Lima Perbedaan ‘Scalping’ dan ‘Swing’ dalam Saham

Pahami perbedaan strategi antara keduanya. Pilih yang paling tepat untuk menentukan gaya investasi saham.

Jaffry Prabu Prakoso

18 Apr 2024 - 18.19
A-
A+
Lima Perbedaan ‘Scalping’ dan ‘Swing’ dalam Saham

Bisnis, JAKARTA – Dunia saham memiliki banyak istilah. Dua di antaranya adalah scalping dan swing. Sepintas, keduanya sama. Akan tetapi memiliki teknik yang berbeda.

Mengutip blog.hsb.co.id, scalping merupakan salah satu gaya trading jangka pendek. Tujuannya adalah meraih keuntungan dari transaksi membeli saham atau instrumen investasi lainnya dan dijual kembali dengan memanfaatkan fluktuasi pergerakan harga di pasar modal.

Gaya transaksi ini memanfaatkan selisih harga saham dalam trading jangka pendek seperti hitungan menit, jam, atau paling lama adalah hitungan harian.

Serupa dengan scalping, strategi swing trading digunakan untuk menggambarkan sebuah aktivitas saham dalam jangka waktu menengah seperti hitungan harian hingga mingguan.

Berikut adalah lima perbedaan antara scalping dan swing masih dikutip dari blog.hsb.co.id.

Baca juga: Perang Iran-Israel Menjadi Penyebab Melemahnya IHSG

1. Waktu Trading

Pada scalping trading, waktu yang dibutuhkan untuk menahan transaksi perdagangan saham atau instrumen lain mulai dari hitungan menit hingga satu hari, namun tidak pernah lebih dari satu hari penuh.

Sedangkan swing, saham yang sudah dibeli akan ditahan dalam hitungan harian hingga mingguan. Terkadang bahkan sampai hitungan bulanan, namun secara umum biasanya saham akan ditahan dalam waktu beberapa hari hingga akhirnya dijual kembali untuk mendapatkan profit.

 

2. Margin Keuntungan

Baik scalping maupun swing trading merupakan bentuk perdagangan dalam jangka waktu singkat. Namun perbedaannya terletak pada margin potensi keuntungan yang bisa didapatkan oleh keduanya.

Pada strategi scalping, karena sifatnya yang sangat cepat dalam timeframe hitungan menit hingga satu hari, margin keuntungan yang didapatkan terlihat kecil dengan jumlah transaksi trading bisa ratusan dalam satu periode trading.

Sementara strategi swing, margin keuntungan yang didapatkan hanya beberapa, namun dengan jumlah yang relatif besar. Bahkan seringkali jumlah untung yang didapatkan dari strategi swing lebih besar daripada strategi scalping.


 

3. Risiko Trading

Pada dasarnya baik scalping maupun swing tidak terbebas dari risiko yang dapat menyebabkan kerugian. Karena itulah Anda harus memperhitungkan dengan matang profil dan toleransi risiko yang bisa kamu terima sebelum mengambil aksi trading apapun.

Pada scalping, tingkat risiko yang mungkin dihadapi bersifat tinggi karena harga saham yang diperdagangkan bergerak sangat cepat. Jika kurang fokus atau salah mengambil keputusan dalam waktu yang sangat cepat, yang didapat malah rugi.

Sedangkan strategi swing, tingkat risiko bersifat moderat karena waktu trading yang bisa dilakukan dalam hitungan harian hingga mingguan. Rentang waktu yang cukup panjang ini bisa memberikan Anda waktu lebih untuk membuat analisa yang tepat sebelum akhirnya memutuskan mengambil aksi trading.

Baca juga: Pemegang Saham Pengendali Bank Woori (SDRA) dari Korsel Bakal Menebal

4. Karakteristik Trader

Seorang scalper trader dikenal memiliki daya tahan stres yang tinggi dan seorang yang berani mengambil risiko. Karena saham bergerak sangat cepat dalam hitungan menit dan tak lebih dari 1 hari penuh, seorang scalper biasanya adalah seorang pengambil keputusan yang baik.

Ini sedikit berbeda dengan seorang swing trader yang memiliki waktu lebih untuk membuat beragam perhitungan dan analisa untuk meraih untung. Umumnya seorang swing trader memiliki level kesabaran yang baik dan presisi atau hati-hati dalam membaca gerakan harga saham atau instrumen yang diperdagangkan lainnya.

 

5. Cara Monitoring Tren

Scalper perlu meluangkan waktu dan energi untuk berkomitmen memonitor grafik realtime gerakan harga secara konstan sepanjang sesi trading yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sedangkan strategi swinginvestor hanya perlu melakukan monitor beberapa kali sepanjang sesi perdagangan yang telah ditetapkan. Swing trader juga perlu meng-update informasi geopolitik yang sekiranya dapat mempengaruhi gerakan tren nilai saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.