Laju Mobil Hidrogen Masih Lambat, Pemerintah Turun Tangan

Hyundai Motors dan Toyota sama-sama diketahui meluncurkan model utama mereka – Nexo dan Mirai – ke pasar China.

Fatkhul Maskur

16 Jan 2023 - 22.30
A-
A+
Laju Mobil Hidrogen Masih Lambat, Pemerintah Turun Tangan

Hyundai XCient. - Foto Hyundai.

Bisnis, JAKARTA - Pasar mobil hidrogen masih bertumbuh, meski beberapa pemain utama mengalami penurunan penjualan. Dua pabrikan utama, yakni Hyundai dan Toyota, memulai persaingan baru di pasar China. 

Berdasarkan laporan SNE Research, penjualan mobil hidrogen pada Januari-November 2022 bertumbuh 14,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 16.166 unit menjadi 18.457 unit.

Hyundai Nexo memimpin pasar dengan angka penjualan 10.700 unit (+21,4 persen). Laju penjualan Hyundai yang berada di atas rata-rata akselerasi pasar membuat merek Korea ini semakin mendominasi penjualan menjadi 58%.

Sementara Hyundai menikmati penjualan yang stabil pada November 2022, Mirai generasi ke-2 dari Toyota mengalami penurunan penjualan YoY yang sangat besar. Penjualan Mirai pada Januari-November 2022 hanya tercatat 3.238 unit (-42,8 persen).

Namun, pada November, volume penjualan generasi ke-2 Mirai tercatat 211 unit di AS saja, menunjukkan sedikit pemulihan. Produsen mobil asal Jepang itu juga menjual 56 unit Mirai di Jepang dan 41 unit di Jerman, mencatat peningkatan penjualan dibandingkan bulan sebelumnya dan membukukan penjualan keseluruhan 341 unit pada November 2022.

Sepanjang Januari hingga November 2022, mobil hidrogen mengahadapi banyak faktor yang tidak menguntungkan, mulai pasar mobil ramah lingkungan global yang secara tidak proporsional berfokus pada kendaraan listrik, peningkatan tajam suku bunga cicilan mobil dengan suku bunga acuan dinaikkan, hingga kekurangan semikonduktor untuk kendaraan. 

Terlepas dari semua kendala tersebut, Hyundai berhasil menorehkan performa positif dan memperlebar jarak dengan Toyota. Hyundai Nexo hampir dipastikan menjadi model FCEV terlaris sepanjang 2022.


PASAR CHINA

Hyundai Motors dan Toyota sama-sama diketahui meluncurkan model utama mereka – Nexo dan Mirai – ke pasar China. 

Hyundai Motors juga berencana meluncurkan Xcient, model truk hidrogen besarnya, ke pasar China, sekaligus membuka peluang bagi pembuat mobil Korea ini untuk bangkit kembali di pasar FCEV China.

Hyundai Motors dengan pertumbuhan berkelanjutan telah mempertahankan posisi terdepan di pasar FCEV, sementara Toyota dan Honda terkena dampak negatif dari masalah rantai pasokan di Jepang, terutama suku cadang mobil dan semikonduktor. 

Honda yang produksi Clarity-nya dihentikan pada Agustus 2021 masih dalam kondisi lesu. Model Euniq 7 FCEV yang diproduksi Maxus dari China mengalami penurunan penjualan pada awal 2022 tetapi secara bertahap pulih, yang mengarah ke perkiraan bahwa model tersebut dapat mengungguli Honda Clarity dalam hal penjualan.

Menurut Global FCEV Monthly Tracker edisi Desember 2022 yang diterbitkan oleh SNE Research, penjualan Nexo lebih dari tiga kali lebih besar daripada Mirai di pasar global. 

Namun, jika dilihat dari penjualannya di pasar luar negeri kecuali Korea, penjualan Nexo lebih rendah dari Mirai. Pelacak juga menunjukkan bahwa jumlah FCEV komersial yang dijual di China sekitar 3.900 unit, mengambil porsi besar di pasar FCEV.

Di tengah perlambatan pertumbuhan sementara yang terlihat di pasar FCEV 2022, Hyundai Motors telah menjadi pemain yang tak tertandingi di pasar mobilitas hidrogen. 


NEGARA TURUN TANGAN

Namun, OEM di China dan Jepang diperkirakan akan secara agresif mengejar ketertinggalan, berdasarkan dukungan pemerintah dan investasi negara mereka untuk pengembangan kendaraan hidrogen.

Secara khusus, negara sosialis terkenal dengan penegakan kebijakannya yang kuat yang telah berhasil mempromosikan pasar kendaraan listriknya menjadi yang terbesar di dunia. 

Dalam hal ini, harus diperhatikan dengan seksama apakah, dengan pemerintah China menunjukkan keinginan kuat untuk mempromosikan industri hidrogen, pertumbuhan tajam di pasar kendaraan komersial hidrogen di China akan mengarah pada pertumbuhan pasar mobil penumpang hidrogen.

Sementara itu, Prefektur Fukuoka dan  Commercial Japan Partnership Technologies Corporation (CJPT) telah menandatangani perjanjian kemitraan yang mencakup inisiatif implementasi bersama untuk memperluas adopsi kendaraan listrik sel bahan bakar (mobilitas FC) di industri logistik, transportasi umum, dan penggunaan resmi pemerintah. 

Tujuannya adalah untuk memajukan pengembangan masyarakat hidrogen untuk mencapai netralitas karbon. Hidrogen diposisikan sebagai teknologi utama untuk netralitas karbon dalam Strategi Pertumbuhan Hijau pemerintah nasional. 

Prefektur ini secara khusus berfokus pada adopsi awal truk dan opsi mobilitas FC komersial lainnya dengan kebutuhan hidrogen volume besar yang stabil. Tujuannya adalah untuk membuat bahan bakar hidrogen lebih mudah diakses oleh penduduk prefektur sambil memperluas penggunaannya dan mempromosikan pembangunan industri dan regional.

Kebijakan pemerintah di Jepang dan China diharapkan bisa memacu lebih kencang penjualan FCEV yang masih relatif lambat dibandingkan dengan penjualan mobil listrik pada umumnya.

Penjualan mobil listrik pada 2022 diproyeksikan mencapai 10,6 juta unit, meningkat signifikan 57 persen dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya. Seperti dilansir ev-volume.com, penjualan BEV diproyeksi mencapai 8 juta unit, adapun PHEV mencapai 2,6 juta unit. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.