Langgar Hukum, AS Cabut Wajib Masker di Transportasi Umum

Seorang hakim federal di Florida memutuskan bahwa kebijakan wajib pakai masker yang telah berlangsung 14 bulan itu melanggar hukum.

Rustam Agus

19 Apr 2022 - 10.30
A-
A+
Langgar Hukum, AS Cabut Wajib Masker di Transportasi Umum

Seorang warga memakai masker sesuai perintah wajib oleh negara bagian New York /Antara

Bisnis, JAKARTA – Pemerintah AS tidak lagi mewajbkan pakai masker di transportasi umum setelah kebijakan itu dinilai melanggar hokum.

Pemerintahan Biden disebutkan tidak akan lagi menegakkan wajib masker AS setelah seorang hakim federal di Florida pada Senin memutuskan bahwa kebijakan yang berusia 14 bulan itu melanggar hukum.

Keputusan hakim itu sekaligus membuyarkan upaya utama Gedung Putih untuk mengurangi penyebaran Covid-19, tulis Antara Selasa (19/4).
 
Segera setelah pengumuman itu, semua maskapai besar termasuk American Airlines, United Airlines dan Delta Air Lines, serta jalur kereta nasional Amtrak melonggarkan pembatasan yang berlaku segera.
 
Pekan lalu, pejabat kesehatan AS telah memperpanjang mandat hingga 3 Mei yang mewajibkan para pelancong untuk mengenakan masker di pesawat terbang, kereta api, dan di taksi, kendaraan berbagi tumpangan atau pusat transit, dengan mengatakan mereka perlu waktu untuk menilai dampak dari peningkatan kasus COVID-19 baru-baru ini yang disebabkan virus vorona yang menginfeksi lewat udara.
 
Kelompok industri dan anggota parlemen dari Partai Republik menolak keras dan ingin pemerintah mengakhiri mandat masker berusia 14 bulan itu secara permanen.
 
Putusan oleh Hakim Distrik AS Kathryn Kimball Mizelle, yang ditunjuk Presiden Donald Trump, keluar atas gugatan yang diajukan tahun lalu di Tampa, Florida, oleh sebuah kelompok yang disebut Health Freedom Defense Fund.
 
Keputusan itu mengikuti serangkaian keputusan terhadap arahan pemerintahan Biden untuk memerangi penyakit menular yang telah menewaskan hampir satu juta orang Amerika, termasuk perintah wajib vaksin atau tes untuk majikan perusahaan.
 
Hakim Mizelle mengatakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS telah melampaui wewenangnya dengan mandat itu, tidak meminta komentar publik dan tidak menjelaskan keputusannya secara memadai.
 
Badan Keamanan Transportasi mengatakan akan membatalkan arahan keamanan baru itu yang dijadwalkan mulai berlaku pada hari Selasa seiring infeksi Covid-19 meningkat lagi di AS.

Gedung Putih menyebut keputusan itu "mengecewakan".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rustam Agus

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.