Klaim Penyakit ISPA BNI Life Naik Jadi Rp14 Miliar per Juli 2023

Menggunakan asuransi mampu mengurangi risiko finansial akibat penyakit yang disebabkan oleh kualitas udara yang buruk.

Jaffry Prabu Prakoso

23 Agt 2023 - 17.08
A-
A+
Klaim Penyakit ISPA BNI Life Naik Jadi Rp14 Miliar per Juli 2023

Karyawan beraktivitas di kantor BNI Life di Jakarta. Bisnis/Suselo Jati

Bisnis, JAKARTA — PT BNI Life Insurance atau BNI Life telah membayarkan klaim penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebanyak Rp14 miliar rupiah per Juli 2023.

Klaim tersebut merupakan kasus yang terjadi pada lebih dari 29.000 nasabah. Angka tersebut meningkat sebesar 18,75 persen dibandingkan Mei 2023. 

Penyakit ISPA dipicu oleh kualitas udara yang memburuk dan polusi udara yang tinggi. Belakangan ini, kualitas udara yang buruk tengah menjadi sorotan. Bahkan, Jakarta sempat menempati peringkat pertama dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Baca juga: Waspada Tren Kenaikan Klaim bagi Asabri & BPJS Ketenagakerjaan

“BNI Life mengcover penyakit ini untuk produk asuransi kesehatan,” kata Direktur keuangan BNI Life Eben Eser Nainggolan kepada Bisnis, Selasa (22/8/2023). 

Di tengah kondisi polusi udara yang buruk, Eben pun memberikan imbauan kepada masyarakat terkait penggunaan asuransi. Menurutnya, dengan menggunakan asuransi mampu mengurangi risiko finansial akibat penyakit yang disebabkan oleh kualitas udara yang buruk. 


Jajaran gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (22/8/2023). Polusi udara di Jakarta kembali menduduki peringkat 1 di dunia pada Selasa (22/8/2023).


Pertama, kenali produk asuransi yang akan diambil. Eben mengimbau masyarakat untuk memahami dengan baik cakupan asuransi kesehatan yang dimiliki, termasuk memahami apakah penyakit akibat polusi udara dicakup oleh polis asuransi mereka dan hingga sejauh mana cakupan tersebut berlaku.

Kedua apabila terjadi klaim yang perlu diajukan, segera hubungi perusahaan asuransi. “Mereka akan memberikan panduan tentang bagaimana mengajukan klaim, dokumen yang diperlukan, dan prosedur yang harus diikuti,” kata Eben. 

Baca juga: Berharap Taji OJK Saat Janji AJB Bumiputera Belum Terpenuhi

Ketiga memahami batasan, pengecualian, dan ketentuan dalam polis asuransi. Menurut Eben, beberapa jenis perawatan atau kondisi mungkin tidak di-cover oleh asuransi. 

Dengan demikian penting untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang dapat di-cover dan tidak dapat di-cover. (Pernita Hestin Untari)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.