Kuda-Kuda Multifinance di Pembiayaan Mobil Listrik

Kepopuleran kendaraan linstrik dan dukungan sejumlah insentif mendorong perusahaan multifinance atau pembiayaan mulai menyiapkan strategi untuk ambil peluang dalam penyaluran kredit pada sektor ini.

Asteria Desi Kartikasari
Apr 21, 2022 - 1:26 PM
A-
A+
Kuda-Kuda Multifinance di Pembiayaan Mobil Listrik

Mobil listrik Niisan Leaf masih berstatus impor utuh atau CBU. /Bisnis-Muhammad Khadafi

Bisnis, JAKARTA—   Industri pembiayaan atau multifinance nampaknya telah pasang kuda-kuda untuk ikut ambil bagian sebagai penyedia kredit kendaraan berbasis listrik.

Apalagi, Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) menjadi agenda besar pemerintah untuk menekan emisi karbon.  Tak heran, agenda tersebut juga diikuti oleh perusahaan pelat merah maupun swasta selaku penyedia infrastruktur, hingga pelaku usaha di sektor pendukung industri tersebut. 

Kondisi tersebut diperkuat dengan adanya stimulus  pemacu penyaluran kredit produktif maupun konsumtif untuk segala hal terkait KBLBB, masifnya pembangunan infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), serta mencuatnya beragam aktivitas para petinggi negara yang mengisyaratkan dukungan terhadap ekosistem KBLBB. 

Salah satu pemain besar, emiten pembiayaan  PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk alias Adira Finance (ADMF) mengakui mulai memberikan kode-kode bahwa perseroan sanggup melayani masyarakat yang minat berganti ke kendaraan berbasis listrik yang lebih hijau. 

Salah satunya lewat perhelatan International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022 yang disponsorinya bersama induk usaha, Bank Danamon dan MUFG, sukses menghadirkan gambaran bahwa kendaraan listrik punya peluang menyumbang porsi besar terhadap portofolio pembiayaannya di masa depan. 

“Animo pengunjung terhadap kendaraan listrik alias EV cukup baik di IIMS Hybrid 2022 lalu. Hal ini tampak dari banyaknya kesempatan yang kami dapatkan untuk pengajuan pembiayaan EV di ajang tersebut,” ujar Presiden Direktur Adira Finance I Dewa Made Susila kepada Bisnis, Rabu (20/4/2022). 

Sebagai gambaran, pameran yang meraup nilai transaksi mencapai Rp3,4 triliun terhadap 9.634 unit kendaraan ini turut dimeriahkan mobil-mobil dengan teknologi battery electric vehicle (BEV), plug-in hybrid (PHEV), dan hybrid electric vehicle (HEV), serta sepeda motor atau skuter listrik dari berbagai merek. 

Made sempat menjelaskan bahwa sebelumnya mobil-mobil berbasis listrik memang masih mengambil porsi kecil dalam portofolio ADMF. Sementara itu, ADMF sebelumnya lebih fokus ke pembiayaan sepeda motor listrik berbagai merek, seperti Viar, Gesit, Selis, Volta, dan United. 

Ke depan, ADMF akan mengusung strategi memperkuat sinergi dengan induk usaha untuk memacu pembiayaan KBLBB. Dukungan induk usaha harapannya membuat biaya dana alias cost of funds untuk pembiayaan ke segmen ini menjadi lebih murah, sehingga bunga yang dikenakan ADMF pun bisa bersaing dengan para kompetitor. 

 “Jadi, secara umum Adira Finance pun mendukung program KBLBB yang tengah menjadi sorotan pemerintah sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kami,” tambah Made. 

 Meski begitu, ADMF masih menyoroti fenomena anjloknya harga jual kembali mobil dan motor berbasis listrik, sehingga penyaluran pembiayaan masih akan dilakukan dengan lebih berhati-hati. 

Sumber: Gaikindo, Penjualan Mobil ListrikKuartal Pertama 2022

Adapun, PT Mandiri Tunas Finance sebagai leasing yang fokus melayani pembiayaan mobil baru justru telah melihat peningkatan kesadaran masyarakat terkait kendaraan listrik sejak lama, meskipun realisasi terhadap transaksi masih minim. 

Sebagai gambaran, penyaluran pembiayaan MTF untuk segmen kendaraan ini mencapai kisaran Rp50 miliar dari total Rp20,5 triliun. Sementara itu, pada awal tahun ini, angka penyalurannya sudah hampir setara dari total kinerja penyaluran kuartal I/2022 senilai Rp6,46 triliun. 

 Direktur Sales & Distribusi Mandiri Tunas Finance William Francis menjelaskan bahwa minimnya realisasi transaksi tersebut disebabkan oleh tingginya biaya uang muka (DP). Harga unit pun notabene tergolong lebih tinggi dibandingkan mobil-mobil mesin bakar konvensional. 

 Oleh sebab itu, kolaborasi dengan induk usaha dalam memanfaatkan stimulus Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk penyaluran kredit menjadi salah satu strategi untuk keluar dari hambatan tersebut. 

 “Strategi ini positif, buktinya ada peningkatan porsi pembiayaan kendaraan listrik dengan DP kurang dari 20 persen. Tahun lalu itu cuma 10 persen dari total, sementara sejak awal tahun ini sekitar 25 persen - 30 persen,” ujarnya kepada Bisnis. 

Pendekatan berbeda, PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance/CNAF) mencoba menjaring calon debitur potensial pembeli mobil hybrid, BEV, dan PHEV dari membangun platform pameran virtual. 


Petugas mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Fatmawati, Jakarta, Sabtu (12/12/2020). Fast charging 50 kW ini didukung berbagai tipe gun mobil listrik. ANTARA FOTO\r\n

 Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman menjelaskan bahwa hal ini demi menyesuaikan karakter debitur peminat kendaraan elektrik yang biasanya tech-savvy, serta punya standar tinggi soal pelayanan prima. 

 “Kami punya rencana memperbesar [pembiayaan mobil] elektrik, dan platform pameran virtual yang kami bangun ini salah satunya untuk memperkenalkan secara lebih masif ke para pelanggan. Sebab, rencananya akan ada tema-tema tertentu di setiap pameran,” ungkapnya dalam diskusi terbatas bersama media beberapa waktu lalu. 

Terkini, platform 3D Virtual Exhibition CNAF sudah soft-launch dan rencananya akan meluncur ke publik dalam waktu dekat. CNAF sudah menggandeng BMW untuk menyelenggarakan pameran perdana. Berikutnya, CNAF mengaku tengah mengincar pabrikan dengan brand mobil listrik, hybrid, atau PHEV terkemuka untuk meramaikan platform miliknya. 

Selain itu, pria yang akrab disapa Aris ini mengungkap bahwa pihaknya juga bersiap mengambil momentum mulai larisnya mobil-mobil berbasis listrik lewat mengusung promo pengenaan bunga yang lebih ringan. Bahkan, yang terendah mencapai 0 persen untuk tenor 12 bulan. 

Adapun, CNAF pun memiliki bukti bahwa mobil-mobil tipe ramah lingkungan sudah mulai laris, yaitu penyaluran pembiayaan segmen ini yang mencapai kisaran Rp8 miliar pada kuartal I/2022, dibandingkan kuartal I/2021 hanya sekitar Rp5 miliar. 

Sebelumnya, Bank Indonesia telah menyempurnakan ketentuan uang muka atau down payment (DP) bagi pemberian Kredit/Pembiayaan Kendaraan Bermotor (KKB/PKB) untuk pembelian kendaraan listrik berbasis baterai menjadi 0 persen.

 Kebijakan itu tercantum di Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 22/13/PBI/2020 tentang Perubahan Kedua atas PBI No. 20/8/2018 tentang Rasio LTV untuk Kredit Properti, Rasio FTV untuk Pembiayaan Properti, dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor (PBI LTV/FTV dan Uang Muka). 

Peraturan ini menjelaskan jenis kendaraan yang dapat dibeli kredit tanpa uang muka. Mobil hybrid atau PHEV tidak masuk dalam aturan ini. Hanya mobil bertenaga baterai yang bisa menikmati Dp 0 persen.
 
 (Reporter: Aziz Rahardiyan)

Editor: Asteria Desi Kartikasari
company-logo

Lanjutkan Membaca

Kuda-Kuda Multifinance di Pembiayaan Mobil Listrik

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ