Laju Melambat Segmen Mobil Hibrida, Efek Suzuki Ertiga?

Arus pasokan kendaraan listrik hibrid ke jaringan dealer melambat sepanjang Januari-April 2022. Efek kehadiran Suzuki Ertiga Hybrid?

Fatkhul Maskur
Jul 12, 2022 - 5:12 AM
A-
A+
Laju Melambat Segmen Mobil Hibrida, Efek Suzuki Ertiga?

Toyota Corolla Cross Hybrid. Mobil impor CBU dari Thailand ini memimpin penjualan di pasar mobil listrik Indonesia sepanjang 2021. - Foto Toyota.

Bisnis, JAKARTA - Arus pasokan kendaraan listrik hibrid ke jaringan dealer melambat sepanjang Januari-April 2022. Efek kehadiran Suzuki Ertiga Hybrid?

Berdasarkan data Gaikindo, pasokan mobil hibrida ke jaringan dealer sepaanjang lima bulan pertama tahun ini melambat 21% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu menjadi hannya 1.021 unit.

Segmen mobil listrik hibrida (hybrid electric vehicle/HEV) diisi oleh enam model, mencakup Lexus ES 300 h, Toyota Corolla Altis 1.8 Hybrid, Toyota Camry 2.5 Hybrid, Toyota C-HR, Toyota Corolla Altis 1.8 Hybrid, dan Nissan Kick E-Power.

Tiga model lain yang tahun lalu masuk pasar tercatat absen, yakni Lexus ES 300h Ultra Luxury Hybrid, BMW i3s Hybrid, dan Toyota Century Hybrid. Berkurangnya jumlah model yang mengisi pasar membuat performa penjualan segmen ini mengendur.

Selain itu, Corolla Cross Hybrid, C-HR Hybrid, dan Kick E-Power juga mengalami penurunan penjualan. Corolla Cross merupakan mobil hibrida paling laris sepanjang tahun lalu (1.304 unit), adapun model terlaris kedua adalah Kick E-Power (592 unit).

Keduanya mengusung desain sport utility vehicle (SUV) yang sedang menjadi tren di pasar Indonesia. 

Dari sisi harga, Nissan Kick E-Power merupakan model mobil hibrida termurah dengan banderol Rp482,8 juta, adapun Toyota Corolla Cross Hybrid dibanderol harga sedikit di atasnya, yakni Rp519,2 juta. 

Namun demikian, Corolla Cross Hybrid didukung jaringan dealer Toyota yang luas mencapai 354 unit. Adapun Nissan hanya memiliki 65 dealer. Toyota Corolla Cross Hybrid diluncurkan pada Kamis (6/8/2020). Adapun Nissan Kick E-Power dirilis pada Rabu (2/9/2020).

Saat diluncurkan, Corolla Cross Hybrid dibanderol harga dengan harga mulai Rp497,8 juta on the road Jakarta. Adapun Kick E-Power mengambil rentang sedikit di bawahnya yakni Rp449 juta on the road Jakarta. Artinya, Kick E-Power telah naik harga sekitar Rp33 juta, adapun Corolla Cross Hybrid naik Rp21,4 juta.


DISKON HARGA

Demi mengungkit kembali penjualan, Nissan menawarkan diskon harga Kick E-Power. Potongannya menggiurkan, mencapai Rp50 juta. Kini pembeli mobil hibrida Nissan cukup membayar harga Rp432,8 juta dari banderol Rp482,8 juta. Artinya, jauh di bawah harga awal saat diluncurkan.

"Berlaku untuk periode pembelian mulai 01 Desember 2021," demikian Nissan dalam situs resminya. Melalui promosi Limited Offer, calon pembeli Kick E-Power juga diberi opsi bunga pinjaman 0%, TDP Rp35 jutaan, atau pilihan angsuran mulai Rp8 juta.

Nissan juga menawarkan Free Service Maintenance, mencakup free parts and service sesuai dengan yang tertera pada Warranty & informasi Booklet, atau hingga 50.000 KM / maksimal 4 tahun.

Toyota menempuh cara berbeda. Pemimpin pasar otomotif di Indonesia ini hanya menambahkan benefit, seperti uang muka atau down payment (DP) rendah mulai dari 10%, cicilan 0%, hingga gratis asuransi selama 2 tahun, tanpa diskon harga.

Padahal, laporan Milieu Insight bertajuk Shaping Southeast Asia’s Switch to Electric Cars, mengungkapkan bahwa harga menjadi salah satu faktor utama yang membuat konsumen enggan membeli mobil listrik.

"Harga kendaraan listrik menjadi perhatian utama konsumen di Indonesia (47%)," Milieu dalam rilisnya, Rabu (17/11/2021). Faktor lain yang menjadi kekhawatiran di Indonesia adalah keterbatasan stasiun pengisian daya listrik (42%), dan rentang jarak tempuh kendaraan (34%). 

DAYA BELI

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan bahwa mobil listrik memang sudah beredar di Indonesia. Akan tetapi belum diimbangi dengan daya beli masyarakat.

Data Gaikindo menunjukkan 70% konsumen roda empat mencari mobil pada kisaran harga Rp300 juta. Sementara harga mobil listrik jauh lebih mahal, yakni rata-rata di atas Rp500 juta. "Sebanyak 70% pembelian kendaraan itu dengan harga sekitar Rp300 juta," kata Kukuh, Rabu (20/4/2022).

Hal senada diakui oleh President Director Suzuki Indonesia Shingo Sezaki. Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap kendaraan yang ramah lingkungan terus meningkat. Di sisi lain, mobil-mobil elektrifikasi yang ada harganya di atas daya beli mayoritas. 

"Maka, dengan studi yang komprehensif dan mendalam, kami membuat inovasi dengan menggabungkan tren teknologi dan kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia. Hasilnya, kami meluncurkan All New Ertiga Hybrid," katanya, Jumat (10/6/2022).

Selain menawarkan manfaat mobil elektrifikasi dan efisiensi bahan bakar, Suzuki Ertiga dibanderol dengan harga sangat kompetitif, tak sampai Rp300 juta. Suzuki Ertiga dihadirkan dalam empat varian. Model standard dibanderol Rp270,3 juta. Adapun varian teratas harganya Rp292,3 juta. 

Ertiga Hybrid adalah pengembangan dari Ertiga yang bermain di segmen low multipurpose vehicle (LMPV). Ertiga adalah mobil hibrida pertama di segmen paling gemuk di pasar mobil Indonesia. 

Setelah Ertiga, Suzuki juga akan menghibridakan model SUV kecilnya, XL7. Meski berbagi platform Heartech dengan Ertiga, XL7  secara model berbeda dengan Ertiga. XL7 yang memiliki ground clearence lebih tinggi, dan berdesain lebih sportif ini dibanderol dengan harga mulai Rp251,8 juta.

Melihat tambahan harga elektrifikasi Ertiga yang tak sampai Rp50 juta, kemungkinan banderol harga standar XL7 Hybrid pun bakal tak sampai Rp300 juta. Ia akan menjadi lawan Corolla Cross Hybrid maupun Kick E-Power yang lebih sepadan, yakni di segmen low SUV bertipe hibrida.   

Dengan strategi perakitan lokal, Suzuki tinggal membuktikan diri menjadi merek pertama yang paling sukses menyetrum pasar Indonesia dengan model-model hibrida harga terjangkau.

Editor: Fatkhul Maskur
company-logo

Lanjutkan Membaca

Laju Melambat Segmen Mobil Hibrida, Efek Suzuki Ertiga?

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ