Free

Kripto FTX Punya Utang ke 50 Kreditur, Totalnya Rp48,48 Triliun

Para kreditur yang nama dan lokasinya tidak diungkapkan, merupakan para individu dan institusi yang terjebak dalam kebangkrutan FTX.

Jaffry Prabu Prakoso

21 Nov 2022 - 16.14
A-
A+
Kripto FTX Punya Utang ke 50 Kreditur, Totalnya Rp48,48 Triliun

Cofounder bursa kripto FTX Sam Bankman-Fried. /Bloomberg

JAKARTA – Bursa kripto FTX milik Sam Bankman-Fried yang bangkrut memiliki utang kepada 50 kreditur tanpa jaminan terbesarnya senilai total US$3,1 miliar atau setara Rp48,48 triliun (asumsi kurs Rp15.641 per dolar AS)

Mengutip Bloomberg, Senin (21/11/2022), dokumen Pengadilan Kepailitan AS terbaru yang menangani kebangkrutan FTX mengungkapkan bahwa utang kepada pelanggan FTX masing-masing bernilai lebih dari US$200 juta.

Entitas terkait FTX berhutang kepada kreditur tanpa jaminan tunggal terbesar mereka lebih dari US$226 juta.

Hal tersebut merujuk kepada daftar 50 kreditur teratas yang diajukan FTX pada Sabtu malam waktu setempat. Semuanya terdaftar sebagai pelanggan dan sepuluh di antaranya memiliki klaim masing-masing lebih dari US$100 juta.

Karyawan beraktivitas di Mining farm Rekeningku.com di Cibitung, Jawa Barat, Selasa (21/9/2021). Mining Farm yang telah berjalan sejak Oktober 2017 itu kini memiliki lebih dari 2.000 unit GPU dengan mayoritas menambang koin kripto Ethereum (ETH). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti 

Para kreditur, yang nama dan lokasinya tidak diungkapkan, merupakan individu dan institusi yang terjebak dalam kebangkrutan FTX. Sebanyak 50 klaim terbesar semuanya berasal dari pelanggan yang berutang US$21 juta atau lebih.

Di AS, perusahaan yang bangkrut diharuskan untuk mengungkapkan informasi tentang hutang mereka sebagai bagian dari proses kepailitan. Kreditor akan mempertimbangkan cara terbaik bagi FTX untuk membayar utangnya saat kebangkrutan terungkap.

FTX mengatakan bahwa memiliki aset dan kewajiban masing-masing setidaknya US$10 miliar dalam dokumen pengadilan pendahuluan. Menurut pengacara FTX, kasus ini mungkin melibatkan lebih dari satu juta kreditur.

Adapun investor yang sebelumnya mendukung FTX akan kehilangan sebagian besar modal mereka. Dalam pernyataan Kamis (17/11/2022), lembaga sovereign wealth fund milik pemerintah Singapura, Temasek, mengungkapkan bahwa investasinya sebesar US$275 juta di FTX dan bisnis terkait, menyumbang 0,09 persen dari nilai portofolio bersihnya sebesar US$403 miliar.

Baca juga: Harta Miliarder Kripto Bankman-Fried Raib Rp248 Triliun

Sementara itu, sejak FTX pertama kali berhenti memproses penarikan dana pelanggan, pemberi pinjaman kripto BlockFi juga telah membekukan akun pelanggan karena batas kredit mereka hanya US$250 juta.

Selain itu, Crypto.com juga menghadapi penarikan dan pengawasan pelanggan yang lebih tinggi sementara Genesis sebagai pemberi pinjaman kripto terbesar di industri, telah menghentikan penarikan pelanggan.

Tidak Sampai 1% di Indonesia

Pangsa pasar aset kripto yang perdagangannya diberhentikan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Token FTX tercatat tidak sampai 1 persen.

Baca juga: 'PR' Persoalan Aturan Aset Kripto di Indonesia

Bappebti sendiri telah resmi menghentikan perdagangan aset kripto Token FTX menyusul bangkrutnya perusahaan pembuat aset kripto tersebut.

Plt Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko dalam keterangan resminya pada Kamis (17/11/2022) menjelaskan bahwa penghentian perdagangan menyusul kejatuhan FTX ke dalam krisis pada 11 November 2022 silam.

“Saat ini, FTX dalam proses mengajukan status bangkrut di sistem pengadilan Amerika Serikat. Terkait hal itu, banyak nasabah melakukan penarikan dari FTX secara besar-besaran dan menyebabkan harganya turun drastis,” jelas Didid.

Bappebti mencatat, nilai transaksi Token FTX di Indonesia pada periode Januari–Oktober 2022 adalah senilai Rp106,5 milliar dengan total nilai volume transaksi sebesar 193.435.

Karyawan beraktivitas di Mining farm Rekeningku.com di Cibitung, Jawa Barat, Selasa (21/9/2021). Mining Farm yang telah berjalan sejak Oktober 2017 itu kini memiliki lebih dari 2.000 unit GPU dengan mayoritas menambang koin kripto Ethereum (ETH). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti 

Didid menambahkan bahwa pangsa pasar Token FTX terbilang kecil pada transaksi kripto di Indonesia. Total nilai transaksi aset kripto tersebut bahkan tidak sampai 1 persen.

“Pangsa Token FTX hanya 0,038 persen dari total nilai transaksi aset kripto di Indonesia periode Januari - Oktober 2022 sebesar Rp279,8 trilliun,” jelasnya. (Farid Firdaus dan Lorenzo Anugrah Mahardhika)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.