Konser hingga Staycation Jadi Faktor Penyebab Kredit Macet Pinjol Anak Muda

Gaya hidup anak muda mulai dari staycation hingga nonton konser menjadi salsah satu faktor penyebab tumbukan kredit macet pinjaman online atau pinjol.

Rika Anggraeni

6 Feb 2024 - 14.26
A-
A+
Konser hingga Staycation Jadi Faktor Penyebab Kredit Macet  Pinjol Anak Muda

Ilustrasi laki-laki yang frustasi akibat memiliki kredit macet di pinjaman online (pinjol)./ Dok Freepik

Bisnis, JAKARTA — Gaya hidup anak muda mulai dari staycation hingga nonton konser menjadi salsah satu faktor penyebab tumbukan kredit macet pinjaman online atau pinjol.

Direktur Ekonomi Digital dan Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, tingkat konsumtif yang tinggi, konsumsi leisure, namun tidak diiringi dengan pendapatan yang memadai menjadi kombinasi yang menyebabkan kredit macet pinjol khususnya di kalangan peminjam dana (borrower) muda.

Sejak akhir 2022, Huda telah memperkirakan kredit macet di usia muda di rentang umur di bawah 19 tahun dan 19–34 tahun akan mengalami lonjakan kredit macet.

“Terlebih banyak event konser hingga launching gadget yang menyebabkan permintaan penduduk usia muda ini. Jadi memang gejala kredit macetnya naik sudah ada sejak tahun 2022,” kata Huda kepada Bisnis, Senin (5/2/2024).

Baca Juga: Duduk Perkara Polemik Pinjol & Opsi Student Loan Demi Bayar UKT

Selain itu, lanjutnya, ketika menjelang lebaran dan setelah akhir tahun, di mana banyak permasalahan terjadi di 3 bulan pasca lebaran dan pasca akhir tahun. “Ada yang staycation tapi pake pinjol. Itu ada,” ujarnya.

Berdasarkan data Statistik P2P lending November 2023 yang dipublikasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Selasa (30/1/2024), outstanding pinjaman online (pinjol) kredit macet di atas 90 hari mencapai Rp1,66 triliun per November 2023.

OJK mencatat kredit macet pinjol masih didominasi dari pinjaman perseorangan yang mencapai Rp1,24 triliun atau mengambil porsi sebesar 74,45% terhadap total pinjaman macet pada November 2023.

Dari sana, juga terlihat kredit macet di atas 90 hari mayoritas berasal dari laki-laki yang mencapai Rp689,67 miliar. Sedangkan kredit macet di kelompok perempuan mencapai Rp550,53 miliar.

Jika ditelusuri lebih jauh, kalangan usia 19–34 tahun masih mendominasi tingkat kredit macet pinjol, yaitu dengan outstanding pinjaman mencapai Rp715,5 miliar. Porsi kredit macet di usia 19–34 tahun di level 57,69%.

Baca Juga: Viral Pinjol ITB, Sri Mulyani Gercep Siapkan Student Loan LPDP

“Jumlah rekening penerima pinjaman aktif di usia 19–34 tahun mencapai 288.226 entitas,” demikian yang tercantum dari data OJK, dikutip pada Minggu (4/2/2024).

Kemudian, kredit macet diikuti usia 35–54 tahun dengan outstanding pinjaman mencapai Rp483,65 miliar. Pada rentang usia ini, regulator mencatat ada 140.766 rekening penerima pinjaman aktif.

Berikutnya, outstanding pinjaman dengan kredit macet di atas usia 54 tahun mencapai Rp39,19 miliar dengan 13.940 penerima pinjaman aktif. Sedangkan usia di bawah 19 tahun mencatat outstanding pinjaman kredit macet sebesar Rp1,86 miliar dan 1.836 penerima pinjaman aktif pada November 2023.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.