Free

Kinerja Bank Permata (BNLI) Membaik, Sinarmas Sekuritas Rekomendasikan Beli

PT Bank Permata Tbk. sukses mencetak kenaikan laba sepanjang 2023 lalu di tengah kinerja pertumbuhan kredit dan DPK yang terbatas. Kinerja positif ini pun mendapatkan apresiasi analis dengan rekomendasi beli.

Redaksi

21 Feb 2024 - 11.36
A-
A+
Kinerja Bank Permata (BNLI) Membaik, Sinarmas Sekuritas Rekomendasikan Beli

Nasabah mengakses aplikasi mobile banking PT Bank Permata Tbk. (BNLI) di Jakarta, Selasa (4/10/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis, JAKARTA — Kinerja keuangan PT Bank Permata Tbk. yang positif sepanjang 2023 lalu menjadikan Sinarmas Sekuritas optimistis untuk kembali memberikan rekomendasi beli terhadap saham emiten berkode BNLI tersebut.

Analisis Sinarmas Sekuritas, Ivan Purnama Putera, mengatakan bahwa BNLI mengalami pertumbuhan positif sepanjang tahun 2023 jika dibandingkan dengan 2022. Hal ini cukup sesuai dengan ekspektasi dari Sinarmas Sekuritas.

Ivan mengatakan bahwa secara umum perseroan mengalami perbaikan kinerja, tetapi masih terlihat berhati-hati dalam ekspansi kredit dan masih mengalami perlambatan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).

Dari sisi bisnis intermediasinya, Ivan mencatat BNLI melaporkan pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 25,1% year-on-year (YoY) menjadi Rp16,04 triliun, sedangkan beban bunga naik 63,5% menjadi Rp6,04 triliun. Kinerja ini sesuai dengan perkiraan Sinarmas Sekuritas.

Seiring dengan itu, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) turut terangkat sebesar 9,6% YoY menjadi Rp10 triliun.

Dengan pertumbuhan NII yang hampir 2 digit ini, laba operasional pra-pencadangan (PPOP) dan laba bersih masing-masing naik sebesar 18,6% YoY menjadi Rp5,9 triliun dan 28,4% YoY menjadi Rp2,59 triliun.

Baca Juga:


Refleksi 2023 dan Proyeksi 2024 Kinerja Industri Perbankan

Kala Kinerja Bank Jumbo Kompak Capai Rekor

Ini Perbandingan Kinerja Bisnis Himbara 2023, Siapa Paling Unggul?

Prospek Saham BTN (BBTN) Usai Cetak Laba Gemuk

Bank Bangkrut Kembali Bertambah, Penguatan Sistem Perbankan Kian Mendesak

Alasan Pasar Perbankan Indonesia Tetap Menarik di Mata Investor Asing

Dengan capaian tersebut, artinya Bank Permata telah berhasil lepas dari tren penurunan kinerja yang masih terjadi hingga 9 bulan 2023.

Capaian ini diperoleh berkat pelambatan pertumbuhan beban operasional yang hanya naik 1,7% YoY, sedangkan beban pencadangan naik 7,8% YoY. 

Sementara itu, cost to income ratio (CIR) turun menjadi 51% di 2023, dibandingkan 54,8% pada 2022. Di sisi lain, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) meningkat 16 basis points (bps) menjadi 4,47% di 2023.

“Estimasi kami sedikit di atas hasil yang diperoleh, terutama disebabkan oleh reklasifikasi akun-akun tertentu, sebagian besar pada pendapatan operasional lain-lain dan beban provisi,” tulis Ivan dalam risetnya yang terbit Senin (19/2/2024).


Lebih dalam, jika dicermati secara kuartalan, Bank Permata telah berhasil mengubah kinerja rugi senilai Rp230 miliar pada kuartal IV/2022 menjadi laba senilai Rp445 miliar di kuartal IV/2023. Menurutnya, hal ini sudah sesuai dengan perkiraannya.

Menurutnya, pemulihan kinerja ini terutama disebabkan oleh turunnya beban operasional sebesar 2,1% pada kuartal IV/2023 dibanding periode yang sama 2022, sedangkan biaya pencadangan pada saat yang sama turun -51%.

Ivan mencatat bahwa Bank Permata sukses menjaga pertumbuhan kredit tetap stabil, sebesar 4,3% YoY menjadi Rp142,2 triliun, meskipun di tengah era suku bunga tinggi. Capaian ini terutama ditopang oleh kredit korporasi yang naik 6,1% YoY.

Di sisi lain, kualitas kredit juga terlihat membaik, dengan penurunan rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) sebesar 25 bps YoY menjadi 2,88%, sedangkan loan at risk (LAR) membaik ke level 8,7% di 2023, dari sebelumnya 10,9% di 2022.

Sementara itu, rasio likuiditas yakni loan to deposit ratio (LDR) terlihat meningkat pesat 582 bps YoY menjadi 75,51% seiring dengan pertumbuhan kredit yang berlanjut di tengah pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang melambat.

Ivan mengatakan bahwa Bank Permata terlihat terus berupaya untuk menyelesaikan kredit bermasalah melalui restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset. 

“Namun, ekspektasi penurunan suku bunga pada kuartal III/2024 mungkin memberikan pilihan pendekatan yang berbeda dan dapat menjadi momentum positif bagi Bank Permata,” tulisnya.

Ivan mengungkapkan bahwa BNLI hanya mencatat pertumbuhan DPK sebesar 3,7% YoY sepanjang 2023, jauh melambat dibanding kinerja pertumbuhan pada 2022 yang mencapai 8,79% YoY.

Perlambatan ini terutama disebabkan oleh kinerja pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA) yang anjlok masing-masing yakni giro -10,4% YoY dan tabungan -5,8% YoY. Di sisi lain, dana mahal berupa deposito justru masih tumbuh 3,1% YoY.

Hal ini menyebabkan rasio CASA Bank Permata turun menjadi 55% pada 2023, dari sebelumnya 58% pada 2022.

Berdasarkan pencapaian kinerja ini, Sinarmas Sekuritas menilai saham BNLI masih layak untuk dikoleksi. Ivan pun memberikan rekomendasi beli untuk saham BNLI dengan target harga Rp1.030.

Target harga tersebut diperoleh dari perhitungan price to book sebesar 0,91x, sedikit di atas -1 standar deviasinya. 

“Kami masih melihat potensi yang menanti bank tersebut dengan prospek di tahun 2024 yang mungkin memberikan momentum positif bagi bank tersebut,” ungkapnya.

Adapun, berdasarkan data RTI, saham BNLI kemarin, Selasa (20/2/2024) ditutup di level Rp930. Jika mengacu pada harga terkini, artinya masih ada potensi peningkatan harga saham BNLI sebesar 10,75%.

(Reporter: Muhammad Fauzan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.