Free

Komitmen Pemerintah Pacu Konektivitas Daerah Terpencil

Di lapangan misalnya, muatan kapal dari Pulau Jawa ke wilayah terpencil selalu penuh. Kondisi ini berbanding terbalik saat kapal berlayar dari daerah 3TP ke Jawa. Meski begitu, pemerintah tetap melanjutkan program tersebut untuk memastikan konektivitas daerah kepulauan tetap terjadi.

Rayful Mudassir

30 Apr 2024 - 21.41
A-
A+
Komitmen Pemerintah Pacu Konektivitas Daerah Terpencil

Bisnis, JAKARTA - Pemerintah memastikan konektivitas logistik laut termasuk ke daerah tertinggal, terluar, terdepan, dan perbatasan (3TP) terus dipacu meski dihadapkan dengan sejumlah tantangan.


Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Capt Antoni Arif mengatakan bahwa logistik laut ke wilayah perbatasan merupakan tanggung jawab pemerintah. Terlebih wilayah 3TP berhubungan erat dengan masalah pertahanan, keamanan, ekonomi dan sosial budaya. 


Salah satunya adalah program tol laut. Di lapangan misalnya, muatan kapal dari Pulau Jawa ke wilayah terpencil selalu penuh. Kondisi ini berbanding terbalik saat kapal berlayar dari daerah 3TP ke Jawa. Meski begitu, pemerintah tetap melanjutkan program tersebut untuk memastikan konektivitas daerah kepulauan tetap terjadi. 


“Nggak mungkin pemerintah meninggalkan daerah 3TP. Kalau daerah 3TP terus tertinggal, komplain dan sebagainya, maka [mereka] akan lepas sendiri-sendiri. Jadi logistik itu tidak bisa dilepaskan dengan pertahanan, sosial budaya dan ekonomi,” katanya saat Bisnis Indonesia Shipping & Logistics Forum di Jakarta, Selasa (30/4/2024). 


Menurut Antoni, upaya peningkatan konektivitas tidak hanya berhubungan dengan keekonomian. Melainkan turut berperan dalam membangun pemerataan pembangunan di dalam negeri. Upaya ini kata dia memerlukan kolaborasi pentahelix baik dari pemerintah, pebisnis/pengusaha, praktisi dan akademisi serta masyarakat dan media. 


Baca juga: 

Kapal Baru Pakai Energi Terbarukan Makin Mendesak

Potensi Raya Bakauheni Harbour City Bak Kota di Singapura

Pentingnya Inovasi Tingkatkan Peran Maritim terhadap Pertumbuhan Ekonomi


Sementara itu, Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Group Hariyadi Sukamdani menjelaskan Indonesia memiliki posisi strategis di jalur perdagangan maritim global dan negara maritim terbesar di dunia. Hal ini lanjutnya, perlu dimanfaatkan oleh pemerintah maupun para pelaku logistik dengan memanfaatkan posisi Indonesia tersebut.


"Indonesia mengoperasikan beberapa pelabuhan internasional utama, seperti Tanjung Priok, Belawan dan Tanjung Perak. Pelabuhan ini penting menjadi distribusi logistik dan hub aktivitas ekspor dan impor. Sejumlah komoditas seperti, kelapa sawit, batu bara, dan tekstil menjadi kunci utama," jelasnya.


Berdasarkan data produk domestik bruto, sektor maritim berkontribusi berkisar 7% terhadap PDB. Industri maritim lanjutnya, mendukung perdagangan dan pertumbuhan ekonomi. 


"Angka 7% bisa ditingkatkan lagi, Indonesia perlu meningkatkan infrastruktur dan teknologi pelabuhan, modernisasi fasilitas, adopsi teknologi digital, adalah langkah-langkah kunci industri maritim bertahan dan berkembang di era global," tuturnya.


Demi meningkatkan peran tersebut, Indonesia perlu mengurai permasalahan utama terkait biaya logistik yang masih tinggi. Maka, penting menyelesaikan tantangan dan berstrategi mencapai target pertumbuhan tersebut.


Salah satu poin penting berikutnya, perlunya kolaborasi dan solusi inovatif dengan memanfaatkan kerja sama berbagai pemangku kepentingan sehingga dapat mempromosikan aktivitas maritim Indonesia.


"Mari gunakan momentum ini kembangkan strategi industri maritim dan logistik Indonesia ke tingkat lebih maju. Semoga diskusi saat ini bisa mengembangkan wawasan berharga dan langkah konkret masa depan lebih baik," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.