Free

Kondisi Industri Alas Kaki RI usai Pabrik Sepatu Bata Tutup

Kondisi industri masih belum pulih normal meski pandemi telah usai. Ini ditambah oleh inflasi pangan pada awal tahun yang memicu lesunya daya beli konsumen.

Afiffah Rahmah Nurdifa

5 Mei 2024 - 18.40
A-
A+
Kondisi Industri Alas Kaki RI usai Pabrik Sepatu Bata Tutup

Model menunjukkan produk sepatu Bata. /Dok. Perseroan

Bisnis, JAKARTA – Industri alas kaki dalam negeri masih menghadapi tekanan sehingga kinerjanya masih terkontraksi pascapandemi. Terbaru, pabrik PT Sepatu Bata Tbk. (BATA) di Purwakarta harus tutup setelah hampir satu abad beroperasi.

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie mengatakan bahwa kondisi industri masih belum pulih normal meski pandemi telah usaiIni ditambah oleh inflasi pangan pada awal tahun yang memicu lesunya daya beli konsumen. 

"Beberapa brand pada Lebaran kemarin untuk segmen menengah-menengah ke bawah mengalami penurunan dibanding untuk periode yang sama di 2023 lalu. Yang pasti juga berpengaruh pada produsen alas kaki," kata Firman saat dihubungi, Minggu (5/5/2024). 

Salah satu produsen alas kaki di Indonesia yang terkena imbas, yakni pabrik sepatu Bata di Purwakarta yang akhirnya berhenti beroperasi per 30 April 2024. 

Baca juga: Sebab Sepatu Bata Tutup Pabrik di Purwakarta

Berdasarkan informasi yang diterima Aprisindo, penutupan pabrik sepatu tersebut dikarenakan adanya masalah pesanan yang sepi sehingga berdampak pada defisit yang harus ditanggung perusahaan. Namun, Firman belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut. 

"Terkait dengan penutupan pabrik Bata, karena kebetulan masih hari libur kami belum dapat penjelasan secara lebih detail," ujarnya. 

Secara umum, Firman menjelaskan bahwa Bata merupakan brand sepatu yang telah masuk dan mewarnai pasar domestik cukup lama. Bata memiliki segmen pasar dalam negeri dan sejumlah produk untuk pasar ekspor. 

Meskipun mengalami penghentian operasional pabrik di Purwakarta, perusahaan tersebut masih tetap menjalankan usahanya di Indonesia, khususnya di sektor ritel. 

"Saat ini bisnis Bata di Indonesia masih jalan. Khususnya untuk yang bidang ritelnya. Selain produksi di Purwakarta, Bata juga masih memiliki skema bisnis berupa order maklon ke pabrik lokal Indonesia untuk brand mereka," pungkasnya.



Adapun, PT Sepatu Bata Tbk (BATA) resmi menutup operasional pabrik sepatunya yang berlokasi di Purwakarta per 30 April 2024 lalu lantaran kerugian yang terus ditanggung selama 4 tahun terakhir. 

Corporate Secretary BATA Hatta Tutuko mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, tetapi kerugian dan tantangan industri akibat pandemi hingga perubahan perilaku konsumen terlampau cepat tak mampu dibendung. 

"Perseroan sudah tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta, karena permintaan pelanggan terhadap jenis produk yang dibuat di Pabrik Purwakarta terus menurun," kata Hatta, dikutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca juga: Pabrik Sepatu Bata Tutup, Asosiasi Buka-bukaan Kondisi Industri Alas Kaki RI

Bahkan, Hatta menerangkan bahwa kapasitas produksi di pabrik tersebut jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan secara berkelanjutan dari pemasok lokal di Tanah Air.

Adapun, pada Januari—September 2023 tercatat kerugian BATA mencapai Rp80,65 miliar atau meningkat 294,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp20,43 miliar.  

Sementara itu, penjualan bersih BATA pada periode tersebut turun 0,42% menjadi Rp488,47 miliar atau lebih rendah dari tahun sebelumnya Rp490,57 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.