Free

Lampung Jadi Daerah Penghasil Nanas Terbesar di Indonesia

Daerah yang menyumbang angka produksi nanas tertinggi adalah Provinsi Lampung, yaitu sebesar 861.706 ton pada tahun 2022.

Redaksi

19 Feb 2024 - 20.32
A-
A+
Lampung Jadi Daerah Penghasil Nanas Terbesar di Indonesia

Ilustrasi nanas. Sumber: Canva

Bisnis, JAKARTA — Nanas merupakan salah satu komoditas hortikultura yang tumbuh subur di Indonesia dan memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan. Hal ini terlihat dari jumlah permintaan nanas yang cukup tinggi baik lokal maupun mancanegara.

Nanas juga merupakan salah satu buah yang cukup produktif di sektor hortikultura, terbukti dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 yang mencatat produksi nanas nasional hingga 3,2 juta ton.

Jumlah tersebut naik sekitar 11% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 2,9 juga ton pada 2021.

Adapun, daerah yang menyumbang angka produksi nanas tertinggi adalah Provinsi Lampung, yaitu sebesar 861.706 ton pada tahun 2022. Jumlah tersebut mencakup sebanyak 26,9% dari produksi nanas se-Indonesia.

Banyaknya produksi nanas Lampung ini mengalahkan jumlah produksi di Sumatera Selatan yang sebanyak 567.120 ton, kemudian disusul oleh Jawa Timur dengan jumlah produksi sebanyak 357.505 ton di tahun yang sama.


Distribusi nanas Lampung memang telah tersebar di seluruh Indonesia, termasuk menembus pasar ekspor mancanegara di sejumlah benua seperti Eropa, Amerika, dan Asia.

Kondisi geografis tidak menjadi satu-satunya penyebab kesuksesan Lampung sebagai daerah penghasil nanas terbesar. Keberadaan PT Great Giant Pienapple yang telah berdiri sejak 1979 turut berdampak kepada prestasi Provinsi Lampung tersebut.

Presiden Direktur Great Giant Foods (GGF), salah satu anak perusahaan PT Great Giant Pienapple, Tommy Wattimena, memperkirakan produksi nanas oleh korporasi yang berbasis di Lampung itu akan melampaui kompetitor di Thailand hingga Filipina.

Tommy berujar, optimisme tersebut datang seiring dengan skema bisnis yang berbeda. Menurutnya, petani di Thailand tidak terintegrasi dengan perusahaan-perusahaan seperti GGF dalam hal produksi. Ditambah adanya El Nino membuat petani di sejumlah negara kompetitor sangat beresiko.

(Reporter: Muhammad Fauzan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.