Konsep Wisata Berkelanjutan, Ini Langkah Labuan Bajo

Labuan Bajo dirancang untuk menjadi setinasi wisata yang menerapkan konsep berkelanjutan. Terkait dengan hal itu, pengelolaannya pun menerapkan sejumlah langkah yang memperhatikan aspek lingkungan.

Redaksi

27 Nov 2021 - 20.56
A-
A+
Konsep Wisata Berkelanjutan, Ini Langkah Labuan Bajo

Keindahan Labuan Bajo ketika Matahari terbenam./Antara

Bisnis, JAKARTA – Destinasi Labuan Bajo di Manggarai barat, Nusa Tenggara Timur, telah memperkuat adaptasi tren baru pariwisata setelah pandemi Covid-19 melandai dengan menghadirkan berbagai produk bagi wisatawan.

"Industri pariwisata di Labuan Bajo sudah mulai beradaptasi dengan menghadirkan produk wisata, salah satunya dengan memperkuat sektor meeting, incentive, conference, and exhibition (MICE)," kata Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina.

Dia menyebutkan terdapat perubahan drastis dalam tren kunjungan wisatawan setelah pandemi Covid-19 melandai. Menurut dia, tren pariwisata di era kenormalan baru pun berubah arah seperti banyaknya agenda rapat di Labuan Bajo sehingga pilihannya pun menjadi banyak yakni rapat di ruangan, di pantai, di kapal, atau di destinasi wisata.

Saat menjadi narasumber dalam Virtual Conference Economic Outlook 2022 pekan ini, ungkapnya melalui keterangan tertulis kepada Antara pada Sabtu (27/11/2021), dia mengatakan bahwa Labuan Bajo sebagai destinasi super premium harus memberi pengalaman kepada wisatawan yang tetap terintegrasi dengan konsep wisata berkelanjutan.

Dia mengemukakan menyebut ada tujuh indikator yang menjadi fokus yakni pelestarian lingkungan, peningkatan sumber daya manusia, manajemen perjalanan, kuliner, keamanan, kesehatan, pengembangan unsur amenitas termasuk akomodasi, dan fasilitasi lain seperti jalan, pelabuhan, serta aktivitas.

Menurut Shana, pariwisata berkualitas ialah pariwisata yang menawarkan pengalaman luar biasa dan membuat rindu sehingga konsep wisata tata ruang dan premium harus terintegrasi dan menghasilkan pengalaman yang tidak terlupakan. Itulah konsep quality tourism yang dikembangkan di Labuan Bajo.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno yang menjadi pembicara kunci dalam kegiatan tersebut berharap masyarakat optimis sembari tetap melakukan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

Sandiaga juga mengajak berkolaborasi dengan 3G: Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama), dan Gaspol (Garap Semua Potensi Lapangan Kerja) sehingga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lekas bangkit kembali dan mampu membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan menyejahterakan masyarakat.

Sebelumnya BPOLBF berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memperkuat upaya pemasaran produk pelaku UMKM di Labuan Bajo.

"Sebagai akselerator pembangunan pariwisata di Labuan Bajo Flores, BPOLBF berkoordinasi dengan lembaga pendidikan dalam hal ini ITB untuk bisa berbagi ilmu kepada teman-teman pelaku UMKM khususnya yang ada di Labuan Bajo tentang cara memasarkan produknya,” kata Shana.

Kolaborasi BPOLBF dan Laboratorium Etnogafi Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB tersebut direalisasikan pada 9 November 2021.

Shana berharap baik pelaku UMKM dan BPOLBF sendiri mendapatkan solusi untuk memasarkan setiap bidang usaha yang ada di kawasan pariwisata Labuan Bajo. Dia juga berharap kegiatan tersebut dapat memberi referensi dan acuan dalam memperkuat pemasaran produk UMKM.

INVESTASI BERWAWASAN LINGKUNGAN

Selanjutnya, dia mengungkapkan pula bahwa BPOLBF mendorong investasi pariwisata Labuan Bajo tetap berwawasan lingkungan.

"BPOLBF siap bersinergi dengan pemerintah dan mendukung investasi yang berwawasan lingkungan, yang memperhatikan kaidah-kaidah pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di Labuan Bajo," kata Shana Fatina seperti dilansir Antara.

Hal

Sejumlah kapal siap sandar di Labuan Bajo./Antara

Hal tersebut dia katakan sebagai bentuk apresiasi atas pembangunan Warloka Marina dan Resort Pulau Purung di Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat yang telah dimulai dengan peletakan batu pertama bulan lalu

Menurut Shana, kehadiran Warloka Marina dan Resort Pulau Purung dapat menjadi destinasi wisata baru dan memberi pilihan produk yang beragam dari wisata Labuan Bajo. Apalagi Pulau Purung memiliki ekosistem Mangrove yang menjadi aset penting untuk dikembangkan dengan baik.

Shana berharap bertambahnya jumlah akomodasi dan hunian di Manggarai Barat diiringi kolaborasi bersama warga desa Warloka untuk membuka peluang titik atraksi dan pengembangan produk wisata baru.

Dia juga ingin Warloka Marina dan Resort dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kualitas profesionalisme pariwisata masyarakat setempat.

Melalui pengembangan destinasi pariwisata baru, kiranya meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas, yakni mereka akan tinggal lebih lama dan membeli produk lokal lebih banyak.

"Tugas kami adalah menyiapkan kapasitas Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia. Mari kita tunjukkan pengelolaan yang berkelanjutan di sana dan penggunaan berbagai produk wisata untuk masyarakat," kata Shana.

Warloka Marina dan Resort Pulau Purung adalah resor yang akan dibangun dengan berbagai fasilitas pariwisata berkelas. Konsep pembangunannya ramah lingkungan dengan menampilkan kearifan lokal dan unsur-unsur tradisional khas NTT. Pembangunannya sendiri ditargetkan selesai pada 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Syahran Lubis

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.