Laju Kencang Produsen Keripik Kentang MAXI Perkuat Pasar Ekspor

PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI), produsen makanan ringan Maxi Sweet Potatoes, terus memperkuat pasar ekspor. MAXI bergerak di bidang makanan ringan berbahan dasar umbi-umbian tropis untuk tujuan ekspor seperti Amerika, Eropa, Australia dan China. Produk MAXI disebut telah diekspor ke 27 negara.

Yanita Petriella

9 Jun 2023 - 23.41
A-
A+
Laju Kencang Produsen Keripik Kentang MAXI Perkuat Pasar Ekspor

Produk makanan ringan MAXI

Bisnis, JAKARTA – PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI), produsen makanan ringan Maxi Sweet Potatoes, terus memperkuat pasar ekspor. MAXI bergerak di bidang makanan ringan berbahan dasar umbi-umbian tropis untuk tujuan ekspor seperti Amerika, Eropa, Australia dan China. Produk MAXI disebut telah diekspor ke 27 negara di dunia

Produk yang ditawarkan dibuat dengan standar keamanan pangan terketat di dunia. Pasar yang dibidik sangat niche mengikuti tren dunia yang mengarah kepada healthy snack.

Produk MAXI pertama kali hadir di Indonesia pada 1977, dimulai sebagai perusahaan bisnis rumahan di Bogor. Bisnis MAXI sejak didirikan berfokus kepada produksi makanan ringan dengan kualitas premium berbahan dasar umbi-umbian seperti talas, ubi merah, dan ubi ungu.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk memperkuat dan memperluas ekspor produk, MAXI mengikuti Private Label Manufacturers Association (PLMA) di Kota Amsterdam, Belanda dan pameran internasional Sweet and Snack Expo 2023 di Chicago, Amerika Serikat. 

Baca Juga: Mengenal Produsen Makanan Ringan Berbahan Singkong yang Mendunia

Marketing Director PT Maxindo Karya Anugerah Garrett Kartono mengatakan PLMA merupakan pameran dagang internasional world of private label untuk industri makanan dan minuman (mamin). Pameran berskala internasional yang telah berlangsung lebih dari 35 tahun ini menampilkan produk private label yang dikuti oleh 2600 perusahaan dari 70 negara ini dihadri 15.000 orang pengunjung dari 120 negara.

Di ajang PLMA ini, MAXI menampilkan berbagai produk terbaiknya antara lain, raw pellets yang berbasis umbi-umbian khas Indonesia. Selain itu, produk baru hasil pengembangan team research and development (RnD) seperti gingerlime crackers, vegan prawn crackers, corn crisps,  dan produk lainnya. 

“Keikutsertaan Maxindo di pameran internasional ini bertujuan untuk terus memperkenalkan produk unggulan yang berorientasi ekspor dan telah dipasarkan di 27 negara di dunia,” ujarnya, dikutip Jumat (9/6/2023). 

Untuk Sweets and Snacks Expo merupakan merupakan sebuah ajang pameran yang menjadi pendorong yang signifikan dalam tren rasa dan produk untuk kategori makanan ringan dan permen bukan hanya di Amerika tetapi juga di Eropa yang diikuti oleh 700 perusahaan internasional dan dihadiri oleh 16.000 pengunjung.

Menurutnya, keikutsertaan MAXI dalam pameran tidak terlepas dari makin meningkatnya minat konsumen di Amerika dan Eropa terhadap produk mamin asal Indonesia. Hal ini pun berdampak pada nilai ekspor MAXI yang saat ini terus meningkat dari tahun ke tahun 

“Keikutsertaan pamean ini rangka mendapatkan prospek ekspor terbaru dan mendapatkan insight mengenai tren makanan di dunia. Booth kami dikunjungi lebih dari 100 pengunjung potensial. Produk kami juga mendapat perhatian dari ritel besar di Amerika seperti Costco dan Circle K,” katanya. 


Garrett menilai di era globalisasi ini, minat konsumen di Amerika dan Eropa terhadap makanan eksotis dan berkualitas tinggi semakin meningkat. Salah satu tren terbaru yang memikat hati konsumen adalah eksplorasi bahan makanan tradisional dari berbagai belahan dunia. Hal ini menjadi peluang MAXI, perusahaan Indonesia yang berfokus pada eksplorasi umbi-umbian dari Indonesia. 

“Amerika dan Eropa merupakan pasar yang sangat beragam dan penuh dengan kesadaran akan kesehatan. Konsumen di sana semakin menyadari manfaat kesehatan dari makanan yang alami dan natural. Dalam hal ini, umbi-umbian menjadi pilihan yang menarik, karena mengandung banyak serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang penting bagi kesehatan dan keseimbangan nutrisi,” tuturnya. 

MAXI juga memiliki komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan dan dukungan terhadap petani lokal. Hal itu dilakukan dengan bekerja sama petani Indonesia untuk mendukung pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan memastikan sumber daya alam dan lingkungan dipertahankan dengan baik.

“Konsumen, di negara Eropa dan Amerika selain meminta produk yang berkualitas bagus mereka juga memperhatikan unsur dan dampak sosial. Produk kami mengangkat potensi pertanian Indonesia ke tingkat global, memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi petani lokal dan negara,” ujar Garrett. 

Baca Juga: Prospek Saham MAXI, Calon Emiten Produsen Keripik Kentang

Presiden Direktur PT Maxindo Karya Anugerah Sarkoro Handajani menambahkan MAXI juga didapuk menjadi salah satu pelopor dalam pengenalan dan distribusi produk umbi-umbian asli Indonesia ke pasar internasional yang mengutamakan kualitas dan kesegaran bahan-bahan baku serta memastikan bahwa setiap produk melewati standar kualitas yang ketat. 

Dalam proses produksinya, perseroan menjaga keaslian dan khasiat umbi-umbian dengan mempertahankan metode tradisional sambil menggabungkannya dengan teknologi modern yang inovatif.

MAXI juga menjadi satu–satunya perusahaan di dunia yang mendapatkan sertifikat Rain Forest Alliance untuk produk makanan berbahan baku singkong. Sertifikat ini hanya diberikan untuk produk yang dihasilkan tanpa merusak lingkungan dan memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat sekeliling 

“Selain itu, kami juga telah mendapatkan sertifikat TUV ISO 9001, BRCGS (Highest food safety standard in the world), GMP (good manufacturing process), Non GMO product, fasilitas gluten free, Kosher dan tentu saja halal dari MUI,” ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.