Kinerja Bisnis Perumahan Awal 2022 Menurun, Prospek Tetap Cerah

Kinerja bisnis perumahan di Jabodebek dan Banten sepanjang 3 bulan pertama tahun ini menunjukkan penurunan, berdasarkan hasil penelitian IPW. Meski demikian, prospek sepanjang tahun ini tetap layak diprediksi cerah karena tersedia stimulus PPN DTP.

M. Syahran W. Lubis
Apr 29, 2022 - 7:31 AM
A-
A+
Kinerja Bisnis Perumahan Awal 2022 Menurun, Prospek Tetap Cerah

Perumahan di Tangerang yang masih dalam proses pembangunan. Harga perumahan di Tangerang tercatat paling tinggi di Jabobek dan Banten selama kuartal I 2022 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. — Istimewa

Bisnis, JAKARTA – Kinerja bisnis perumahan sepanjang 3 bulan pertama tahun ini merosot. Hal itu terungkap dari data yang hasil penelitian Indonesia Property Watch (IPW) yang menelusuri perkembangan bisnis residensial di Jabodebek dan Provinsi Banten.

Berdasarkan penelitian lembaga tersebut, kinerja bisnis perumahan selama kuartal I tahun ini menurun baik dari sisi volume unit maupun nilai transaksinya dibandingkan dengan kuartal sebelumnya atau 3 bulan terakhir 2021 (quarter-to-quarter/qtq).

Chief Executive Officer IPW Ali Tranghanda memerinci nilai penjualan rumah di Jabodebek dan Banten selama 3 bulan pertama tahun ini menurun 14,5% dibandingkan dengan 3 bulan terakhir tahun lalu.

Sumber: Indonesia Property Watch

Penurunan tersebut merupakan kelanjutan dari kuartal sebelumnya yang juga mencatatkan penurunan yaitu sebesar 15,7% dibandingkan dengan kuartal II 2021.

Menurut catatan IPW, persentase pertumbuhan nilai penjualan tertinggi selama masa pandemi Covid-19, untuk perumahan di Bodebek dan Banten, terjadi pada kuartal III tahun lalu yakni mencapai 53,5% qtq.

Sumber: Indonesia Property Watch

Sementara itu, pertumbuhan unit terjual perumahan di Bodebek dan Banten sepanjang 3 bulan pertama tahun ini menurun 1,5% qtq.

Menurut Ali, penurunan ini lebih rendah dibandingkan dengan nilai penjualan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pasar terus bergeser ke segmen yang lebih rendah.

Hasil penelitian IPW memperlihatkan bahwa sepanjang kuartal I tahun ini terdapat penjualan rumah sebanyak 2.465 unit di Bodebek dan Banten, sedangkan pada kuartal sebelumnya penjualan rumah sebanyak 2.502 unit, yang merupakan jumlah unit terjual tertinggi selama pandemi Covid-19.

Data IPW menunjukkan bahwa penurunan yang terjadi pada kuartal I tahun ini merupakan pertumbuhan negatif pertama dari sisi jumlah terjual sejak kuartal II 2020 yang mencapai 2.319 unit. Adapun pertumbuhan penjualan tertinggi selama masa pandemi tercatat pada kuartal III 2021 yang 12,4%.

Segmentasi Pasar

Mengenai segmentasi pasar, menurut Ali, pergerakannya memperlihatkan lanjutan tren penurunan di segmen menengah atas dengan harga di atas Rp1 miliar dan terus bergeser ke segmen menengah, yakni harga rumah Rp500 juta hingga Rp1 miliar, yang pertumbuhannya menjulang 35,9%.

Apabila disimak dari komposisi penjualan, yang terbanyak juga adalah di segmen menengah yakni dengan kisaran harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar, yang kontribusinya mencapai 35,1%.

Sumber: Indonesia Property Watch

Selanjutnya, jika dicermati pertumbuhan unit terjual berdasarkan segmen, rumah dengan mulai Rp500 juta hingga Rp1 miliar merupakan satu-satunya yang mencatatkan pertumbuhan positif selama kuartal I 2022 dibandingkan dengan kuartal IV 2021 (qtq).

Pertumbuhan segmen ini melonjak hingga 35,9% dibandingkan dengan pertumbuhan negatif yang dicatatkan sepanjang 3 bulan terakhir tahun lalu sebesar -4,5%.

Sumber: Indonesia Property Watch

Sementara itu, apabila dicermati dari komposisi unit terjual berdasarkan segmen, kontribusi rumah dengan harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar yang 35,1% itu menjadi satu dari dua segmen yang persentasenya meningkat.

Satu segmen  lagi yang meningkat kontribusinya adalah hunian dengan harga kurang dari Rp300 juta per unit yang meningkat dari 24,8% pada kuartal IV tahun lalu menjadi 27,0% pada kuartal I tahun ini.

Harga Rata-rata

Hasil penelitian IPW selanjutnya menunjukkan bahwa harga rata-rata unit terjual pada kuartal I 2022 turun sebesar 13,2% qtq menjadi Rp699.200.842 per unit.

Ali mengemukakan peningkatan harga rumah terbesar selama awal tahun ini terjadi di Tangerang. Dia memerinci kenaikan tertinggi harga jual rumah rata-rata yang terjadi di Tangerang sekitarnya mencapai 10,3% dan ini mengindikasikan lebih banyak rumah terjual di segmen harga lebih tinggi di daerah itu.

Dua wilayah lain di Jabodebek dan Banten yang mencatatkan kenaikan harga rumah pada kuartal I 2022 adalah Kota Depok di Jawa Barat dan Kota Cilegon di Banten. Namun, persentase kenaikan harga rumah di dua kota tersebut masih sangat jauh di bawah wilayah Tangerang Raya yang meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang.

Tren Harga Rata-rata Perumahan di Jabodebek & Banten

Sumber: Indonesia Property Watch

Menurut IPW, kenaikan harga rumah di Kota Depok selama 3 bulan pertama tahun ini tercatat sebesar 3,0%, sedangkan kenaikan harga rumah di Kota Cilegon sebesar 1,3% apabila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Sementara itu, sejumlah wilayah lain di Bodebek dan Banten yang diteliti IPW menunjukkan pertumbuhan harga rumah yang negatif. Kota Serang menjadi wilayah yang mengalami pertumbuhan negatif terbesar dari sisi harga rata-rata rumah yakni mencapai 19,6%.

Sementara itu, kabar kurang elok terjadi bagi mereka yang berinvestasi perumahan di Jakarta, karena pertumbuhan harganya juga tercatat negatif sepanjang kuartal I 2022 yakni 18,3% qtq.

Pertumbuhan harga rumah yang negatif selama 3 bulan pertama 2022 juga dicatatkan oleh wilayah Bekasi (Kota dan Kabupaten Bekasi) yakni -0,1% dan Bogor (Kota dan Kabupaten Bogor) yakni -6,1%.

Sebagai dampak dari lebih banyak wilayah yang lebih banyak mengalami pertumbuhan negatif daripada positif, secara keseluruhan harga rata-rata rumah di Jabodebek dan Banten menurun 13,2%.

Terlepas dari kinerja kurang bagus bisnis perumahan selama kuartal I 2022, harapan untuk lebih baik layak diapungkan untuk dua kuartal berikutnya, terutama karena stimulus fiskal berupa Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) diperpanjang hingga 30 September 2022.

Penerapan PPN DTP sepanjang tahun lalu—sejak 1 Maret 2021—telah membuktikan kontribusi besar bagi penjualan perumahan tapak.

Stimulus yang diberlakukan sekarang berupa pemangkasan PPN 50% untuk hunian tapak dan vertikal, juga untuk rumah toko (ruko) dan rumah kantor), yang ditransaksikan dengan harga maksimal Rp2 miliar. Untuk yang dijual dengan harga Rp2 miliar sampai Rp5 miliar mendapatkan pemangkasan PPN 25%.

Editor: M. Syahran W. Lubis
company-logo

Lanjutkan Membaca

Kinerja Bisnis Perumahan Awal 2022 Menurun, Prospek Tetap Cerah

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ