Kuda-Kuda China Bangun Pembangkit EBT di Gurun Pasir

Proyek yang terletak di Gurun Kubuqi, Mongolia ini akan memiliki kapasitas pembangkit 16 gigawatt setelah selesai dikerjakan.

Jaffry Prabu Prakoso

30 Des 2022 - 19.52
A-
A+
Kuda-Kuda China Bangun Pembangkit EBT di Gurun Pasir

JAKARTA – China mulai mengerjakan proyek energi terbarukan senilai 80 miliar yuan atau Rp172 Triliun di Mongolia Dalam. Proyek ini merupakan bagian dari peluncuran tenaga listrik bersih secara besar-besaran untuk mencapai target iklim ambisius Negeri Panda tersebut.

Dilansir dari bisnis.com yang mengutip Bloomberg pada Jumat (30/12/2022), salah satu kontraktor, China Three Gorges Group, mengungkapkan bahwa proyek yang terletak di Gurun Kubuqi ini akan memiliki kapasitas pembangkit 16 gigawatt setelah selesai dikerjakan. Fasilitas ini akan menjadi proyek terbarukan terbesar di dunia di wilayah gurun pasir.

Nantinya, proyek ini mampu mengalirkan listrik 40 miliar kilowatt-hour (kwh) ke China, Tianjin, dan provinsi Hebei setiap tahunnya dengan lebih dari setengahnya berasal dari tenaga bersih.

Ilustrasi petugas membersihkan PLTS atap./Istimewa

Dilansir dari Xinhua, proyek ini akan mencakup 8 gigawatt tenaga surya dan 4 gigawatt energi angin, ditambah 4 gigawatt tenaga batu bara yang ditingkatkan untuk menyesuaikan permintaan puncak.

Basis energi bersih adalah bagian dari rencana China untuk membangun pembangkit listrik energi terbarukan dengan kapasitas 450 gigawatt, terutama di daerah pedalaman yang luas. China, bulan lalu mengumumkan bahwa telah mulai membangun pembangkit dengan kapasitas 95 gigawatt pada tahap pertama.

China menargetkan memiliki pembangkit listrik tenaga angin/bayu (PLTB) dan surya (PLTS) sebesar 1.200 gigawatt dan tahun 2030, tahun di mana negara tersebut menargetkan puncak emisi karbon.

Baca juga: Maju Mundur Pajak Karbon, Batas Emisi Belum Jelas

Meski demikian, China Three Gorges tidak memberikan kerangka waktu untuk penyelesaian proyek di Mongolia tersebut, tetapi fase konstruksi saat ini termasuk pembangunan PLTS dengan kapasitas 1 gigawatt dilengkapi dengan penyimpanan energi.

Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara mengungkapkan bahwa basis energi adalah salah satu dari 22 proyek tenaga terbarukan yang diluncurkan Three Gorges dengan kapasitas gabungan yang direncanakan sebesar 19,6 gigawatt dan total investasi 101 miliar yuan.

Harga Listrik EBT Indonesia Harus Kompetitif

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan harga jual listrik dari sumber energi baru terbarukan (EBT) dapat lebih kompetitif dari harga input kelistrikan batu bara.

Hitung-hitungan Jokowi menunjukkan bahwa harga jual listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mestinya berada di kisaran US$2 sen per kilowatt hour (kWh) hingga US$4 sen per kWh.

Baca juga: Reksa Dana ESG Makin Memikat

Kalkulasi itu, kata Jokowi, dapat menopang komitmen pemerintah untuk menggandakan nilai tambah dari kegiatan hilirisasi mineral dan produk lainnya agar dapat kompetitif di pasar dunia. Apalagi, produk hasil pengolahan mendatang mesti bersaing dari sisi keberlanjutan.

“Saya sudah minta strategi hilirisasi ini harus dibuat dalam ekosistem besar didukung oleh energi hijau yang murah ini akan jadi product premium,” kata Jokowi saat membuka Outlook Perekonomian Indonesia 2023 di Hotel The Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (21/12/2022). (Asahi Asry Larasati dan Nyoman Ary Wahyudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.