Free

Lobi Amazon Agar Bangun Pusat Pendidikan di RI

Komitmen Pemerintah untuk menyiapkan SDM Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan persaingan ekonomi dunia ke depan.

Jaffry Prabu Prakoso

16 Nov 2022 - 11.32
A-
A+
Lobi Amazon Agar Bangun Pusat Pendidikan di RI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Delegasi dari Amazon Web Services (AWS) di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022). /Kemenko Perekonomian.

JAKARTA – Menteri Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto menyarankan agar Amazon Web Services (AWS) dapat membangun pusat pendidikan di Indonesia. Dukungan AWS dalam capacity building sumber daya manusia (SDM) Indonesia akan membawa manfaat besar bagi kedua pihak.

Pemerintah Indonesia juga menyiapkan beberapa kemudahan apabila AWS hendak melakukan investasi di bidang pendidikan. 

Salah satunya berupa insentif pajak yang diberikan pada industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi yang meliputi kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan inovasi, sesuai dengan regulasi yang berlaku maksimal 200%.



Logo Amazon Web Service



“Pemerintah Indonesia juga menawarkan AWS untuk melakukan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang difokuskan pada ekonomi digital guna mendukung transformasi digital di Indonesia,” pungkas Menko Airlangga saat pertemuan dengan AWS di Nusa Dua, Bali dikutip melalui keterangan pers, Rabu (16/11/2022).

Saat ini, AWS berkomitmen untuk membangun dan mengoperasikan Pusat Data di Indonesia untuk kawasan Asia Pasifik dengan investasi senilai US$5 miliar atau setara dengan Rp77,8 triliun.


Baca juga: PLN akan Pasok Listrik EBT ke Amazon, Full dari PLTS


Vice President for Global Public Policy AWS Michael Punke menyampaikan bahwa investasi sebesar US$5 miliar itu dilakukan dalam periode 15 tahun ke depan.

“AWS berkomitmen untuk terus mendukung transformasi digital Indonesia dengan membangun dan mengoperasikan Pusat Data di Indonesia [untuk kawasan Asia Pasifik],” kata Michael Punke,

PLN Pasok Listrik EBT ke Amazon

Di sisi lain, PT PLN (Persero) siap memasok listrik berbasis energi baru terbarukan dengan total kapasitas 210 megawatt untuk mendukung seluruh kegiatan operasional AWS yang merupakan anak usaha Amazon.com, Inc dan didirikan oleh Jeff Bezos ini di Indonesia. 

Kolaborasi ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyediaan Listrik EBT antara PLN dan Amazon di acara Tri Hita Karana (THK) Forum di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Minggu (13/11/2022).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa kerja sama pengembangan EBT ini adalah bagian upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan dan keamanan pasokan listrik dalam negeri. 


PLN dan Amazon menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyediaan Listrik EBT di acara Tri Hita Karana (THK) Forum di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Minggu (13/11/2022)/PLN.


Pemerintah melalui PLN terus mendorong eksplorasi pengembangan EBT mengingat potensinya masih cukup besar.

"Komitmen antara PLN dan Amazon ini penting untuk mempercepat transisi menuju energi bersih. Hal ini penting untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, memenuhi kebutuhan energi kita, serta membuka lapangan-lapangan kerja baru," ujarnya, dikutip dari siaran pers, Senin (14/11/2022).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa kesiapan PLN mendukung langkah Amazon berkomitmen untuk mencapai net zero emission dan menggunakan 100 persen listrik EBT.

“Hari ini adalah hari bersejarah. Ini merupakan kerja sama dua perusahaan kelas dunia, PLN dan Amazon untuk bersama-sama mendukung transisi energi di Indonesia," ungkap Darmawan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, lanjut Darmawan, PLN membangun empat pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas 210 MW. 

Keempat PLTS tersebut, yaitu PLTS Bali Barat (25 MW), PLTS Bali Timur (25 MW), PLTS Karangkates (100 MW), dan PLTS Saguling (60 MW). Dalam 2 tahun ke depan, Amazon akan dialiri listrik bersih dari PLN dengan nol emisi karbon.


Baca juga: Di Balik ‘Semangat’ AS-Jepang ‘Suntik Mati’ PLTU Batu Bara RI


"Kolaborasi ini adalah pondasi penting untuk kerja sama yang lebih erat di masa depan. Saya berharap kolaborasi dengan perusahaan yang berkesadaran lingkungan seperti ini akan semakin banyak di Indonesia," imbuhnya.

Managing Director, Data Center Planning & Delivery untuk Asia-Pasifik, Jepang & Cina, Amazon Web Services Carly Wishart mengatakan bahwa perusahaannya tengah mendorong semua kegiatan operasionalnya 100 persen ditopang oleh EBT pada 2025, atau lima tahun lebih cepat dari target awal tahun 2030.

“Kami dengan bangga mengumumkan proyek energi terbarukan pertama kami di Indonesia yang bekerja sama dengan PLN. Kolaborasi ini menempatkan Amazon di jalur yang tepat menuju 100 persen pemanfaatan EBT di Indonesia,” kata Wishart. (Ni Luh Anggela dan Nyoman Ary Wahyudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.