KRL 12 Gerbong Segera Mendominasi pada 2025

Trainset dengan stamformasi 8 dan 10 kereta masih akan beroperasi selama proses retrofit berjalan. Namun, setelah proses retrofit rampung, stamformasi 12 kereta akan lebih banyak beroperasi.

Lorenzo Anugrah Mahardhika

7 Nov 2023 - 15.23
A-
A+
KRL 12 Gerbong Segera Mendominasi pada 2025

Sejumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) berada di stasiun Manggarai, Jakarta. Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis, JAKARTA – PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter menyebut operasional KRL Jabodetabek akan didominasi oleh rangkaian dengan stamformasi 12 kereta dalam 1 rangkaian (trainset) mulai 2025 mendatang. 

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, menjelaskan hal ini sejalan dengan adanya upaya peremajaan dan penambahan armada kereta.

Hal tersebut dilakukan melalui opsi retrofit dan pengadaan kereta baru dari PT Industri Kereta Api (Persero) sebanyak 16 rangkaian kereta yang ditargetkan mulai beroperasi 2025 mendatang.

Baca juga: Stasiun LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Sama-Sama Kebocoran

Anne menjelaskan, 16 trainset baru yang dipesan dari Inka akan memiliki stamformasi 12 kereta. Artinya, 1 rangkaian kereta akan terdiri dari 12 kereta atau gerbong yang dapat menampung lebih banyak penumpang dibandingkan dengan stamformasi 8 atau 10 kereta. 

Serupa, tiga trainset impor yang akan didatangkan KAI Commuter juga memiliki stamformasi 12 kereta. Dengan demikian, KAI Commuter akan memesan sebanyak total 36 kereta atau gerbong dari luar negeri.


Rangkaian kereta rel listrik (KRL) yang dikelola oleh anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) berada di dipo kereta, Depok, Jawa Barat. Bisnis/Himawan L Nugraha

"Pengadaan trainset baru ini baik yang dari Inka maupun impor sudah tidak ada lagi yang 8 atau 10 kereta stamformasinya," kata Anne di Kantor KAI Commuter, Jakarta pada Senin (6/11/2023).

Meski demikian, Anne mengatakan trainset dengan stamformasi 8 dan 10 kereta masih akan beroperasi selama proses retrofit berjalan. Namun, setelah proses retrofit rampung, stamformasi 12 kereta akan lebih banyak beroperasi.

Adapun, Anne menjelaskan saat ini KAI Commuter memiliki 1.115 gerbong atau kereta yang dioperasikan. Dengan skema stamformasi saat ini, perusahaan mengoperasikan sekitar 110 trainset.

Anne mengatakan, KAI Commuter akan mulai melakukan proses retrofit sebanyak empat rangkaian pada 2023. Kereta yang di-retrofit terdiri atas tiga rangkaian seri Metro 05 dan satu rangkaian seri Metro 6000. Proses retrofit ini akan membutuhkan waktu selama 13-15 bulan.

Baca juga: Pandangan Garuda (GIAA) soal Isu Tarif Batas Atas Tiket Dihapus

“Nanti setelah 4 rangkaian selesai di-retrofit, 4 lainnya akan masuk bengkel untuk di-retrofit dan seterusnya hingga prosesnya selesai ke seluruh 19 rangkaian,” kata Anne.

Sementara itu, Anne menuturkan, proses retrofit trainset akan berdampak pada turunnya jumlah armada operasional. Meski demikian, dia memastikan KAI Commuter tidak akan mengurangi frekuensi perjalanan kereta per harinya.

“Dalam masa pengadaan impor KRL dan retrofit, kebijakan KCI tidak akan mengurangi frekuensi perjalanan,” kata Anne.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.