Komitmen Ciputra Group Kembangkan Hunian TOD Skala Kota di Maja

Mengusung konsep The Integrated New Town, Citra Maja Raya akan mengembangkan lahan seluas 2.600 hektare. Pengembangan Citra Maja Raya dilakukan dalam tiga tahap dengan luas 800 hektare.

Redaksi

30 Okt 2023 - 19.09
A-
A+
Komitmen Ciputra Group Kembangkan Hunian TOD Skala Kota di Maja

Perumahan Citra Maja Raya yang dibangun Ciputra Group di Lebak, Banten./Istimewa

Bisnis, JAKARTA – PT Ciputra Development Tbk (CTRA) melalui anak usahanya PT Ciputra Residence terus mengembangkan township Citra Maja Raya di Maja, Kabupaten Lebak, Banten. Citra Maja Raya merupakan perumahan skala kota dengan konsep pengembangan Transit Oriented Development (TOD), hanya berjarak 500 meter dari stasiun KRL commuter line Maja. 

Kawasan Maja telah ditetapkan pemerintah menjadi 1 dari 10 pembangunan kota baru di Indonesia pada 2015 melalui RPJM Nasional 20152019. Pembangunan Citra Maja Raya disesuaikan dengan Renstra Kementerian PUPR 20202024, dengan fokus pada pengembangan perumahan. 

Pada 2020, Presiden Joko Widodo juga telah menandatangani Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJM Nasional 2020–2024 menegaskan pentingnya pengembangan wilayah untuk mengurangi kesenjangan. 

Berdasarkan Master Plan Development Plan (MPDP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kota Baru Maja akan menempati lahan seluas 15.511 hektare (Ha) dan dapat mengakomodasi lebih dari 2,1 juta penduduk.

Pemerintah merencanakan kota baru Maja dengan akses yang mudah ke kota besar terdekat dan Jakarta baik melalui transportasi publik seperti KRL ataupun transportasi pribadi menggunakan jalan tol maupun jalan nasional. Kota Baru Maja juga akan menjadi basis ekonomi yang kuat dan kota satelit yang inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, pemerintah akan membangun infrastruktur kunci, termasuk tol Serpong – Balaraja dan Serang – Panimbang, Instalasi Pengelolaan Air Minum (IPA) di Rangkasbitung, serta Bendungan Karian.

Ciputra Group terus mendukung dan menyukseskan program pemerintah mengenai pembangunan kota baru publik Maja termanifestasi melalui komitmen dalam mengembangkan kawasan hunian terpadu Citra Maja Raya. Kawasan ini merupakan bukti Ciputra Group mendukung program sejuta rumah pemerintah karena menyediakan hunian layak yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Mengusung konsep The Integrated New Town, Citra Maja Raya akan mengembangkan lahan seluas 2.600 hektare. Pengembangan Citra Maja Raya dilakukan dalam tiga tahap dengan luas 800 hektare.

Managing Director PT Ciputra Residence Budiarsa Sastrawinata mengatakan saat ini sudah lebih dari 20.000 unit rumah dan komersial yang terbangun oleh Ciputra Group di Citra Maja Raya.

“Kami mengembangkan Citra Maja Raya secara bertahap, terbaru kami mulai mengembangkan tahap ketiga Citra Maja Raya yang memiliki luas mencapai 174 hektare dengan total unit rumah dan ruko yang dibangun mencapai lebih dari 11.000 unit,” ujarnya Senin (30/10/2023). 

Emiten berkode CTRA ini bakal membangun Citra Maja Raya tahap 3 sebanyak 3.000 unit rumah pada 2024. Hingga saat ini pihaknya telah berhasil menjual 21.000 unit rumah sejak pertama kali dibangun pada akhir 2014. Adapun nilai investasi pada proyek Citra Maja Raya 3 diperkirakan tak jauh berbeda dengan nilai investasi pada Citra Maja Raya 1 dan 2 yakni yang mencapai senilai Rp2 triliun.

“Target kita tahun depan kalau bisa 3.000 unit, soalnya kita akan mulai buka lagi Citra Maja Raya 3, sedangkan Citra Maja Raya 1 dan 2 kita sudah jual 21.000 unit,” katanya.

Baca Juga: Kepak Sayap Ciputra Group Bangun Hunian Terjangkau Skala Kota di Maja



Ciputra Group tetap berkomitmen dalam mengembangkan Citra Maja Raya menjadi sebuah proyek yang besar dan komprehensif. Rencananya setelah pengembangan tahap ketiga, Ciputra akan melanjutkan area pengembangan baru dengan luas 748 hektare.

Pengembang juga berkomitmen dalam membangun banyak fasilitas baru di Citra Maja Raya agar fasilitas kota semakin lengkap. Hal itu diwujudkan dengan pembangunan masjid kedua dan gereja bersama untuk terus melengkapi fasilitas Citra Maja Raya. Dalam pembangunan 2 rumah ibadah ini CTRA mengucurkan dana sebesar Rp20 miliar untuk pembangunan rumah ibadah berupa Masjid dan Gereja Bersama di Citra Maja Raya. Adapun dalam pembangunan masjid dan gereja ditargetkan dilakukan selama 1 tahun. 

“Masjid kita rencanakan biayanya hampir Rp11 miliar mungkin ke Rp12 miliar kalau sampe parkir-parkirannya. Kalau gereja hampir Rp8 miliar, jadi sampai Rp20 miliar untuk masjid sama gereja,” ucap Budiarsa. 

Kehadiran dua rumah ibadah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan penghuni Citra Maja Raya pada khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya untuk menjalankan ibadahnya dengan tenang dan khusuk.

Dia berharap pembangunan masjid dan gereja ini dapat menginspirasi kerukunan dan memupuk keindahan toleransi antar umat beragama sehingga terwujud lingkungan yang harmonis di Citra Maja Raya dan sekitarnya.

Adapun saat ini berbagai fasilitas yang telah dibangun yakni bioskop CGV, Funworld, Food Terrace food court, sports club, water world water park, sekolah Mutiara Bangsa, Muslim Cendekia Islamic School, masjid, klinik EcoMedika, convenience store, shuttle bus, dan perbankan.

Budiarsa meyakini kawasan Maja ini akan ramai dihuni. Pasalnya, Citra Maja Raya menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan hunian terjangkau dengan fasilitas lengkap. Terlebih bagi masyarakat yang bekerja di Jakarta tetapi belum mampu membeli properti di kota tersebut.

Melalui jalur KRL commuter line rute Maja – Serpong – Tanah Abang Jakarta penghuni yang memiliki mobilitas tinggi akan sangat terbantu dengan kemudahan akses ke transportasi umum sekaligus bisa menghemat biaya pengeluaran.

“Pengembangan ini seiring konsep eco culture. Kami berkomitmen untuk memberikan lebih dari sekadar hunian terjangkau tetapi  menciptakan lingkungan kehidupan. Kawasan ini  integrasi antara hunian yang terjangkau, fasilitas perkotaan yang lengkap, dan akses mudah ke transportasi umum,” tutur Budiarsa.

Baca Juga: Manuver Ciputra (CTRA) Tambah Proyek Baru CitraGarden Bintaro


Perkuat Transportasi Basis Rel

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan pemerintah berkomitmen untuk mempermudah akses transportasi publik masyarakat salah satunya dengan kereta api yang merupakan angkutan massal di perkotaan. Salah satu caranya yakni dengan menurunkan waktu antara kereta api atau headway yang sebelumnya 15 menit menjadi 6 menit saja.

“Kami ingin kereta api jadi suatu yang baik. Satu hari dari Maja terhadap 40.000 hingga 50.000 orang menuju Jakarta sekitar 15 persen penduduk di sini menggunakan kereta api. Kami ingin menambah kereta api sehingga headway hanya tinggal 6 menit,” ujarnya. 

Dia menuturkan penerapan hunian berskala kota yang terintegrasi dengan transportasi kereta api di Maja ini merupakan wujud kolaborasi aktif antara Pemerintah Daerah dan swasta. 

“Maja memang dari dulu menjadi impian karena sebuah kota baru yang memang punya konektivitas dengan Jakarta melalui kereta api. Ini berkat dukungan Pemda terhadap swasta menjadi penting,” katanya.

Budi berharap pemerintah daerah dan pengembang juga turut mengembangkan kawasan di sekitar Maja dan Rangkas Bitung. Hal ini agar tercipta lapangan pekerjaan di area Banten ini sehingga jumlah masyarakat yang menuju ke Jakarta untuk bekerja akan semakin sedikit. (Alifian Asmaaysi & Yanita Petriella)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.