Free

KPPU Akhirnya Turun Tangan Selidiki Naiknya Harga Beras

Harga beras dalam negeri sempat melonjak bahkan melampaui harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Ni Luh Anggela

29 Feb 2024 - 12.03
A-
A+
KPPU Akhirnya Turun Tangan Selidiki Naiknya Harga Beras

Pekerja sedang memindahkan beras stok Bulog. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

BisnisJAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi terhadap kenaikan harga beras di dalam negeri.

Anggota KPPU Hilman Pujana mengatakan, tim investigasi yang terdiri dari anggota kajian dan penegak hukum KPPU ini akan melakukan diskusi dari hasil pengumpulan data terkait untuk kemudian ditindaklanjuti ke tahap penyidikan.

“Syaratnya kan kalau kita menemukan alat bukti baru kita bisa naikkan [ke penyidikan],” kata Hilman di Kantor KPPU, Rabu (28/2/2024).

Dia menuturkan, pihaknya saat ini tengah melakukan pengumpulan informasi mengenai kenaikan harga beras. Kendati demikian, dia belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai tim khusus ini lantaran masih kurangnya informasi.

Baca juga: Beras Langka di Ritel Modern karena Caleg

“Intinya kenapa kita membentuk tim khusus tentunya kami sudah melihat ada hal-hal yang tim KPPU perlu turun untuk melihat hal-hal di sektor-sektor ini,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, harga beras dalam negeri sempat melonjak bahkan melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Pemerintah mematok HET sebesar Rp13.900-Rp14.800 per kilogram untuk beras premium dan Rp10.900-Rp11.800 per kilogram untuk beras medium.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia A. Widyasanti, mengungkapkan, kenaikan harga komoditas beras didorong oleh minimnya pasokan di beberapa wilayah akibat faktor cuaca dan rusaknya beberapa akses jalan, serta terhambatnya distribusi komoditas pangan.

“Tingginya harga beras dipengaruhi oleh suplai yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan permintaan yang tinggi,” ungkap Amalia dalam rilis BPS, Kamis (1/2/2024).



Selain itu, adanya restriksi negara eksportir telah menyebabkan lonjakan harga beras di tingkat global.

Pemerintah sendiri telah menyiapkan program untuk menjaga stabilitas harga beras secara berkelanjutan. Salah satunya, penderasan stok beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dan beras komersial ke seluruh Indonesia.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bapanas telah menugaskan Perum Bulog untuk meningkatkan penyaluran beras hingga 250.000 ton per bulan.

Adapun, total beras SPHP yang telah digelontorkan di berbagai pasar ritel modern mencapai 7.596 ton hingga Februari 2024. 

Baca juga: Harga Beras Meroket, KPPU Turun Tangan Bentuk Tim Investigasi

Sementara untuk beras komersial, Perum Bulog telah menyalurkan secara luas ke pasar-pasar. Arief menargetkan, penyaluran beras komersial hingga 30 Maret 2024 dapat memenuhi target 250.000 ton.

Sebagai informasi, pemerintah sejak akhir 2023  telah menggelontorkan 200.000 ton beras hingga Maret 2024 ke penggilingan padi untuk membantu mempercepat stabilisasi harga.

“Kita minta tolong penggiling padi untuk bantu cetak beras yang 5 kilogram untuk didistribusikan ke seluruh ritel, termasuk para tradisional,” ujar Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi beberapa waktu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.