Keyakinan ASRI Bisnis Properti Prospektif Bangun Hunian Baru Milenial di Suvarna Sutera

Kondisi bisnis properti di tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan tahun 2023. Namun demikian, diyakini properti residensial terus mengalami pertumbuhan di tahun ini.

Yanita Petriella

27 Feb 2024 - 22.01
A-
A+
Keyakinan ASRI Bisnis Properti Prospektif Bangun Hunian Baru Milenial di Suvarna Sutera

Kawasan Suvarna Sutera yang merupakan pengembangan township di Cikupa oleh PT Alam Sutera Realty Tbk. /dok Suvarna Sutera

Bisnis, JAKARTA – PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) optimistis sektor properti tetap bergeliat di sepanjang tahun ini meskipun terdapat Pemilihan Umum (Pemilu). 

Marketing Director PT Alam Sutera Realty Tbk Lilia Setiprawarti Sukotjo mengatakan kondisi pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih terbilang bagus jika dibandingkan secara global yang mengalami koreksi. Dia berharap sepanjang tahun ini, kondisi ekonomi Indonesia terus mengalami pertumbuhan dan Pemilu dapat berjalan damai hingga nanti pelantikan Presiden pada Oktober mendatang.

“Minat untuk pembelian hunian masih tinggi karena kebutuhan masih besar. Jadi tidak perlu takut,” ujarnya saat ditemui Bisnis, Selasa (27/2/2024). 

Menurutnya, kondisi bisnis properti di tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan tahun 2023. Namun demikian, pihaknya optimistis properti residensial terus mengalami pertumbuhan di tahun ini. Adapun, emiten berkode ASRI ini berencana mengeluarkan sejumlah produk rumah tapak dan apartemen di sepanjang tahun ini. Salah satu proyek yang baru diluncurkan yakni klaster Agra di Suvarna Sutera Cikupa Tangerang. Suvarna Sutera merupakan kawasan skala kota (township) seluas 2.600 hektare. 

“Kemarin kami baru meluncurkan Ayodya, sekarang Agra, nanti akan ada beberapa proyek hunian tahun ini,” ucap Lilia. 

Marketing & Sales Director Suvarna Sutera Henny Meyliana mengatakan klaster Agra dibangun di atas lahan seluas 9,1 hektare yang nantinya akan memiliki 432 unit. 

“Nilai investasi klaster Agra Rp765 miliar,” katanya. 

Pada tahap pertama, pihaknya akan menjual 313 unit dari total 432 unit. Dia menargetkan dapat meraup prapenjualan atau marketing sales sebesar 50% dari total nilai investasi klaster Agra senilai Rp765 miliar.

“Tapi secara overall target marketings sales sekitar 50% terjual. Di tahun ini, target Suvarna Sutera sendiri dapat menyumbang Rp800 miliar sih untuk Alam Sutera (ASRI),” ucapnya. 

Henny menuturkan sebesar 75% pembeli dari klaster-klaster Suvarna Sutera adalah pembeli end user yang memberikan kontribusi cukup tinggi bagi pertumbuhan perusahaan. Sumbangsih besar ini berasal dari golongan generasi milenial yang sedang bertumbuh dengan keluarga baru.

“Kita tahu bahwa generasi milenial sekarang ini adalah generasi yang sedang bertumbuh. Menikah, punya anak, kebutuhan rumahnya juga bertambah. Sesuai dengan target market kami. End user menjadi percepatan pertumbuhan Suvarna Sutera,” terangnya.

Baca Juga: Membaca Arah Prospek Pertumbuhan Bisnis Properti Residensial Usai Pemilu


Adapun klaster Agra memiliki konsep tropis sesuai iklim Indonesia dan mengusung rumah modern-minimalis dengan layout multifungsi yang bisa mengakomodasi berbagai kebutuhan penghuninya. Klaster ini menggunakan rancangan karya arsitektur Yori Antar dari Han Awal & Partners yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dengan desain terkenal akan nilai-nilai arsitektur tropis Indonesia.

“Rancangan ruang terbuka yang memiliki sirkulasi udara baik hingga memaksimalkan pencahayaan alami. Generasi milenial juga menyukai hunian dengan sentuhan warna-warna alam serta dilengkapi dengan berbagai fitur rumah pintar seperti pemanas air tenaga surya, smart door lock, CCTV dan jaringan fiber optik,” tuturnya.

Rencananya, klaster Agra dibangun pada tahun ini dan ditargetkan akan serah terima atau handover di 2025. Klaster Agra memiliki 6 tipe unit hunian dengan luas tanah mulai dari 105 meter persegi hingga 208 meter persegi, sedangkan luas bangunan mulai dari 98 meter persegi hingga 145 meter persegi. Segmen hunian ini menyasar generasi milenial dan Gen Z.

“Guna memenuhi kebutuhan milenial bahkan Gen Z akan properti, Klaster Agra kami hadirkan dengan harga perdana dari Rp 1,3 M-an atau cicilan DP hanya Rp6,3juta/bulan,” ujarnya.

Meskipun klaster Agra tidak bisa memanfaatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) karena baru serah terima di tahun depan, namun Henny meyakini hunian ini akan terserap di pasar. Adapun hunian yang dapat memanfaatkan insentif PPN DTP diharuskan untuk serah terima pada akhir Desember 2024. Suvarna Sutera memiliki hunian rumah tapak ready stock dengan harga Rp700 juta hingga Rp3 miliar. 

“PMK PPN DTP nomor 7 tahun 2024 itu baru keluar di 21 Februari kemarin, Tapi kami sudah simpan marketing sales hampir Rp130 miliar yang bisa ikut PPN DTP dan disumbang generasi milenial,” ucapnya. 

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Banten Vemby berpendapat Tangerang pun dinilai menjadi lokasi strategis untuk bisnis properti.

Jika dibandingkan dengan kawasan lainnya. Banten yang berada di koridor barat Jakarta memang mengalami perkembangan sektor properti yang pesat dimulai tahun 2000-an. Perkembangan pesat koridor barat Jakarta ini juga dikarenakan masifnya pembangunan konektivitas di wilayah Tangerang Banten sehingga membuat permintaan hunian turut meningkat.

Adapun Arebi mencatat kenaikan harga rumah di kawasan Tangerang Banten ini bisa bertumbuh sebesar 10% hingga 20%.

“Dalam setahun terakhir total penjualan properti swasta di area Tangerang Banten bisa menyentuh Rp10 triliun hingga Rp15 triliun per tahun,” katanya. 

Baca Juga: Area Tangerang Masih Prospektif dan Juara Bagi Pencari Hunian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.