Lonjakan Ekspor Tak Mampu Kompensasi Perlambatan Konsumsi

Deselerasi konsumsi membuatnya hanya sanggup menjadi penyumbang ketiga terbesar produk domestik bruto (PDB) kuartal III/2021 setelah net ekspor dan pembentukan modal tetap bruto.

Dany Saputra & Wibi Pangestu Pratama

5 Nov 2021 - 15.24
A-
A+
Lonjakan Ekspor Tak Mampu Kompensasi Perlambatan Konsumsi

Sejumlah bocah bermain dengan latar belakang gedung-gedung bertingkat di Jakarta, Kamis (8/7/2021). Badan Pusat Statistik mengumumkan ekonomi kuartal III/2021 tumbuh 3,51% year on year, lebih lambat dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 7,07% yoy./Antara

Bisnis, JAKARTA – Pembatasan mobilitas untuk mengekang lonjakan penyebaran varian delta memperlambat pertumbuhan ekonomi kuartal III/2021. Ekspor komoditas yang melejit tak sanggup mengompensasi.

Badan Pusat Statistik melaporkan ekonomi kuartal III/2021 tumbuh 3,51% year on year (yoy), lebih lambat dari kuartal sebelumnya yang melesat 7,07% yoy. Angka ini di bawah ekspektasi pemerintah yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan 4,3%.

Konsumsi rumah tangga hanya naik 1,03% yoy, lebih pelan dari performa kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,96%. Deselerasi konsumsi ini membuatnya hanya sanggup menjadi penyumbang ketiga terbesar produk domestik bruto (PDB) kuartal III/2021 setelah net ekspor dan pembentukan modal tetap bruto. Padahal, konsumsi hampir selalu menjadi kontributor paling besar. Pelembaman ini dipengaruhi oleh konsumsi sandang, suku cadang dan aksesoris, serta peralatan informasi dan telekomunikasi terkontraksi.

“Mobilitas penduduk pada periode ini menurun dibandingkan sebelumnya,” kata Kepala BPS Margo Yuwono, Jumat (5/11/2021).

Sementara itu, ekspor melesat 29,16% yoy. Net ekspor (ekspor dikurangi impor) berkontribusi paling besar terhadap PDB kuartal lalu.

Margo menjelaskan harga komoditas pangan dan tambang yang terus menguat membuat ekspor tumbuh signifikan selama kuartal III/2021. Ekspor sepanjang Juli-September tercatat US$61,42 miliar, meroket 50,9% dari periode sama tahun lalu.

“Harga komoditas makanan, seperti minyak kelapa sawit, cokelat, dan kopi, serta hasil tambang, seperti timah, nikel, dan aluminium, di pasar internasional, mengalami peningkatan, baik secara kuartalan maupun tahunan,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Sri Mas Sari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.