Laba ITMG 2023 Turun 58%, Sinarmas Sekuritas Pertahankan Netral

PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) membukukan kinerja keuangan yang lesu sepanjang 2023 lalu. Sinarmas Sekuritas memperkirakan kinerja pendapatan dan labanya masih akan turun tahun ini dan tahun depan. Alhasil, saham perseroan direkomendasikan netral.

Redaksi

18 Mar 2024 - 19.46
A-
A+
Laba ITMG 2023 Turun 58%, Sinarmas Sekuritas Pertahankan Netral

Aktivitas pertambangan batu bara kelompok usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk. itmg.co.id

Bisnis, JAKARTA — Emiten batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mencatatkan kemerosotan laba bersih pada tahun 2023 sebesar 58% YoY menjadi US$500 juta atau setara Rp7,71 triliun, dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yaitu US$1,2 miliar.

Berdasarkan laporan keuangannya, total pendapatan ITMG tercatat sebesar US$2,37 miliar atau setara Rp36,6 triliun pada sepanjang 2023. Pendapatan ini turun 35% dari tahun sebelumnya, yakni sebesar US$3,64 miliar.

Analis Sinarmas Sekuritas, Axel Leonardo, mengungkapkan bahwa penurunan laba bersih tersebut sesuai dengan prediksi Sinarmas.

Kinerja tahunan yang anjlok sepanjang 2023 terutama ditopang oleh kinerja kuartal terakhir yang lesu. Pada kuartal IV/2023, laba bersih ITMG anjlok hingga 69% dibanding kuartal IV/2022 atau year-on-year (YoY) dan turun 4% dibanding kuartal III/2023 atau quarter-on-quarter (QoQ).

Lesunya kinerja di kuartal terakhir itu dimulai dari pendapatan yang turun 46% YoY, terutama karena penurunan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 51% YoY. Perseroan tertolong oleh kenaikan volume penjualan sebesar 10% YoY dan 6% QoQ mencapai 5,6 juta ton.

“Volume perdagangan batubara yang lebih tinggi 25% YoY mendorong kenaikan tersebut, sehingga volume penjualan tahunan naik 11% YoY menjadi 20,9 juta ton, sesuai dengan target perusahaan sebesar 21,1 juta ton,” jelas Axel dalam risetnya, Jumat (8/3/2024).

Baca Juga:

Persiapan Emiten Transportasi Tangkap Peluang Mudik Lebaran 2024

Meski Laba Tertekan, Mayoritas Analis Masih Favoritkan Saham JPFA

Prospek Saham Bank BUMN Usai Menghantar IHSG Menuju Rekor

Prospek IPO Sektor Teknologi 2024

Gairah Merger dan Akuisisi Diramal Melonjak Usai Pemilu

Axel menambahkan, terkait profitabilitas, margin laba kotor (GPM) mengalami kontraksi lebih lanjut sebesar 460 bps QoQ, disebabkan penggunaan persediaan batubara.

Adapun, secara tahunan GPM mengalami kontraksi hampir setengahnya karena meningkatnya biaya penambangan per ton, rasio pengupasan yang lebih tinggi, dan penurunan volume perdagangan.

Menurut Axel, ITMG mencatatkan pemulihan produksi batubara secara terbatas, yakni hanya naik 2% sepanjang 2023, sejalan dengan target perseroan antara 16,6 juta ton hingga 17 juta ton.

Secara kuartalan, rasio pengupasan melonjak menjadi 15,4 kali lipat pada kuartal IV/2023, 15% lebih tinggi dari target perusahaan. Peningkatan ini didorong oleh lonjakan besar pada rasio pengupasan di tambang Trubaindo yang mencapai 23,1 kali lipat.

Secara keseluruhan rasio pengupasan pada tahun 2023 mencapai 12,5 kali lipat, melebihi estimasi Sinarmas sebesar 11,0 kali lipat.

Selain itu, ITMG juga terus mengantisipasi pertumbuhan yang luar biasa di masa mendatang. ITMG menetapkan target produksi sebesar 19,5 hingga 20,2 juta ton untuk tahun 2024, yang menunjukkan potensi pertumbuhan sebesar 15% hingga 20%.

ITMG menargetkan tingkat pertumbuhan yang lebih kuat dalam volume penjualan, dengan target kenaikan 20% hingga 22%. Hal ini menunjukkan bahwa ITMG masih akan mempertahankan volume penjualan perdagangan yang tinggi sekitar 4,0 hingga 5,0 juta ton.  

Realisasi 2023 serta proyeksi kinerja 2024 dan 2025 PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) menurut Sinarmas Sekuritas.

Dalam mencapai target produksi 2024, ITMG mendapatkan tambahan produksi dengan mengoperasikan dua tambang baru, yakni Graha Panca Karsa (GPK) dan Tepian Indah Sukses (TIS).

Target produksi 2024 GPK sebesar 1,0 juta ton dan TIS sebesar  0,4 juta ton. GPK berfokus pada batubara CV rendah (3.900 kkal/kg), sementara TIS akan memproduksi batubara CV tinggi (6.400 kkal/kg). Kedua tambang tersebut berada di Kalimantan Timur dan akan mulai beroperasi pada semester I/2024.

 

REKOMENDASI SAHAM

Sinarmas Sekuritas mempertahankan peringkat NETRAL 12 bulan untuk saham ITMG dengan target harga Rp25.000 yang berasal dari 5,1 kali lipat price to earning ratio (PER), 1 standar deviasi dari rata-rata 3 tahun.

“Terlepas dari ekspektasi pertumbuhan produksi, kami tetap berhati-hati karena eksposur perusahaan yang signifikan terhadap batu bara dengan kalori yang tinggi,” ujar Axel.

Dengan harga batubara yang diperkirakan akan tetap rendah, hal ini dapat memberikan tekanan pada ASP. Selain itu, proyeksi imbal hasil dividen sebesar 5% pada pembayaran mendatang mungkin tidak menarik jika dibandingkan dengan historisnya.

Menurut Axel, terdapat risiko-risiko downside pada rekomendasi Sinarmas, di antaranya harga batubara yang lebih rendah dari perkiraan, kekurangan volume penjualan, biaya produksi yang lebih tinggi dari perkiraan.

Adapun, pada perdagangan hari ini, Senin (18/3/2024), saham ITMG ditutup di level Rp27.375, naik 1,01% dibanding pekan lalu. Saham ITMG tercatat sudah meningkat 6,73% sepanjang tahun berjalan 2024 atau year-to-date.

(Reporter: Muhammad Fauzan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.