Litecoin vs Bitcoin, Apa Bedanya?

Bicara aset kripto, Bitcoin menjadi aset digital yang paling populer dengan kapitalisasi pasar paling jumbo di dunia. Meskipun selain Bitcoin, masih ada banyak aset kripto yang dapat dipilih untuk investasi. Salah satunya adalah Litecoin.

Asteria Desi Kartikasari

26 Agt 2022 - 19.49
A-
A+
Litecoin vs Bitcoin, Apa Bedanya?

Ilustrasi Litecoin/Euronews.com

Bisnis, JAKARTA— Bicara aset kripto, Bitcoin menjadi aset digital yang paling populer dengan kapitalisasi pasar paling jumbo di dunia. Meskipun selain Bitcoin, masih ada banyak aset kripto yang dapat dipilih untuk investasi. Salah satunya adalah Litecoin. 

Lantas apa itu Litecoin?. Mengutip Investopedia, Litecoin merupakan mata uang kripto atau cryptocurrency terbesar ke-14 didirikan pada 2011, oleh mantan insinyur Google, Charlie Lee. Diketahui, Litecoin merupakan mata uang virtual peer-to-peer (P2P), yang tidak diatur oleh otoritas pusat dan bukan dibawah naungan pemerintah. 

Selanjutnya, jaringan Litecoin menawarkan pembayaran instan, hampir nol biaya yang dapat dilakukan oleh individu atau institusi di seluruh dunia. Seperti mata uang virtual pada umumnya, litecoin salah satu bentuk uang digital yang dapat digunakan individu maupun institusi untuk membeli barang dan mentransfer dana antar akun. 

Peserta dapat melakukan transaksi dengan Litecoin tanpa menggunakan perantara pihak lain seperti bank, perusahaan kartu kredit, atau layanan pemrosesan pembayaran.

Pergerakan Litecoin  Year-to-Date (YtD)/Coinmarket.com

Apa beda dengan Bitcoin? Litecoin dan Bitcoin memiliki perbedaan yang cukup kontras pada algoritma kriptografi. Dalam hal ini, Bitcoin menggunakan algoritma SHA-256. Sementara itu, Litecoin menggunakan algoritma yang lebih baru, yang disebut Scrypt. 

Jika ditarik mundur, pada 31 Agustus 2021 lalu, Bitcoin memiliki kapitalisasi pasar yang jauh lebih besar daripada Litecoin. Kala itu, nilai total Bitcoin yang beredar mencapai  sekitar US$1 triliun, sedangkan kapitalisasi pasar Litecoin sekitar US$11,9 miliar. Alhasil kapitalisasi pasar Bitcoin itu akhirnya mengerdilkan semua mata uang digital kripto lainnya. Kendati begitu, Bitcoin maupun Litecoin keduanya memiliki persediaan yang tetap. Namun, pasokan Bitcoin cukup terbatas yakni hanya 21 juta koin, sedangkan total pasokan tetap yang dimiliki Litecoin mencapai 84 juta koin.

Alih-alih berfokus pada fungsinya, banyak investor lebih tertarik pada Litecoin sebagai potensi holding dengan jangka panjang. 

Ilustrasi aset kripto Bitcoin, Ether, dan Altcoin/Istimewa

Mirip dengan investasi dalam semua jenis mata uang, investor berspekulasi bahwa Litecoin akan membangun kekayaan relatif lebih cepat dan singkat dari waktu ke waktu. Keunggulan lainnya yang ditawarkan Litecoin yakni dengan memprioritaskan kecepatan transaksi. Hal ini menjadi alasan utama popularitasnya. 

Sementara itu, waktu konfirmasi transaksi rata-rata jaringan Bitcoin hanya di bawah sembilan menit per transaksi, sedangkan Litecoin kira-kira 2,5 menit. Jaringan Litecoin dapat menangani lebih banyak transaksi lantaran waktu pembuatan blok yang lebih singkat.

Sementara dari pergerakan harga pada perdagangan Jumat (26/5/2022), melansir data Coinmarketcap.com,  Litecoin memiliki kapitalisasi market sebesar US$4,02 miliar, dengan harga pada level US$56,62. Sementara kapitalisasi pasar Bitcoin juga tergerus pada level US$411,6 miliar, dengan harga berada di level US$ 21.514.  (Feni Freycinetia).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.