Komitmen Investasi Foxconn saat Goyahnya LG di Proyek Baterai

Kementerian Investasi memastikan rencana investasi Hon Hai Precision Industry Co. Ltd atau Foxconn terealisasi pada tahun ini.

Jaffry Prabu Prakoso

7 Feb 2023 - 19.19
A-
A+
Komitmen Investasi Foxconn saat Goyahnya LG di Proyek Baterai

Bisnis, JAKARTA — Kementerian Investasi memastikan rencana investasi Hon Hai Precision Industry Co. Ltd, atau Foxconn terealisasi pada tahun ini. Kemajuan terjadi saat LG Energy Solution (LG) ragu-ragu menanamkan modal di proyek baterai.

Foxconn belakangan masih bernegosiasi dengan pemerintah ihwal lahan yang bakal dipakai untuk pembangunan industri baterai dan kendaraan listrik sesuai dengan hitung-hitungan pabrikan asal Taiwan tersebut. 

“Kami masih bernegosiasi dalam konteks mereka sedang mencari lahannya, tempatnya di mana. Soal pasti atau tidak [masuk], insyaallah pasti,” kata Deputi Promosi Penanaman Modal BKPM Nurul Ichwan saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (7/2/2023). 


Deputi Promosi Penanaman Modal BKPM Nurul Ichwan (kanan)./Youtube-bisniscom


Di sisi lain, kata Nurul, Foxconn juga tengah mengkaji skala relokasi pabrik mereka dari Taiwan menuju Indonesia. Harapannya saat berinvestasi di Indonesia, Foxconn dapat tetap memasok pasar mereka yang sudah ada di China, Eropa, hingga Amerika Serikat dengan efisien. 

“Cuma market existing mereka ada di China. Ini mereka harus mengukur lagi apakah juga kemudian dari sana dia bisa pasok kebutuhan di luar China dari Indonesia,” kata dia. 

Baca juga: Lirikan Pemerintah untuk Nuklir sebagai Pembangkit Listrik

Menurut dia, hasil kajian itu ditenggat rampung pada awal tahun ini untuk dapat ditindaklanjuti. Dia berharap realisasi investasi itu dapat segera dilakukan sesuai dengan lini masa yang ditetapkan otoritas penanaman modal pada triwulan pertama tahun ini.  “Kajiannya rampung itu harusnya tahun ini,” tuturnya. 

Kemajuan serta kepastian investasi pabrikan asal Taiwan itu disampaikan Nurul selepas kabar goyahnya kemitraan LG Energy Solution (LG) di usaha patungan penghiliran bijih nikel hingga pabrikan baterai listrik bersama dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) awal tahun ini. 

Baca juga: ENERGI BARU TERBARUKAN : Aral Menambal Listrik Nasional

LG disebutkan tidak tertarik untuk berinvestasi lebih lanjut hingga tingkat pabrikan baterai listrik seperti yang ditawarkan dalam perjanjian usaha patungan tersebut. Perusahaan berkeinginan untuk membatasi investasi mereka hanya pada tahap pembangunan smelter bijih nikel lewat rekanan konsorsium mereka, yakni Huayou Holding.

“Kami dapat informasi dari Aneka Tambang [Antam] bahwa LG itu masih belum jelas statusnya, tapi LG mendorong anggota konsorsiumnya Huayou untuk melanjutkan diskusi dan negosiasi,” kata Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII, Senin (6/2/2023).

Kendati demikian, Hendi menilai Huayou bukan mitra yang seimbang bagi Antam yang merupakan salah satu pemegang saham IBC. Dia beralasan bahwa rekanan konsorsium LG itu tidak memiliki keahlian serta pengalaman untuk pabrikan baterai setrum. Portofolio Huayou lebih banyak pada pengembangan smelter. 

“Kami masih menginginkan adanya konsorsium yang lengkap sampai ke EV manufacturer-nya, sedangkan Huayou kan bergerak hanya di pengembangan smelter,” tuturnya. (Nyoman Ary Wahyudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.