Komoditas Unggulan Indonesia, Budidaya Rumput Laut di NTT Dipacu

Rumput laut merupakan komoditas unggulan Indonesia yang terus digenjot produktivitasnya. Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu sentra budidaya rumput laut yang menjadi perhatian pemerintah.

Fatkhul Maskur

30 Nov 2021 - 20.17
A-
A+
Komoditas Unggulan Indonesia, Budidaya Rumput Laut di NTT Dipacu

Indonesia menjadi produsen nomor satu di dunia untuk rumput laut jenis Eucheuma cottoni dan menguasai lebih dari 80 persen pasokan untuk dunia. - Foto Kemenlu

Bisnis, JAKARTA - Rumput laut merupakan komoditas unggulan Indonesia yang terus digenjot produktivitasnya. Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu sentra budidaya rumput laut yang menjadi perhatian pemerintah.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggenjot produktivitas rumput laut di NTT untuk kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Salah satu langkahnya dengan aktif memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada masyarakat terkait produksi rumput laut menggunakan sistem kultur jaringan.

"Pemerintah akan bantu dari sisi produksi rumput lautnya," ujar Menteri Trenggono saat mengunjungi salah satu unit pengolahan rumput laut di Kupang, PT Rote Karagenan Nusantara, Selasa (30/11/2021).

Dalam kunjungan tersebut Menteri Trenggono menyerap aspirasi pelaku usaha rumput laut tentang terbatasnya bahan baku yang dapat diperoleh. Padahal permintaan dari stakeholder yang berasal dari luar negeri cukup besar. 

Melihat potensi tersebut, Menteri Trenggono menyakini bahwa meningkatnya produktivitas rumput laut dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan pembudidaya komoditas ini. 

Menteri Trenggono juga berharap penyerapan tenaga kerja lokal dari kegiatan budidaya maupun usaha rumput di NTT juga meningkat. 

Di samping itu, pelaku usaha diminta ikut memberikan bimbingan ke pembudidaya agar kualitas rumput laut yang dihasilkan lebih tinggi, dan membeli rumput laut basah dari para pembudidaya untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat.

"Masyarakat harus dilibatkan, jika membeli produk basah dari masyarakat, hasilnya akan langsung dirasakan. Masyarakat sekitar jadi sejahtera dan maju. Tidak perlu kirim jauh dari luar juga," katanya.

Unit pengolahan rumput laut di Kupang milik PT Rote Karagenan Nusantara. Foto KKP

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat mendukung penuh program terobosan KKP untuk menggenjot produktivitas rumput laut. Menurutnya, kegiatan budidaya rumput laut berjalan hampir di semua wilayah pesisir NTT.

"Kami dukung penuh dan siap untuk bergerak bersama KKP untuk meningkatkan produktivitas rumput laut," ujarnya.

TERBESAR DUNIA

Rumput laut merupakan komoditas budidaya yang akan digenjot produktivitasnya karena termasuk dalam program terobosan KKP periode 2021-2024, bersama dengan udang, lobster dan kepiting. 

Rumput laut selama ini juga termasuk komoditas unggulan ekspor, dimana sepanjang Januari hingga September 2021, nilai ekspornya mencapai US$236 juta.

Selain NTT, Indonesia memiliki sembilan provinsi lainnya sebagai sentra budidaya utama rumput laut, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Bali, Gorontalo, Maluku, dan Jawa Barat.

Indonesia, dengan 6.400.000 km2 luas lautan dan 110.000 km panjang garis pantai, serta didukung iklim tropis, merupakan wilayah yang sesuai untuk pertumbuhan berbagai jenis rumput laut.

Sebagai bagian dari segi tiga karang (coral triangle) dunia, Indonesia memiliki setidaknya 550 jenis varian rumput laut bernilai ekonomis tinggi dari sekitar 8.000 jenis yang ada di dunia dapat tumbuh dengan baik di Indonesia, termasuk jenis Eucheuma cottoni yang diperkirakan nilai potensinya mencapai US$10 miliar per tahun.

Merujuk data yang dirilis oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) pada 2019, Indonesia menjadi produsen nomor satu di dunia untuk rumput laut jenis Eucheuma cottoni dan menguasai lebih dari 80 persen pasokan untuk dunia. Untuk jenis tersebut, Indonesia sudah berhasil melakukan pengembangan dengan teknologi kultur jaringan.

Rumput laut miliki beragam manfaat bagi kesehatan. - Foto Kemenlu

Selain rasanya yang gurih, banyak juga aneka manfaat kesehatan dari rumput laut, seperti menjaga fungsi tiroid, sumber vitamin dan mineral, sebagai antioksidan, menjaga pencernaan dan kesehatan usus, menekan risiko penyakit jantung, hingga mengurangi lemak dalam tubuh dan lain-lain.

Selain untuk ekspor, pemerintah melakukan sosialisasi rumput laut dalam menu sehari-hari dan penggunaan rumput laut sebagai bahan tambahan dalam berbagai industri makanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.