Free

Kuota Pertalite di Tengah Ketertarikan Pengusaha pada BBM Nonsubsidi

Margin atau keuntungan dari penjualan BBM nonsubsidi relatif lebih besar dibandingkan BBM subsidi jenis Pertalite.

Stepanus I Nyoman A. Wahyudi

25 Mei 2024 - 19.01
A-
A+
Kuota Pertalite di Tengah Ketertarikan Pengusaha pada BBM Nonsubsidi

Bisnis, JAKARTA — Pertamina dipastikan tetap menyalurakan BBM jenis Pertalite (RON 90) kepada masyarakat sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah tahun ini. 

Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo mengatakan bahwa hal tersebut sekaligus menampik kabar ihwal adanya penarikan penjualan Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Meski begitu, Pertamina juga tengah mendorong penjualan produk anyar Pertamax Green 95, campuran Pertamax (RON 92) dengan kandungan 5% etil alkohol atau etanol pada segmen komersial. 

“Terkadang SPBU secara komersial ingin menjual Pertamax Green karena permintaanya juga banyak,” kata Ega di di SPBE Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (25/5/2024).

Baca juga: Jalan Terjal Penerapan Biodiesel B40

Di sisi lain, Ega mengatakan, perseroannya tetap menjual Pertalite sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Jumlah itu telah ditetapkan pemerintah hingga tingkat kabupaten atau kota. 

“Secara korporasi kita ingin bermain di segmen tersebut. Kita ingin memberikan produk yang lebih baik ya karena lebih ramah lingkungan,” tuturnya. 

Tercatat hingga April 2024, realisasi penyaluran Pertalite secara nasional adalah sebanyak 9,9 juta Kiloliter (KL), dari total Kuota Pertalite tahun 2024 yang telah ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sebesar 31,7 juta KL.

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) mengungkapkan margin atau keuntungan dari penjualan BBM nonsubsidi relatif lebih besar dibandingkan BBM subsidi jenis Pertalite.  

Situasi itu belakangan dianggap membuat sejumlah pengusaha SPBU untuk berhenti menjual Pertalite.  

 

 

“Selama ada margin pasti masih menguntungkan, tapi BBM nonsubsidi marginnya lebih besar,” kata Ketua Hiswana Migas DPC DKI Jakarta Syarief Hidayat kepada Bisnis, Senin (29/4/2024).  

Seperti diberitakan sebelumnya, wacana pembatasan pembelian hingga penghapusan BBM jenis Pertalite telah bergulir sejak tahun lalu.  

Belakangan pun ramai diberitakan ada SPBU di wilayah DKI Jakarta sudah mulai tak menjual BBM subsidi tersebut. Salah satunya, SPBU Pertamina yang berada di Jalan Raya Pos Pengumben, Jakarta Barat.  

Berdasarkan penelusuran di lapangan oleh Bisnis pada Kamis (25/4/2024), SPBU dengan nomor 34.116.08 tersebut nampak sudah menghilangkan BBM jenis Pertalite dari papan harga mereka.  

Baca juga: Alasan Bisnis, Beberapa SPBU Absen Jual Pertalite

Terlihat pada papan informasi harga yang terpampang di depan SPBU, hanya terlihat informasi harga dari BBM non-subsidi atau Pertamax Series, Dexlite, dan Pertamina Dex saja. Mesin dispenser yang berisi Pertalite juga tak tersedia di SPBU tersebut.  

Menurut pengamatan Bisnis, hanya ada dispenser dengan jenis BBM Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, serta produk BBM baru Pertamina, yakni Pertamax Green 95. 

Bisnis tak berhasil menemui manager SPBU tersebut untuk melakukan konfirmasi. Namun, menurut keterangan salah satu petugas, Pertalite tak lagi dijual di SPBU itu sejak Lebaran 2024.  

Sudah dari Lebaran [tidak ada Pertalite],” ujar salah satu petugas. Meski sudah tidak menjual Pertalite, SPBU yang berada dipinggir jalan arteri ini masih dipadati oleh pembeli. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.