Free

Laba Mandiri Tunas Finance Melesat 214,3% di Triwulan/2022

PT Mandiri Tunas Finance (MTF) membukukan kenaikan laba bersih hingga 214,3 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal III/2022.

Jaffry Prabu Prakoso

2 Nov 2022 - 19.28
A-
A+
Laba Mandiri Tunas Finance Melesat 214,3% di Triwulan/2022

Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang Mandiri Tunas Finance, Jakarta, Senin (4/7/2022). /Bisnis-Fanny Kusumawardhani

JAKARTA – PT Mandiri Tunas Finance (MTF) membukukan kinerja positif dengan mencatatkan kenaikan laba bersih 214,3 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada triwulan III/2022.

Direktur Sales & Distribution MTF William Francis Indra mengatakan bahwa laba bersih perusahaan mencapai Rp511,7 miliar dalam periode 9 bulan pertama 2022.

Dia menyampaikan bahwa salah satu penopang terkereknya laba perusahaan karena adanya perbaikan pada pendapatan, terutama dari sisi biaya atau net credit loss (NCL) di MTF.


Karyawati melayani nasabah di kantor Mandiri Tunas Finance, Jakarta, Rabu (9/8/2017)./JIBI-Felix Jody Kinarwan


“Kita mulai ada perbaikan di pendapatan [margin] dan juga melakukan penghematan di sisi biaya, terutama dari sisi NCL [net credit loss] atau AR loss, kita banyak mengalami perbaikan di tahun 2022,” ungkap William kepada Bisnis, Rabu (2/11/2022).

Di samping itu, perusahaan pembiayaan milik bank pelat merah itu juga mencatatkan pertumbuhan dari sisi pembiayaan yang mencapai Rp20,1 triliun. 

Nilai ini naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 39,7 persen secara tahunan. Demikian pula dengan aset, William mengatakan bahwa aset MTF naik 26,6 persen menjadi Rp23,1 triliun pada kuartal III/2022.


Baca juga: Prospek Bisnis KPR BRI Kuartal IV/2022 Usai Kenaikan Suku Bunga


Adapun dari sisi indikator kesehatan, rasio net performing financing (NPF) tercatat turun 0,49 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, rasio return on equity (ROE) naik 16,8 persen secara tahunan.

William menjelaskan bahwa dengan peningkatan sinergi dengan induk perusahaan, yakni Bank Mandiri dan pertumbuhan penjualan mobil, hal itu mendorong pertumbuhan bisnis di MTF.

“Kami melakukan aktivitas marketing bersama dengan BMRI yang pada akhirnya mendapatkan referral nasabah Bank Mandiri, baik retail maupun korporasi. Kontribusi sinergi Bank Mandiri saat ini bisa mencapai 40 persen,” ujarnya.

Perkuat Diversifikasi saat Ancaman Lesunya Kredit Mobil 

MTF telah bersiap menghadapi potensi lesunya permintaan pembiayaan mobil baru pada periode akhir tahun dan memasuki 2023.

William menjelaskan bahwa persiapan lewat penguatan diversifikasi portofolio merupakan langkah antisipatif atas indikasi pelemahan daya beli masyarakat terhadap mobil baru.


Baca juga: Optimisme Clipan Finance Salurkan Rp6 Triliun Lebih Tahun Ini


"Proyeksi dari asosiasi dan pabrikan otomotif pun mengarah ke sana. Pasalnya, sudah tidak ada lagi diskon PPnBM [pajak penjualan atas barang mewah] mobil baru, harga unit pun mulai naik. Kemudian, ada inflasi karena kenaikan harga BBM, suku bunga acuan pun naik," ujar William kepada Bisnis, Rabu (26/10/2022).

Oleh sebab itu, William menjelaskan bahwa diversifikasi portofolio diharapkan mempertahankan tren pertumbuhan penyaluran pembiayaan MTF, setidaknya dobel digit ketimbang capaian sepanjang 2021 senilai Rp20,5 triliun.

Sementara itu, sepanjang tahun ini MTF telah menyalurkan Rp20 triliun per September 2022 dari target Rp25 triliun sampai akhir tahun nanti. Sementara tahun depan, MTF pun masih menargetkan penyaluran pembiayaan baru kembali tumbuh mencapai Rp28 triliun.

"Kami optimistis tetap tumbuh belasan persen di 2023. Kenapa kami percaya diri, padahal proyeksi penjualan mobil baru dari asosiasi hanya 5 persenan? Salah satunya karena kami punya produk refinancing atau multiguna dana tunai Cash Aja. Potensinya cukup besar," ungkapnya.


Ilustrasi kredit. /Istimewa  


William menggambarkan bahwa Cash Aja bisa digenjot untuk konsumen MTF aktif maupun yang cicilannya sudah lunas saat ini, yang jumlahnya sekitar 1 juta orang.

Terlebih, Cash Aja pun telah menjadi produk MTF yang menopang pembiayaan dari kanal digital, walaupun nilainya belum signifikan.

Selain produk multiguna dana tunai, MTF juga masih akan memperbesar pembiayaan sektor korporasi alias fleet yang porsinya sekitar 15 persen sampai 20 persen dari total portofolio tahunan.

William menjelaskan bahwa pembiayaan fleet masih akan ditopang oleh ekosistem PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Terutama yang berada di sektor-sektor yang masih berpotensi untuk tumbuh pada periode mendatang.

"Terkait fleet, nasabah-nasabah segmen korporasi Bank Mandiri yang berkualitas masih akan terus kami dekati dan kami petakan apa saja kebutuhan pembiayaan mereka untuk tahun depan. Kami akan mencoba create peluang dari kebutuhan-kebutuhan mereka itu," tutupnya. (Rika Anggraeni dan Aziz Rahardyan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.