Free

Layanan TI Grup Telkom (TLKM) Bertumbuh Pasca Pandemi

Digiserve menunjukkan geliat pertumbuhan yang semakin kencang. Sepanjang 2023, Digiserve menorehkan peningkatan signifikan dalam berbagai aspek, mulai dari bisnis, pelayanan, hingga operasional.

Rinaldi Azka

23 Feb 2024 - 21.07
A-
A+
Layanan TI Grup Telkom (TLKM) Bertumbuh Pasca Pandemi

Ilustrasi induk Digiserve, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM)./Istimewa

Bisnis, JAKARTA – Perusahaan solusi teknologi informasi (TI) milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yakni Digiserve menunjukkan geliat pertumbuhan yang semakin kencang. Sepanjang 2023, Digiserve menorehkan peningkatan signifikan dalam berbagai aspek, mulai dari bisnis, pelayanan, hingga operasional.

Presiden Direktur Digiserve Ahmad Hartono mengungkapkan Digiserve berhasil memacu pertumbuhan bisnis melalui terobosan produk dan layanan terbaik bagi para pelanggan sepanjang 2023. Dukungan kuat dari Telkom Group pun semakin memantapkan langkah Digiserve dalam menjawab kebutuhan pasar dan bisnis ICT Managed Solutions (solusi pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi) di Indonesia.

“Terima kasih juga kepada seluruh karyawan yang sudah bekerja keras selama ini untuk bersama-sama mewujudkan tercapainya target perusahaan di tahun 2023. Seluruh tim Digiserve telah bersinergi dan berkolaborasi dengan sangat baik demi mendorong perusahaan dalam meraih targetnya," jelasnya, dikutip Jumat (23/2/2024).

Digiserve berfokus pada 3 portofolio unggulan yaitu pertama Managed Network & Security Services (MNSS) yang terdiri atas layanan Managed Network, Network & Security Convergence, dan Cyber Security. Pendapatan layanan MNS SDWAN tumbuh sebesar 26%, kemudian berhasil menjadikan portofolio MNSS sebagai penyumbang Total Contract Value (TCV) terbesar pada 2023, dengan dengan kontribusi pendapatan sebesar 76,68%.

Selanjutnya, perusahaan berhasil meluncurkan Next Gen Solution yaitu Network Security & Unified Communication Product seperti Cloud PBX, Direct Routing dan SASE. Selain itu, perusahaan juga berhasil mempertahankan skor Service Level Agreement (SLA) di angka 99,9%, melampaui standar, yaitu sebesar 99%.

Baca Juga : Harga Hidrogen Hijau PLN Lebih Murah dari Isi Daya Kendaraan Listrik 

Portofolio kedua adalah Managed Digital Productivity (MDP) yang terdiri dari layanan Integrated Management Platform, Unified Communication & Collaboration, serta Professional Services. Sedangkan portofolio ketiga adalah Managed Cloud Services (MCS) yang terdiri dari layanan Modern Cloud Services dan Hybrid Cloud Services

Untuk mendukung ketiga portofolio tersebut, Digiserve bermitra dengan beberapa perusahaan teknologi kelas dunia, seperti VMware by Broadcom yang saat ini sudah menjadi official partner Digiserve, Cisco, Fortinet dan Versa untuk solusi layanan Software Defined Wide Area Network (SDWAN). 

Digiserve juga berpartner dengan Microsoft dan Servicenow untuk kebutuhan transformasi digital pelanggannya. Saat ini, Digiserve  juga terus memperkuat portofolio cybersecurity dengan meluncurkan solusi Threat Intelligence, dimana solusi ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat sistem pelindungan data pribadi.

CAGR Tumbuh Dua Digit

Hartono juga menyampaikan proyeksi bisnis dan tren ICT Managed Services di 2024, market portofolio produk Managed Network & Security Service (MNSS) memiliki potensi kenaikan Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 10% dari 2023 ke 2026. 

Untuk meningkatkan market share portofolio MNSS, maka Digiserve telah menyiapkan next technology dengan menghadirkan Secure Access Service Edge (SASE) di tahun 2023 yang diharapkan akan menjadi source of revenue baru, karena teknologi ini masih berada di fase early adoption dan memiliki estimasi growth sebesar 15.1% menurut data IDC.

Sementara pasar MDP, pertumbuhan pasar untuk Professional Services terhitung masih cukup tinggi dan Digiserve menawarkan layanan Professional Services untuk market di luar kebutuhan Telkom Group sebagai pasar potensial, dimana banyak pelanggan segmen enterprise yang membutuhkan sumberdaya Professional Services untuk keperluan transformasi digital.

Baca Juga : Masih Ada di Jalur, Progres IKN Tahap 1 Capai 74,87% 

Sedangkan, sektor MCS, pasar Cloud yang sangat besar termasuk services di dalamnya, Digiserve akan lebih agrasif di dalam mengembangan portofolio produk MCS dan melakukan penetrasi pasar , selaras dengan strategi Perusahaan dan grand strategy 5 Bold Moves dari Telkom Group.

Untuk mencapai target perusahaan di 2024, Digiserve menetapkan strategi BOOST yang menjadi landasan rancangan kerja mencakup 5 program strategis yaitu Build Excellent Product and Solutions, Outperform Market Growth, Open New Strategic Partnership, Strengthen the Direct Channel Strategy dan Thrive Digitalization Service Excellence.

Sebagai penyedia layanan Managed Services terkemuka, Hartono menegaskan Digiserve berkomitmen memberikan solusi mendukung bisnis pelanggan melalui penyediaan portfolio produk Managed Network & Security Services, Managed Cloud Services dan Managed Digital Productivity.

Saat ini Digiserve didukung oleh lebih dari 150 talenta andalan, yang memiliki lebih dari 200 sertifikat bertaraf internasional serta sertifikasi ISO 20000 untuk manajemen layanan dan ISO 27001 untuk manajamen keamanan informasi. Dengan dukungan sumber daya tersebut, Digiserve mampu melayani lebih dari 200 pelanggan, lebih dari 400 proyek, dan lebih dari 14.000 site terkelola.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.