Lahan Timor Putra Nasional Milik Tommy Soeharto Disita

Satgas BLBI akan menyita aset lahan milik PT Timor Putra Nasional di Kawarang, Jawa Barat. PT Timor Putra Nasional (TPN) adalah perusahaan milik putra bungsu almarhum Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

Edi Suwiknyo & M. Syahran W. Lubis
Nov 5, 2021 - 7:09 AM
A-
A+
Lahan Timor Putra Nasional Milik Tommy Soeharto Disita

Mobil Timor saat sedang diturunkan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mobil tersebut dirakit di Korea Selatan untuk kemudian dijual di Indonesia. — Bisnis.com

Bisnis, JAKARTA – Satuan Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) akan menyita aset lahan seluas 214 hektare milik PT Timor Putra Nasional di Kawarang, Jawa Barat.

PT Timor Putra Nasional (TPN) merupakan perusahaan milik putra bungsu almarhum Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. PT TPN masih berutang kepada negara sebesar Rp2,6 triliun.

Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban memaparkan bahwa Satgas BLBI telah berupaya menagih kewajiban PT TPN. Penagihan kewajiban PT TPN berasal dari kredit beberapa bank.

Outstanding nilai utang PT TPN kepada pemerintah yang ditagihkan oleh Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) setelah ditambahkan biaya administrasi pengurusan Piutang Negara (10 persen) adalah sebesar Rp2,6 triliun (sesuai dengan PJPN-375/PUPNC.10.05/2009 tanggal 24 Juni 2009).

"Penagihan yang telah dilakukan oleh PUPN telah sampai pada tahap penerbitan surat sita atas aset jaminan PT TPN, namun pelaksanaan sita terhadap aset belum dapat dilaksanakan karena kendala di lapangan dan hari ini dilaksanakan," kata Rionald dalam siaran resminya pada Selasa (5/11/2021).

Dia menambahkan juru sita PUPN melakukan penyitaan dan pemasangan plang atas empat aset tanah yang merupakan jaminan kredit PT TPN. Keempat aset tersebut meliputi:

Pertama, tanah seluas 530.125,526 m2 di Desa Kamojing, Kabupaten Karawang, sebagaimana SHGB Nomor 4/Kamojing atas nama PT KIA Timor Motors.

Kedua, tanah seluas 98.896,700 m2 di Desa Kalihurip, Kabupaten Karawang sebagaimana SHGB Nomor 22/Kalihurip atas nama PT KIA Timor Motors.

Ketiga, tanah seluas 100.985,15 m2 di Desa Cikampek Pusaka, Kabupaten Karawang sebagaimana SHGB Nomor 5/ Cikampek Pusaka atas nama PT KIA Timor Motors.

Keempat, tanah seluas 518.870 m2 terletak di Desa Kamojing, Kabupaten Karawang sebagaimana SHGB Nomor 3/ Kamojing atas nama PT Timor Industri Komponen.

DIRILIS JULI 1996

Sekadar catatan, Timor S515 merupakan mobil pertama yang diluncurkan produsen mobil Indonesia, PT Timor Putra Nasional (TPN). Sedan murah ini pertama kali dirilis pada 8 Juli 1996 di Sarinah, Jakarta Pusat.

Presiden Soeharto tengah mencoba mobil Timor yang diperuntukkan bagi Kepolisian Daerah Metro Jaya, pada Senin (27/2/1996) di Gedung Bina Graha, Istana Negara, Jakarta. — Bisnis.com

Sedan ini merupakan versi rebadge dari Kia Sephia yang diimpor secara utuh dari Korea Selatan. Saat itu TPN membuat dua mobil dari seri S5, yakni Timor S515 (SOHC Karburator), S515i (DOHC, Injeksi), dan S516i LE edisi terbatas (mesin turbo).

Sebagaimana dilansir Tempo, kehadiran mobil ini sempat menuai kontroversi di industri mobil Indonesia. Pasalnya, saat itu harga mobil Timor S515 hanya sekitar Rp35 juta, lebih murah dari Toyota Corolla sekitar Rp70 jutaan. Bisa dibilang, mobil ini merupakan sedan termurah yang dijual di Tanah Air.

Harga Timor S515 bisa murah karena mendapatkan insentif dan hak istimewa dari pemerintah. Saat itu, Presiden Soeharto mengeluarkan kebijakan yang menuntut produsen mobil asing untuk menggunakan 60% kandungan lokal jika ingin dibebaskan dari pajak impor. Sementara Timor sebagai mobil nasional mengimpor mobil secara utuh dari Korea Selatan dan mendapatkan pembebasan pajak impor.

Bicara spesifikasi, sedan Timor S515 dibekali mesin empat silinder berkubikasi 1.498 cc yang mampu menghasilkan tenaga 80 hp di 5.500 rpm dan torsi 120 Nm di 2.500 rpm. Mesin tersebut dikawinkan dengan transmisi manual 5 kecepatan. Sementara saudaranya, Timor S515i mengusung mesin empat silinder DOHC 16 katup dengan bahan bakar injeksi.

Popularitas model ini semakin tinggi setelah dibuka kejuaraan balap mobil Timor One Make Race di Sirkuit Internasional Sentul pada 1996. Tidak hanya pembalap nasional yang tampil, namun juga dibuka kelas khusus untuk para selebritis.

Meskipun berbasis dari Kia Shepia, fitur yang dihadirkan pada Timor S5 lebih sedikit untuk memangkas harga jual. Bagian lampunya berbentuk segi empat tipis dan sudah menggunakan foglamp. Sementara lampu belakangnya menggunakan reflektor yang tersambung dengan lampu utamanya.

Pada bagian kabin, mobil ini dilengkapi konsol tengah dengan tombol fungsional, kemudian jug ada ventilasi AC, head unit sistem audio, dan panel instrumen analog dibelakang roda kemudi yang sudah power steering. Namun bagian dasbornya masih terbuat dari plastik keras dan joknya masih menggunakan bahan fabric.

Timor S515 juga sudah dibekali sejumlah fitur keselamatan seperti sabuk keselamatan tiga titik dan rem cakram yang menjadi keunggulan saat itu. Kemudian sedan ini juga disematkan crumple zone di bagian depan untuk meredam benturaan. Bagian pintunya sudah menggunakan side impact beam untuk melindungi penumpang saat ada benturan dari samping.

Sedan Timor 1997 sangat laris di pasaran. Bahkan pada tahun pertamanya, Timor berhasil menduduki peringkat enam besar penjualan mobil di Indonesia periode 1997. Timor berhasil menjual 19.417 unit, lebih banyak dari Nissan yang hanya menjual 9.037 unit.

Namun, Timor harus berhenti beroperasi pada tahun 1997 akibat krisis moneter di Asia Tenggara yang berdampak terhadap Indonesia. Penghentian ini juga dampak dari lengsernya Presiden Soeharto dari kursi kepemimpinannya pada 1998. Di sisi lain, Kia Motors pun bangkrut dan dibeli Hyundai pada 1998.

Editor: Syahran Lubis

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar