Kolaborasi Hulu Migas Mewujudkan Ketahanan Energi dan Dekarbonisasi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan bahwa tak hanya peningkatan eksplorasi dan produksi migas, ketersediaan energi bersih pun menjadi salah satu fokus pemerintah.

Ibeth Nurbaiti

15 Mei 2024 - 17.53
A-
A+
Kolaborasi Hulu Migas Mewujudkan Ketahanan Energi dan Dekarbonisasi

Ilustrasi salah satu wilayah kerja migas. Dunia menghadapi tren baru yang mengadaptasi penggunaan energi bersih dan energi terbarukan (EBT). Industri hulu migas juga dituntut untuk mengaplikasikan tren tersebut. Sumber: SKK Migas

Bisnis, JAKARTA — Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) Tanah Air dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah, karena selain harus memenuhi kebutuhan energi yang kian meningkat, pelaku usaha juga diminta untuk menekan emisi karbon yang dihasilkan dari kegiatan operasi produksi. 

Di sisi lain, untuk memenuhi kebutuhan migas di dalam negeri yang terus meningkat juga bukanlah perkara mudah. Sejumlah persoalan klasik, mulai dari produksi yang menurun secara alamiah (natural decline) karena banyaknya lapangan tua hingga masalah keekonomian masih menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung terselesaikan.

Ditambah lagi dengan setumpuk kendala operasi di hulu migas yang sampai hari ini acapkali terjadi, menambah panjang daftar tantangan yang harus dilewati kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas. 

Kini, KKKS migas dituntut pula untuk menekan emisi karbon yang dihasilkan dari kegiatan operasi produksi demi mengejar target nol emisi karbon (net zero emissions/NZE) pada 2060 atau lebih cepat dari itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.