Latah Bank Sentral Ikuti Pengetatan The Fed Bukan Pertanda Baik

Berlanjutnya kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) telah menyengat secara serentak sejumlah bank sentral di dunia, seperti Indonesia, Inggris, Swiss, dan Hong Kong untuk ikut menaikkan suku bunga acuannya. Hal ini meningkatkan kekhawatiran resesi global yang merata.

Nindya Aldila
Sep 22, 2022 - 11:58 AM
A-
A+
Latah Bank Sentral Ikuti Pengetatan The Fed Bukan Pertanda Baik

Bisnis, JAKARTA - Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) sebesar 75 basis poin (bps) telah menyengat sejumlah bank sentral di dunia untuk ikut menaikkan suku bunga acuannya. Hal ini meningkatkan kekhawatiran resesi global yang merata.

Beberapa bank sentral seperti Bank Indonesia, Bank of England (BOE), Hong Kong Monetary Authority, dan Swiss National Bank telah memutuskan untuk mengerek suku bunga acuan, tepat setelah kenaikan suku bunga The Fed pada Rabu (21/9/2022).

Kebijakan The Fed secara otomatis akan menentukan arah kebijakan otoritas moneter di dunia. Pasalnya, The Fed berperan besar terhadap arah yield US Treasury yang akan menentukan apakah arus modal asing dapat bertahan atau keluar.

Sikap The Fed juga akan berpengaruh besar terhadap penguatan dolar AS yang digunakan untuk perdagangan dunia. Namun, di saat yang sama, ketika bank sentral mengikuti sikap pengetatan The Fed, maka pertumbuhan ekonomi yang akan menjadi taruhannya. Pelaku usaha akan cenderung menahan ekspansi, sehingga aktivitas bisnis akan melambat. Inilah yang memicu resesi.

Editor: Nindya Aldila
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini