Korea Selatan Krisis Urea

Urea, bahan utama dalam cairan yang digunakan pada kendaraan diesel dan pabrik bertujuan mengurangi emisi, biasanya dibuat dengan menggunakan batu bara.

Zufrizal

10 Nov 2021 - 17.33
A-
A+
Korea Selatan Krisis Urea

Orang-orang yang mengantre untuk membeli larutan air urea di Iksan, 180 kilometer selatan Seoul.-Yonhap

Bisnis, JAKARTA — Sekitar 18.700 ton urea yang ditahan China akan segera dikirim ke Korea Selatan, untuk sementara mengurangi kekurangan bahan penolong penting yang digunakan untuk mengurangi emisi dari kendaraan bermesin diesel.

China telah mengonfirmasi akan melanjutkan proses ekspor untuk 18.700 ton urea padat yang sebelumnya dikontrakkan ke perusahaan Korsel, kata Kementerian Luar Negeri Korsel Rabu (10/11/2021) seperti dikutip dari koreaherald.com.

Menurut seorang pejabat Kemenlu, dari jumlah tersebut, lebih kurang 300 ton urea telah melewati bea cukai dan akan dapat meninggalkan pelabuhan di China pada minggu depan, lebih kurang 6.800 ton masih dalam pemeriksaan, sedangkan pemeriksaan melalui aplikasi sebanyak 11.600 ton belum selesai.

Urea | Podcast | Chemistry World

Urea ditahan di bea cukai di China setelah negara tersebut bulan lalu mengumumkan mandat inspeksi pada beberapa pupuk dan bahan terkait, termasuk urea, untuk mengatasi krisis listrik negara yang dipicu oleh kekurangan pasokan batu bara.

Urea, bahan utama dalam cairan yang digunakan pada kendaraan diesel dan pabrik bertujuan mengurangi emisi, biasanya dibuat dengan menggunakan batu bara.

Sejak China secara efektif membatasi ekspor urea, Korsel telah bergulat dengan kekurangan yang parah, dan banyak yang khawatir bahwa pasokan yang ketat dapat meningkat menjadi krisis transportasi dan logistik yang besar. Korsel mengimpor semua ureanya dari luar negeri, dengan China menyumbang 97 persen.

Sebanyak 18.700 ton urea dari China dapat dicampur dengan air untuk menghasilkan sekitar 56.100 ton larutan urea yang dikenal sebagai solar exhaust fluid. Mengingat industri otomotif lokal menggunakan rata-rata 24.000 ton hingga 27.000 ton per bulan, jumlah itu dapat memenuhi kebutuhan domestik untuk dua hingga tiga bulan.

“Dengan jumlah cadangan domestik yang tidak ditentukan, tidak akan ada masalah pasokan urea untuk tiga bulan ke depan,” kata seorang pejabat pemerintah.

Kemenlu Korsel telah meningkatkan diplomasi untuk mengamankan pasokan urea dari China dan negara lain.

Seoul berencana mengimpor 27.000 liter larutan urea dari Australia melalui jet militer minggu ini, serta 200 ton urea dari Vietnam minggu depan. Saat ini juga sedang dalam pembicaraan dengan sekitar 10 negara untuk mengimpor perkiraan gabungan 10.000 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Zufrizal

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.