiti

21 Sep 2022 - 14.00
A-
A+
Ketimpangan Industri Hulu dan Hilir Membayangi Penghiliran Timah

Bisnis, JAKARTA — Masih sangat minimnya penyerapan timah logam untuk kebutuhan di dalam negeri menjadi salah satu persoalan yang akan membayangi industri pengolahan dan pemurnian (smelter) komoditas mineral tersebut ke depannya.

Kendati keinginan pemerintah kian kuat bakal terus memacu proyek smelter di Tanah Air, termasuk dengan mengeluarkan kebijakan larangan ekspor timah, tanpa diikuti dengan dorongan untuk menggenjot konsumsi di dalam negeri, tentunya tujuan peningkatan nilai tambah tersebut akan sangat sulit tercapai.

Baca juga: Tatkala Penghiliran Tambang Bukan Hanya Sebatas Angan

Berkaca pada data yang disampaikan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), dalam 10 tahun terakhir memang terjadi peningkatan transaksi perdagangan timah logam domestik dari 900 ton menjadi 3.500 ton. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.