Krisis Listrik Berlalu, Manufaktur China Ekspansi Lagi

Ketersediaan listrik menghidupkan kembali mesin pabrik dan kenaikan harga mulai mereda.

Nindya Aldila

30 Nov 2021 - 17.10
A-
A+
Krisis Listrik Berlalu, Manufaktur China Ekspansi Lagi

Pusat baterai tegangan tinggi baru di China secara resmi dibuka Senin (14/9/2020)./BMW

Bisnis, JAKARTA – Indeks manufaktur China berbalik ke arah ekspansi setelah berbulan-bulan terkontraksi akibat krisis listrik.

Dikutip Bisnis.com dari Bloomberg, Selasa (30/11/2021), purchasing managers’ index China naik menjadi 50,1 setelah terus di bawah 50 selama 3 bulan terakhir.   

Ketersediaan listrik menghidupkan kembali mesin pabrik dan kenaikan harga mulai mereda. Hal ini membantu menopang ekonomi yang dilanda kemerosotan sektor properti.

Kelangkaan energi yang sempat menonaktifkan mesin industri selama September dan Oktober mereda karena produsen batu bara meningkatkan produksi dan persediaan sudah meningkat.

Ahli statitik Biro Statistik Nasional Zhao Qinghe mengatakan langkah yang dilakukan pemerintah memperkuat pasokan energi dan menstabilkan harga telah membuahkan hasil. Harga input manufaktur tercatat turun tajam menjadi 52,9 dari 72,1, sementara harga output jatuh ke 48,9 dari 61,1.

Kendati kenaikan terjadi di hampir seluruh PMI, data juga menyoroti permintaan yang masih lemah dari dalam dan luar negeri. Indeks ekspor baru naik 48,5, masih terkontraksi selama 7 bulan. Pesanan baru hanya naik tipis dari 48,8 menjadi 49,4.

Lebih dari sepertiga perusahaan yang disurvei mengatakan permintaan yang sepi masih menjadi tantangan terbesar. Hal ini mengindikasikan tekanan ekonomi masih sangat terasa, kata Zhang Liqun, peneliti Pusat Penelitian Pengembangan Dewan Negara.

Menurutnya, prioritas saat ini adalah memperbesar permintaan domestik dengan memainkan peranan yang lebih besar pada investasi pemerintah sehingga mengerek investasi korporasi, lapangan pekerjaan, dan konsumsi rumah tangga.

"Tekanan ke bawah pada ekonomi tetap kuat dan munculnya varian omicron menambah ketidakpastian ekonomi global," kata Kepala Ekonom Asia Bloomberg Chang Su.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Sri Mas Sari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.