Laba Citibank Indonesia Semester I/2022 Melesat 63 Persen

Citibank Indonesia melaporkan laba bersih senilai Rp749,6 miliar atau tumbuh 62,8 persen YoY. Bila diperinci capaian ini diraih salah satunya karena menyusutnya kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment).

Emanuel Berkah Caesario

11 Agt 2022 - 17.29
A-
A+
Laba Citibank Indonesia Semester I/2022 Melesat 63 Persen

Bisnis, JAKARTA — Kinerja keuangan Citibank Indonesia membaik pada paruh pertama tahun ini. Kendati pendapatan bunganya turun, rasio kredit bermasalahnya membaik sehingga menekan nilai kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment). Labanya pun melesat signifikan. 

Kantor cabang bank asing yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat, ini melaporkan laba bersih senilai Rp749,6 miliar atau tumbuh 62,8 persen secara tahunan (year-on-year/ YoY). Faktor utama penopang tumbuhnya laba ini tampaknya adalah penurunan signifikan pada pos impairment.

Pada Juni 2021, Citibank mencatatat impairment senilai Rp712,5 miliar, sedangkan pada Juni tahun ini nilainya menyusut signifikan sebesar -76,7 persen YoY menjadi Rp165,8 miliar. Hal ini menyebabkan laba operasional Citibank Indonesia naik 49,5 persen YoY, menjadi Rp963,8 miliar.

Sementara itu, pendapatan bunga bersih bank mengalami kontraksi pada semester I tahun ini bila dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya. Sepanjang Januari–Juni 2022, pendapatan bunga bersih Citibank Indonesia turun 8,5 persen YoY, menjadi Rp1,6 triliun.

Bank pada periode tersebut telah berhasil menekan beban bunga sebesar 33,1 persen YoY menjadi Rp282 miliar. Akan tetapi, pendapatan bunga bank turun 15,5 persen YoY, menjadi Rp1,8 triliun.

Berkaca pada laporan keuangan publikasi kuartal II/2022, pendapatan bunga bersih Citi mengalami kontraksi karena margin bunga bersih (net interest margin/NIM) turun 42 basis poin (bps) secara tahunan, atau dari 4,23 persen menjadi 3,81 persen.


Oleh karena itu, meskipun kredit tumbuh 9,8 persen YoY menjadi Rp43,7 triliun, belum cukup kuat membuat pendapatan bunga bersih tumbuh. Dari sisi penghimpunan dana, bank tumbuh bermodalkan dana murah (current account savings accounts/CASA), utamanya giro yang naik 20,4 persen YoY.

Tabungan dan deposito bank masing-masing turun 12,8 persen YoY dan 3,7 persen YoY. Secara total, dana pihak ketiga (DPK) bank naik 11,1 persen YoY menjadi Rp61,3 triliun.

Adapun berdasarkan rasio keuangan, Citi melaporkan sejumlah perbaikan. Rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) gross turun 75 bps, dari 3,61 persen menjadi 2,86 persen. Begitu pula dengan NPL net yang turun 74 bps menjadi 0,26 persen. Citi Indonesia juga mampu meningkatkan profitabilitas.

Hal ini terlihat dari melambungnya tingkat pengembalian berdasarkan aset (ROA) dan berdasarkan ekuitas (ROE). Per Juni 2022 ROA Citi berada pada level 2,18 persen, naik 71 bps, sedangkan ROE naik 437 bps menjadi 9,89 persen.

CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, mengatakan bahwa kinerja keuangan yang positif pada paruh pertama tahun ini membuktikan kemampuan Citi untuk mampu bermanuver di tengah lingkungan pasar global yang bergejolak.

Citi masih tetap memandang Indonesia sebagai pasar yang menguntungkan dan berkomitmen untuk menjaga kesehatan bisnisnya di sini. Dengan komitmen itu, perusahaan juga memastikan akan tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabah di Indonesia.

“Indonesia tetap menjadi pasar utama bagi Citi dan kami akan terus mendukung klien kami untuk mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi negara,” kata Batara di Jakarta, Kamis (11/8).

CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi/Dokumen Citibank Indonesia

Seperti diketahui, Citi telah mengumumkan penjualan bisnis consumer banking mereka di empat negara Asean, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, kepada UOB Group, pada 14 Januari 2022 lalu. Bisnis yang dijual yakni retail banking dan kartu kredit, tetapi tidak untuk bisnis institutional banking.

Citi berkomitmen untuk tetap fokus untuk melayani para klien institusional, baik secara lokal, regional, maupun global.  

Batara mengatakan bahwa pada lini Institutional Clients Group, Citi terus menyediakan layanan dan solusi end-to-end kepada para klien perusahaan lokal, multinasional, lembaga keuangan, dan sektor publik.

Per kuartal kedua 2022, jumlah kredit institutional group berhasil tumbuh sebesar Rp4,1 triliun atau 13 persen YoY didorong dari pertumbuhan kredit di lini Banking, Capital Markets and Advisory (BCMA) dan lini Commercial.

Dari sisi Global Subsidiaries Group, kata Batara, berhasil membukukan pertumbuhan double digit pada semester I/2022 dan peningkatan pangsa pasar pada segmen korporasi multinasional di tengah kondisi pasar yang menantang.

Hal ini tercapai melalui beragam inisiatif, termasuk Asia-ke-Asia yang meningkat 14 persen sampai akhir kuartal kedua 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan portofolio kredit Citi ditunjang oleh tingkat kualitas dana pihak ketiga berkelanjutan yang tumbuh sebesar 11,1 persen YoY, yang memungkinkan bank untuk mencatatkan loan to deposit ratio (LDR) yang sehat sebesar 64 persen, meningkat 29 bps YoY.

“Selain sangat likuid, Citi Indonesia juga memiliki tingkat kecukupan modal yang sangat baik dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 26 persen,” kata Batara.

Turunnya rasio NPL Citibank Indonesia juga membuktikan kondisi bisnis yang makin sehat. Citi Indonesia juga terus memastikan kecukupan pencadangan kerugian kredit.

“Kami yakin bahwa kualitas portofolio kredit kami tetap dalam kondisi baik karena penerapan prinsip kehati-hatian dalam manajemen risiko untuk mengatasi dampak dari pandemi,” kata Batara.

Lebih lanjut, kata Batara, sejalan dengan inisiatif digital di bisnis Treasury and Trade Solutions, Citi melihat pertumbuhan yang pesat dalam hal penggunaan dan jumlah transaksi di platform perbankan korporat berbasis web, CitiDirect.

Hampir semua transaksi pengiriman dana (99 persen) sudah dilakukan melalui platform elektronik sehingga jumlah transaksi yang mencakup pemindahan dana di dalam dan luar negeri meningkat sebesar 54 persen YoY.

Pembukaan rekening juga sudah dilakukan secara elektronik sehingga mempercepat proses penerimaan nasabah.

(Reporter: Muhammad Khadafi & Leo Dwi Jatmiko)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.