Laris Manis Sertifikat Energi Hijau, REC PLN Kian Diburu

Sepanjang 2023, PLN setidaknya berhasil menjual REC di sektor ketenagalistrikan mencapai 3,08 terrawatt hour (TWh), meningkat 75% dibandingkan dengan realisasi 2022 sebesar 1,76 TWh.

Ibeth Nurbaiti

2 Jan 2024 - 19.29
A-
A+
Laris Manis Sertifikat Energi Hijau, REC PLN Kian Diburu

Ilustrasi transisi energi

Bisnis, JAKARTA — Tingginya animo masyarakat untuk mendapatkan pengakuan atas penggunaan energi baru terbarukan yang transparan, akuntabel, dan diakui secara internasional berdampak terhadap penjualan sertifikat energi terbarukan (renewable energy certificate/REC) di Tanah Air.

Sebagai perusaahaan yang menjual REC tersebut, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) pun mendapatkan berkah. Sepanjang 2023, perusahaan setrum pelat merah itu setidaknya berhasil menjual REC di sektor ketenagalistrikan mencapai 3,08 terrawatt hour (TWh), meningkat 75% dibandingkan dengan realisasi 2022 sebesar 1,76 TWh.

Sementara itu, sejak diluncurkan pada 2020 hingga akhir 2023, total penjualan REC PLN telah melampaui 5 TWh. Artinya, REC PLN kian diminati dan diburu sehingga pertumbuhannya makin masif.

Sebagai gambaran, REC merupakan bentuk layanan PLN kepada pelanggan untuk mendapatkan pengakuan atas penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Setiap sertifikat REC membuktikan bahwa listrik per megawatt-hour (MWh) yang digunakan oleh pelanggan berasal dari pembangkit EBT atau non fosil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.