Kratom Masih Boleh Ekspor meski Diduga Golongan Psikotropika

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi menyebut bahwa kegiatan ekspor kratom secara legal formal belum dilarang.

Ni Luh Anggela

6 Okt 2023 - 13.29
A-
A+
Kratom Masih Boleh Ekspor meski Diduga Golongan Psikotropika

Daun kratom yang diolah jadi obat. /sumsel.bnn.go.id.jpg

Bisnis, JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih berhati-hati dalam membahas ekspor kratom. Ini lantaran status dari tanaman itu sendiri masih belum jelas apakah termasuk dalam golongan psikotropika atau tidak.

Meski demikian, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi menyebut bahwa kegiatan ekspor kratom telah dilakukan jika merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS). Apalagi kratom masuk ke dalam list yang tidak diatur ekspornya.

“Kalau dilihat dari angkanya ternyata ada [ekspor kratom]. Nah, ini mungkin menjelaskan bahwa memang secara legal formal belum dilarang. Tetapi kami pun hati-hati melakukan itu karena memang, dari kami tidak ada surat persetujuan ekspornya ya. Hanya masuk ke list yang memang tidak diatur ekspornya,” jelas Didi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2023).

Baca juga: Buka-bukaan Penyebab Pembatasan Distribusi Beras

Menurut data BPS yang diolah Kemendag, nilai ekspor kratom Indonesia sempat turun dari US$16,23 juta pada 2018 menjadi US$9,95 juta pada 2019. 

Nilai ekspor kratom kembali meningkat pada 2020, yakni US$13,16 juta dan terus menunjukkan tren meningkat hingga 2022. 

Kinerja ekspor yang positif ini terus berlanjut pada 2023. Tercatat sepanjang Januari-Mei 2023, nilai ekspor kratom Indonesia tumbuh 52,04 persen menjadi US$7,33 juta.

Sementara itu, secara volume, sejak 2018 hingga 2021 selalu mengalami penurunan dengan tren pelemahan sebesar -14,81 persen. Lalu pada 2022, volume ekspor kratom mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 87,90 persen menjadi 8.210 ton.

Pertumbuhan yang positif itu berlanjut pada periode Januari-Mei 2023 dengan nilai pertumbuhan sebesar 51,49 persen, bila dibandingkan periode yang sama pada 2022.


Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2023)/Bisnis-Ni Luh Anggela

Kemudian, jika melihat negara tujuan utama ekspor kratom Indonesia, Amerika Serikat menempati urutan pertama pada periode Januari—Mei 2023, yakni sebesar US$4,86 juta, diikuti Jerman US$0,61 juta, India US$0,44 juta, dan Republic Czech US$0,39 juta.

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan sebelumnya telah merestui dan mendukung ekspor kratom lantaran potensinya yang cukup tinggi di pasar global.

“Saya tentu saja kalau ada yang mau ekspor, yang penting petani dapat dolar, senang, makmur, tidak apa-apa,” kata Zulhas pada akhir Agustus 2023.

Baca juga: TikTok Shop Resmi Tutup di Indonesia 4 Oktober

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut bahwa belum ada larangan terkait perdagangan kratom hingga saat ini. Oleh karena itu, menurut dia, jika Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melarang penggunaan kratom sebagai suplemen maupun obat herbal, hal tersebut tak menjadi hambatan untuk Indonesia mengekspor kratom. 

“Orang Amerika Serikat datang ke kami mau beli ini [kratom] bisa nggak? Bisa saja kan belum dilarang. Kalau nanti ada yang sakit bukan urusan kita,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.