Free

KKP dan Barantin Sepakati Tingkatan Risiko Impor Tuna dari Kanada

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyepakati pemberlakuan kategorisasi tingkat risiko importasi tuna, sarden dan makarel dari Kanada sebagai upaya manajemen pengendalian impor.

Redaksi

29 Feb 2024 - 07.20
A-
A+
KKP dan Barantin Sepakati Tingkatan Risiko Impor Tuna dari Kanada

Ikan tuna. - Foto BID

Bisnis, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyepakati pemberlakuan kategorisasi tingkat risiko importasi tuna, sarden dan makarel dari Kanada sebagai upaya manajemen pengendalian impor.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Perikanan (BPPMHKP) Ishartini mengatakan penilaian tingkat risiko pemasukan tuna, sarden, dan makarel ke wilayah Indonesia teribagi menjadi  tiga kategori risiko, yaitu  rendah, sedang, dan tinggi.

“Penilaian risiko tersebut berdasarkan Keputusan Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Nomor 26 tahun 2023,” ujarnya di Jakarta, Senin (26/2/2024).

Ishartini pun mengapresiasi Barantin yang telah mengirimkan surat ke unit pelaksana teknisnya agar penanganan importasi tuna, sarden dan makarel mengacu pada Kepkaban 26/2023 tentang Penilaian Tingkat Risiko Pemasukan Tuna, Sarden, dan Marakel ke Wilayah NKRI.

Penguatan manajemen risiko sistem pemeriksaan dan pengendalian impor ikan dan hasil perikanan merupakan bagian dari langkah penting kesepakatan penting yang dicapai oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Trade Facilitation Office (TFO) Kanada.

Dampak kesepakatan tentang penguatan risiko sistem impor ikan dan hasil perikanan di Indonesia itu sangat penting dalam menjamin kualitas dan keamanan konsumsi ikan nasional. 

“Dari sisi quality assurance kita monitoring proses importasinya. Itulah kenapa ada kategorisasi risiko dari media pembawa [impor] tuna, sarden dan makarel," ujar Ishartini.

Baca Juga :

Potensi Nendang Pengolahan Ikan Pindang

Prospek Primadona Ikan Tilapia di Pasar Dunia

Dalam proposal Indonesia – Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), kerjasama perdagangan komoditas Indonesia – Kanada didominasi oleh sektor kelautan dan perikanan.

 "Sehingga untuk penjaminan kualitas dan keamanan konsumsi ikan nasional, Indonesia harus konsisten melaksanakan Kepkaban Nomor 26/2023," Ujar Ishartini.

Meski tidak ada isu dalam perundingan ICA-CEPA terkait dengan sektor perikanan, kesepakatan ini memastikan bahwa Indonesia tetap mengawal dalam proses tersebut.

Ishartini menegaskan jajarannya tetap memberikan pelayanan dari sisi quality assurance komoditas yang akan masuk di Indonesia melalui sertifikasi good importing practices (GIP), serta mewajibkan importir menerapkan sistem ketertelusuran.

"Kita tetap mengawal proses perundingan ini mengingat Kanada merupakan salah satu negara tujuan ekspor Indonesia," ujar Ishartini 

Berdasarkan data BPS, impor komoditas perikanan Indonesia dari Kanada sepanjang tahun lalu meningkat menjadi hampir dua lipat. Pada 2022, volume impor komoditas berkode HS 03 sebanyak 1.916 ton, meningkat pada 2023 menjadi 2.382 ton.

Bahkan dari segi nilai, impor perikanan dari Kanada meningkat hamper lima kali lipat, dari US$ 4.53 juta menjadi US$21,70 juta. (Nanda Silvi Okti)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.