Kinerja IPCM Makin Kencang Usai Merger Pelindo

IPCM berada dalam posisi yang kuat untuk melakukan ekspansi karena didukung dengan likuiditas yang terjaga, tingkat leverage yang masih rendah serta rasio keuangan lain yang secara umum baik serta didukung dengan pemegang saham utama yang menjadi lebih besar. 

Rinaldi Mohammad Azka

20 Nov 2021 - 17.11
A-
A+
Kinerja IPCM Makin Kencang Usai Merger Pelindo

Kapal pemandu milik PT Jasa Armada Indonesia menarik kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (11/10). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis, JAKARTA - Performa PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) dalam sembilan bulan pertama tahun ini semakin baik. Terutama setelah aksi merger induk usaha, PT PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Merger Pelindo I, II, III, dan IV menjadi satu entitas Pelindo itu mendukung perseroan untuk terus berekspansi. Hal itu pun mendorong pertumbuhan bisnis emiten dengan kode IPCM tersebut. 

Hingga September 2021, IPCM membukukan kenaikan pendapatan hingga 18 persen menjadi sebesar Rp600 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp510 miliar. Nilai tersebut berasal dari pendapatan tunda dan pandu masing-masing 18 persen dan 76 persen.

Selain itu, upaya perseroan untuk meningkatkan usaha di luar wilayah operasi Pelindo juga menunjukkan hasil yang positif. Kontriburis dari lini bisnis tersebut total pendapatan meningkat dari 13 persen pada 2020 menjadi 23 persen di tahun 2021.

Amri Yusuf, Direktur Utama Jasa Armada Indonesia, menjelaskan kinerja itu membawa semangat bagi Perseroan untuk menyelesaikan kinerja yang lebih baik hingga akhir tahun ini. Ditambah lagi induk perusahaan IPCM, yaitu Pelindo, telah menyelesaikan aksi merger per 1 Oktober 2021 sehingga memiliki pasar yang lebih kuat dan lebih luas.

"Perseroan secara aktif melakukan kerja sama dengan berbagai pihak yang kuat,” ungkapnya pada kegiatan IPCM Media Gathering, Jumat (19/11).

Di sisi lain, perseroan tengah melakukan penyelarasan bisnis dengan bisnis model kelompok usaha Pelindo yang baru. Di samping itu, IPCM terus melanjutkan penerapan tiga strategi utama meliputi peningkatan daya saing, ekspansi bisnis secara organik maupun anorganik serta meningkatkan kinerja operasional dan keuangan.

“Perseroan secara aktif dan konsisten melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk perluasan pasar, termasuk untuk melayani Terminal Khusus maupun Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) yang lebih banyak. Upaya itu ditempuh dalam dua cara, yaitu penetrasi terhadap market eksisting di pelabuhan-pelabuhan umum dan ekspansi pada pasar baru," urainya.

Lebih lanjut, dia menyatakan IPCM saat ini berada dalam posisi yang kuat untuk melakukan ekspansi karena didukung dengan likuiditas yang terjaga, tingkat leverage yang masih rendah, serta rasio keuangan lain yang secara umum baik. Ketiga hal itu didukung dengan pemegang saham utama yang menjadi lebih besar. 

 

 

 

Selaras dengan peningkatan kinerja, IPCM juga terus meningkatkan kapabilitas dan kapasitas sistem informasi dan teknologi, baik mendukung proses kerja maupun pengembangan layanan, bekerjasama dengan kelompok usaha Pelindo serta pihak-pihak lainnya yang dimungkinkan. Amri menambahkan, jika IPCM juga senantiasa berupaya meningkatkan penerapan Environmental Social and Corporate Governance (ESG) yang lebih baik.

Kinerja IPCM memang sebelumnya diproyeksi terkena dampak dari aksi merger induk usahanya, Pelindo. Aksi korporasi tersebut menjadikan IPCM berada di posisi cucu usaha dari entitas hasil merger.

Berdasarkan catatan Bisnis, merger Pelindo akan menghasilkan 4 klaster bisnis menjadi entitas perseroan terbatas baru maupun hasil akuisisi anak usaha. PT Terminal Petikemas Indonesia (TPI) akan menjadi subholding untuk entitas anak usaha di bidang terminal petikemas. Sementara, akan ada perusahaan baru dengan bidang pelabuhan non petikemas yang diisi anak-anak usaha operator terminal non petikemas yang fokus pada konektivitas Indonesia.

Kemudian, perusahaan baru Logistik & Hinterland yang fokus mengurusi penyedia jasa dan operasi untuk aktivitas logistik dengan hinterland. Serta perusahaan baru Marine, Equip and Port yang fokus pada integrasi ekosistem pemain logistik di Pelabuhan.

IPCM akan bernaung di entitas baru Marine, Equip and Port dan menjadi cucu usaha Pelindo. Dengan merger tersebut, Direktur Komersial dan Operasi Jasa Armada Indonesia Shanti Puruhita berharap pelayanan Pelindo grup dan anak usahanya bisa lebih baik sesuai dengan tujuan dari merger.

"Kami akan berada di subholding 4 yang terkait dengan marine," kata Shanti kepada Bisnis (1/10/2021).

Subholding empat ini merupakan subholding yang beraneka macam isinya. Pasalnya, anak-anak usaha grup Pelindo pengisinya berperan pada aktivitas penunjang kepelabuhanan yang beragam.

Setelah merger, grup pelabuhan ini akan mulai menata organisasi dari strata bisnis teratas hingga ke yang paling bawah. Setelah merger, konsolidasi di anak cucu usaha akan dilakukan di masing-masing subholding. Lini bisnis yang sama akan digabungkan pada entitas yang lebih siap dari sisi tata kelola hingga kinerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.