Free

Kontribusi Pengembang Kurangi Angka Kecelakaan Kerja Konstruksi

Sektor industri konstruksi masih menjadi penyumbang terbesar kasus kecelakaan kerja di Indonesia. PT Ciputra Residence terus berupaya untuk dapat mencapai target zero accident atau kecelakaan kerja nol persen pada pembangunan proyek perumahan yang dikembangkan di seluruh Indonesia pada tahun 2023.

Yanita Petriella

30 Nov 2022 - 00.01
A-
A+
Kontribusi Pengembang Kurangi Angka Kecelakaan Kerja Konstruksi

Ilustrasi konstruksi pembangunan proyek

Bisnis, JAKARTA – Industri konstruksi berisiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Sektor industri konstruksi masih menjadi penyumbang terbesar kasus kecelakaan kerja di Indonesia. Setiap tahunnya, sektor konstruksi menyumbang 32 persen dari total kasus kecelakaan kerja di Indonesia.

Di posisi dua, sektor industri manufaktur menyumbang 31,6 persen kasus kecelakaan kerja di Indonesia. Lalu disusul industri transportasi sebesar 5,3 persen, industri kehutanan 3,8 persen, dan industri pertambangan sebesar 2,6 persen. Selama kurun waktu tahun 2017 hingga 2022 terdapat 48 kasus kecelakaan konstruksi di Indonesia. 

Berdasarkan data Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2), bahwa kecelakaan di lokasi konstruksi jalan tol menempati posisi terbesar dengan jumlah 22 kasus. Kemudian kecelakaan konstruksi gedung 9 kasus, Light Rail Transit (LRT) 3 kasus, jembatan 3 kasus, kereta api 7 kasus, tanggul 1 kasus, bendungan 2 kasus, dan lain-lain 1 kasus. Dari total kasus kecelakaan konstruksi itu, 43 kasus di antaranya karena kelalaian teknis, 4 kasus karena faktor alam, dan 1 kasus masih dalam proses penyelidikan.

Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sekaligus Ketua Kelompok Keahlian Manajemen dan Rekayasa Konstruksi, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) Khrisna Suryanto Pribadi mengatakan sering klai kecelakaan kerja terjadi di proyek konstruksi karena kurang memperhatikan aspek Kesehatan, Keselamatan, Kerja dan Lingkungan Hidup (K3L) atau Health, Safety, and Environment (HSE) dan kurangnya pengawasan saat pelaksanaan kegiatan proyek. 

Menurutnya, agar kecelakaan konstruksi tak terjadi pada proyek konstruksi maka harus mulai digencarkan kampanye pentingnya HSE. HSE berfungsi untuk menyediakan kondisi kerja yang sehat dan aman, tidak hanya bagi para pekerjanya tetapi juga masyarakat dan lingkungan yang ada di sekitar area kerja tersebut.

HSE penting diterapkan pada sektor konstruksi untuk mencegah cedera, cacat, dan kematian akibat kecelakaan, dan penyakit pada pekerja dan orang lain pada proyek konstruksi sebagai pemenuhan hak dasar (asasi) yang termasuk dalam aspek kemanusiaan. Kemudian mencegah kerugian dan kerusakan akibat dari terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja seperti kehilangan jam kerja, biaya perawatan, santunan, kerusakan aset dan lingkungan, yang termasuk dalam aspek ekonomi.
   
Selanjutnya, memenuhi aspek legal atau regulasi untuk menghindari tuntutan hukum akibat kecelakaan, penyakit dan kerusakan lingkungan pada proyek konstruksi. Kemudian, meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan kesejahteraan tenaga kerja guna memenuhi aspek produktivitas. Terakhir, meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, serta partisipasi kerja bagi seluruh stakeholder dan pelaku kegiatan pada sektor konstruksi, serta meningkatkan kesejahtraan di lingkungan sekitar sebagai pemenuhan aspek lingkungan. 

Baca Juga: Satu Pekerja Tewas Terkena Gas Beracun di PLTP Dieng

Adapun cara agar perusahaan bisa mengimplementasikan HSE yakni dengan menyediakan fasilitas kesehatan dan tanggap darurat di tempat kerja. Selain itu, menyediakan pelatihan K3 dasar secara berkala kepada seluruh pekerja. Lalu juga penyediaan berbagai peralatan keselamatan seperti alat pemadam api dan atribut perlengkapan keselamatan pekerja seperti helm dan sepatu safety

Menurutnya, HSE ini belum banyak diterapkan pada proyek konstruksi rumah tapak. Hal itu karena lingkup proyek pekerjaan rumah tapak ini cenderung kecil dibandingkan pembangunan gedung sehingga seringkali pengembang mengabaikan penerapan HSE. 

“Maka dari itu, sangat penting menerapkan HSE pada proyek-proyek konstruksi rumah tapak. Siapa bilang, membangun selokan di rumah tapak risikonya lebih rendah ketimbang bangun gedung? Jadi saya mengajak para pengembang makin menggencarkan penerapan HSE,” tutur Khrisna, Selasa (29/11/2022). 


Targetkan Zero Accident

PT Ciputra Residence yang merupakan anak usaha dari PT Ciputra Development Tbk (CTRA) merupakan salah satu pengembang yang telah menerapkan HSE sejak 2015. Ciputra terus berupaya untuk dapat mencapai target zero accident atau kecelakaan kerja nol persen pada pembangunan proyek perumahan yang dikembangkan di seluruh Indonesia pada tahun 2023. 

Kecelakan kerja dalam pembangunan proyek memang tak bisa dihindari. Namun, Ciputra berupaya agar tidak terjadi kecelakaan kerja sehingga penerapan terus dalam pembangunan proyek terus digalakkan. 

Associate Director PT Ciputra Residence Merry Lantani menuturkan HSE yang telah diterapkan dalam proyek Ciputra sejak tahun 2015 ini sangat berdampak signifikan dalam pengurangan angka kecelakaan kerja sebesar 20 persen setiap tahunnya. Sepanjang tahun 2022 ini, hanya ada 3 kecelakaan kerja terjadi di lingkungan proyek Ciputra yakni Citra Garden Puri Jakarta Barat, Citra Raya Tangerang, dan Citra Batam. 

“Namun kecelakaan konstruksi yang terjadi tidak menyebabkan sampai meninggal seperti kejatuhan material. Ini setiap tahunnya berkurang. Saat ini unsur HSE sudah berada pada angka 95 persen. Target kami tahun depan bisa zero accident,” katanya. 

Direktur PT Ciputra Residence Agussurya Widjaja menuturkan penerapan HSE di lingkungan kerja proyek pembangunan sangat berdampak besar dalam keberlanjutan perusahaan. Pasalnya, dengan menerapkan HSE ini dapat mengurangi kecelakaan kerja dan juga polusi udara. 

“Kalau kami tidak menerapkan HSE dalam sebuah pekerjaan proyek maka akan banyak terjadi kecelakaan dalam proyek, polusi udara yang besar sehingga berdampak pada protes pada perusahaan yang bisa-bisa proyek kami ditutup dan tidak lanjut,” ucapnya. 

Melalui penerapan HSE ini menjadi sebuah investasi penting bagi perusahaan karena akan memperlancar proses produksi bangunan hunian. Namun demikian, untuk menerapkan HSE ini juga membutuhkan biaya yakni seperti pembelian alat perlengkapan keselamatan kerja helm, sepatu safety, rompi proyek dan lain sebagainya. 

“HSE yang diterapkan kami ada standarisasi sehingga para kontraktor harus mengikutinya. Kami juga ada pengawas HSE. Memang untuk rumah tapak, HSE belum popular di kalangan pengembang maupun kontraktor. Berbeda dengan apartemen atau high rise dimana penerapannya ada HSE. Meski 1 lantai rumah tapak, harus menetapkan HSE,” terangnya. 

Di samping menggalakkan penerapan HSE, Ciputra Residence juga memberikan penghargaan HSE Award yang digelar secara berkala hingga delapan tahun berjalan. Hal ini merupakan upaya perusahaan untuk mengejar target zero accident. 

Adapun terdapat 80 peserta yang mengikuti HSE Awards 2022 yang berebut empat kategori penghargaan untuk mitra kerja kontraktor dan dua penghargaan untuk internal proyek Ciputra Residence. 


Periode penilaian empat kategori untuk mitra kontraktor dan dua kategori untuk internal proyek PT Ciputra Residence dilaksanakan sejak Desember 2021 sampai dengan Oktober 2022. Kriteria penilaian didasarkan pada Health, Safety dan Environment Scoring, Non Conformities Report and Corrective Action Request (NCR CAR), Incident Report, dan observasi. Kemudian, satu kategori lainnya terkait Inovasi Health, Safety, & Environment untuk internal proyek PT Ciputra Residence, penilaiannya berdasarkan penyajian materi presentasi, perubahan hasil sebelum dan sesudah, efisiensi biaya dan standarisasi untuk menjamin keberlanjutan.

Penghargaan empat kategori untuk mitra kontraktor, diantaranya tujuh puluh tujuh kontraktor mendapatkan penghargaan Building Contractors With Zero Accident. Lalu, lima personil HSE kontraktor mendapatkan penghargaan Best Implementation Health, Safety & Environment Officer Contractors.

Kemudian, lima kontraktor mendapatkan penghargaan Best Implementation Health, Safety & Environment Contractors. Selain itu, lima kontraktor mendapatkan penghargaan Best Implementation Working At Height Contractors.

Sementara, penghargaan dua kategori untuk internal proyek PT Ciputra Residence, diantaranya sembilan proyek mendapatkan penghargaan Project With Zero Accident dan tiga proyek mendapatkan penghargaan Health, Safety & Environment Improvemet Project. Komitmen Ciputra Residence dalam penerapan HSE ini memberikan optimisme tinggi perusahaan dalam mengembangkan hunian dan mixed-use development.

Untuk diketahui, Ciputra Residene kini memiliki membangun proyek-proyek jangka panjang lainnya di berbagai pulau di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan. Proyek pertama dan tertua Ciputra Residence adalah Citra Garden City yang dikembangkan sejak 1989. Lokasinya yang sangat strategis, yaitu dekat dengan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, menjadi keunggulan utama.

Disusul dengan Citra Raya Tangerang. Dikembangkan di atas lahan seluas 2.760 hektar, proyek ini menjadi proyek terbesar di dalam Grup Ciputra. Adapun, proyek terbaru Ciputra Residence yaitu Citra Garden Serpong seluas 350 hektar yang berada di area strategis Serpong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.