Laba Bank Mandiri Tumbuh Tiga Kali Lipat Dibanding Era Pandemi

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sukses mencetak kenaikan laba 33,7% sepanjang 2023 lalu menjadi Rp55,1 triliun. Capaian ini sekaligus menandai rekor laba bersih perseroan dan tingkat pertumbuhan tiga kali lipat dibanding kondisi tahun pertama pandemi.

Fahmi Ahmad Burhan

31 Jan 2024 - 17.58
A-
A+
Laba Bank Mandiri Tumbuh Tiga Kali Lipat Dibanding Era Pandemi

Bisnis, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sukses menutup tahun 2023 dengan capaian laba konsolidasi yang mengesankan, tumbuh lebih dari tiga kali lipat dibanding capaian kinerja pada tahun pandemi 2020 lalu.

Emiten berkode saham BMRI ini telah melaporkan kinerja keuangan perseroan untuk periode akhir tahun 2023. Hasilnya, perseroan menorehkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp55,1 triliun. Ini merupakan capaian laba tertinggi dalam sejarah perseroan, seiring dengan pertumbuhan sebesar 33,7% dibanding capaian 2022 yang senilai Rp41,17 triliun.

Di sisi lain, jika dibandingkan dengan kondisi saat pandemi atau di tahun 2020, kinerja perseroan di periode pemulihan pandemi ini sudah jauh lebih kuat.

Tahun 2020 lalu perseroan hanya mencetak laba Rp16,8 triliun setelah turut memperhitungkan konsolidasi bank-bank syariah BUMN ke dalam PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS). Jika dibandingkan capaian tersebut, maka laba Bank Mandiri 2023 sudah melesat lebih dari tiga kali lipat atau di atas 200%.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, mengatakan bahwa kinerja laba Bank Mandiri sepanjang 2023 itu diraih di tengah berbagai tantangan yang ada. Hal ini menunjukkan kekuatan bisnis perseroan yang solid untuk menciptakan peluang pertumbuhan baru.

Baca Juga:

BRI Sukses Pecahkan Rekor Laba Bersih di 2023

Adu Strategi Bankir Percepat Penyaluran KUR

Sinyal Bahaya yang Terus Bernyala dari NPL Tinggi BPR

Siasat Bank Digital Demi Likuiditas Lebih Longgar

Laju Kredit UMKM Mulai Melambat, Target Bakal Tak Tercapai?

Membaca Arah Kredit Konsumsi 2024

Nasabah Korporasi Topang Kinerja Bank: Prospek 2024?

"Kondisi ekonomi Indonesia masih resilien didorong peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi, dan inflasi yang masih terjaga. Di sisi lain, ruang kinerja fiskal Indonesia masih besar untuk dapat terus mendukung perekonomian,” kata Darmawan dalam paparan kinerja pada Rabu (31/1/2024).

Adapun, kinerja pada 2023 didorong oleh pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang lebih tinggi dibandingkan dengan industri. Kredit Bank Mandiri tumbuh 16,3% YoY menjadi Rp1.398,1 triliun sepanjang 2023 lalu.

Sebagai pembanding, pertumbuhan kredit total industri perbankan sepanjang 2023 adalah 10,38% year-on-year (YoY).


Pertumbuhan kredit Bank Mandiri terjadi di seluruh segmen, salah satunya didominasi oleh kredit korporasi yang mencapai Rp490 triliun pada akhir 2023, tumbuh 18,3% YoY.

Pertumbuhan kredit bank ini menopang peningkatan aset. Tercatat, Bank Mandiri telah membukukan total aset konsolidasi Rp2.174,2 triliun pada 2023, naik 9,12% YoY.

Kualitas aset pun terjaga. Per akhir 2023, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) Bank Mandiri secara bank only turun 86 basis poin (bps) secara tahunan ke level 1,02%. Bank Mandiri pun tetap menjaga rasio pencadangan (NPL coverage ratio) di level konservatif yakni sebesar 384%.

Dari sisi pendanaan, Bank Mandiri telah membukukan dana pihak ketiga (DPK) Rp1.577 triliun, naik 5,78% YoY. Capaian ini juga lebih tinggi dibanding kinerja total industri perbankan nasional yang hanya sekitar 3%.

Darmawan mengatakan pertumbuhan DPK ini didorong oleh peningkatan dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 7,05% secara tahunan. Dana murah bank yang ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 7,92% YoY menjadi Rp585 triliun dan tabungan yang meningkat 6,19% YoY menjadi Rp 587 triliun.

Pertumbuhan tersebut pun turut mendorong komposisi dana murah meningkat menjadi 74,3% secara konsolidasi dan 79,4% secara bank only. Adapun, dana murah mampu berkontribusi menjaga biaya dana atau cost of fund (CoF) bank only Bank Mandiri ke level 1,75%.


 

TARGET 2024

Seiring dengan kinerja yang solid sepanjang 2023 lalu, perseroan pun optimistis dalam mematok target pertumbuhan tahun ini. Perseroan pun mempersiapkan sejumlah strategi untuk menyasar target pertumbuhan kredit hingga 15% YoY pada 2024.

Darmawan mengatakan bahwa Bank Mandiri memproyeksikan outlook ekonomi Indonesia pada 2024 akan tumbuh dengan baik, di kisaran 5%. Kinerja ekonomi ini yang akan menjadi pendorong pertumbuhan industri perbankan.

"Kami optimistis dengan kinerja 2024, guidance kami secara konsolidasi untuk kredit tumbuh di kisaran 13%-15%," tuturnya.

Adapun, Bank Mandiri pun memproyeksikan kinerja margin bunga bersih (net interest margin/NIM) di level 5,3% sampai dengan 5,5% pada 2024.

Bank Mandiri menyiapkan sejumlah strategi agar target kredit bisa tercapai. Bank Mandiri misalnya memperkuat kompetensi penyaluran kredit di segmen wholesale. "Pendekatan value chain kami lakukan di berbagai sektor unggulan," kata Darmawan.

Bank BUMN ini memproyeksikan sejumlah sektor prospektif yang akan menjadi sumber pertumbuhan kredit pada 2024, di antaranya industri makanan minuman, kesehatan, serta pertanian dan perkebunan. Bank Mandiri juga memproyeksikan sektor yang mendukung upaya environmental, social, and governance (ESG) akan moncer.

Selain itu, Bank Mandiri mengandalkan sinergi dengan anak usaha guna meraup pertumbuhan bisnis pada 2024. Di antara strategi mengandalkan anak usaha adalah dengan cross selling.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.