Free

Kuota ST009 Ditambah jadi Rp6,5 Triliun karena Sangat Diminati

Awalnya, pemerintah hanya mematok kuota Rp3 triliun, namun karena besarnya minat investor kuota terus ditambah. Hingga pagi ini, nilai pemesanan ST009 telah mencapai Rp6,01 triliun atau sisa kuota hanya sekitar Rp482,1 miliar.

Jaffry Prabu Prakoso

17 Nov 2022 - 23.15
A-
A+
Kuota ST009 Ditambah jadi Rp6,5 Triliun karena Sangat Diminati

Ilustrasi sukuk ritel. Pemerintah kembali menaikkan kuota nasional pemesanan Green Sukuk Ritel-Sukuk Tabungan (ST) seri ST009. /Kemenkeu

JAKARTA – Pemerintah kembali menaikkan kuota nasional pemesanan Green Sukuk Ritel-Sukuk Tabungan (ST) seri ST009. Ini karena tingginya minat investor memborong instrumen investasi yang aman, cuan, antiriba dan berwawasan pelestarian lingkungan ini.

Dikutip dari bareksa.com, pemerintah pada Kamis pagi (17/11/2022) kembali menambah kuota pemesanan ST009 jadi Rp6,5 triliun dari sebelumnya Rp6 triliun. 

Awalnya, pemerintah hanya mematok kuota Rp3 triliun, namun karena besarnya minat investor kuota terus ditambah. Hingga pagi ini, nilai pemesanan ST009 telah mencapai Rp6,01 triliun atau sisa kuota hanya sekitar Rp482,1 miliar. 


Nasabah sedang melakukan transaksi pembelian Sukuk Ritel SR013 melalui kantor cabang BNI Syariah, Jumat (28/8)./bnisyariahrn


Belajar dari penerbitan SBN Ritel seri sebelumnya, pemerintah bisa menutup masa penawaran lebih awal dari jadwal karena target penjualan sudah tercapai. Adapun jadwal masa penawaran ST009 berlangsung selama 20 hari pada 11 - 30 November 2022.

Kementerian Keuangan menetapkan kupon atau imbal hasil Sukuk Tabungan seri ST009 sebesar 6,15 persen per tahun. Sifat kupon ST009 adalah floating with floor alias mengambang dengan batas minimal. 

Baca juga: Melihat Peran Sukuk Dongkrak Kinerja Bank Syariah

Dibandingkan suku bunga acuan Bank Indonesia, yakni BI 7 Days Reverse Repo Rate yang saat ini di level 4,75 persen, maka selisih (spread) imbal hasilnya 1,4 persen atau 140 basis poin (bps). Setelah dipotong pajak, imbal hasil bersih ST009 senilai 5,535 persen. 

Investasi ST009 sangat cocok bagi investor pemula karena aman dijamin negara. Selain itu, modal awal untuk membeli sukuk ini sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp1 juta (1 unit) dan maksimal Rp2 miliar (2.000 unit). 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memaparkan bahwa tingginya permintaan terhadap ST009 utamanya didukung oleh kupon yang relatif tinggi dibandingkan dengan dengan SBN ritel yang terbit sebelumnya. 

Baca juga: Pemerintah Tawarkan Lagi Sukuk Tabungan, Pahami Keuntungannya

Masyarakat juga tertarik dengan sifat kupon ST009 yang mengambang. Dengan proyeksi Bank Indonesia (BI) masih berpotensi menaikan suku bunga lagi dalam 3 bulan ke depan, maka kupon ST juga akan naik.

“Nilai kupon yang menarik juga menjadi daya tarik ST009 dibandingkan dengan aset finansial lainnya, seperti deposito yang peningkatannya cenderung bersifat gradual,” jelasnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (16/11/2022).

Josua memprediksi penyerapan ST009 ini akan tinggi dan berpotensi menembus Rp6 triliun sepanjang masa penawarannya.

Sebelumnya, Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Dwi Irianti mengatakan bahwa antusiasme investor ritel akan cukup besar pada ST009.


ILUSTRASI OBLIGASI. Bisnis/Himawan L Nugraha.  


Seiring dengan hal tersebut, Dwi mengatakan bahwa pemerintah siap mengakomodasi animo masyarakat dengan menambah kuota penjualan. Meski demikian, pemerintah akan menambah kuota tersebut sesuai dengan batas maksimum yang telah ditetapkan

"Kami masih akan akomodir minat masyarakat. Insya Allah bisa ditambah hingga di atas Rp5 triliun," katanya. (Bareksa.com dan Lorenzo Anugrah Mahardhika)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.