LPPF Menatap Optimistis Potensi Pemulihan di Akhir Tahun

LPPF telah mencatatkan perbaikan kinerja di September ketimbang Juli dan Agustus karena adanya pembukaan kembali gerai Matahari. Hal ini menjadikan perseroan lebih optimistis terhadap prospek kinerja hingga akhir tahun ini.

Redaksi
Sep 11, 2021 - 11:20 AM
A-
A+
LPPF Menatap Optimistis Potensi Pemulihan di Akhir Tahun

Peresmian gera Matahari di Batam City, Kepulauan Riau./matahari.co.id

Bisnis, JAKARTA — Emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menatap optimistis peluang perbaikan kinerja pada kuartal IV/2021 mendatang, seiring dengan estimasi pemulihan ekonomi dan pelonggaran pembatasan mobilitas.

Chief Executive Officer LPPF Terry O'Connor mengatakan, kinerja perseroan pada September 2021 terlihat lebih baik dibandingkan dengan Juli dan Agustus 2021 karena adanya pembukaan kembali gerai Matahari.

Adapun, saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali pada Juli lalu, LPPF menutup sebanyak 89 gerai perseroan yang tersebar di Jawa dan Bali.

"September terlihat lebih baik daripada Juli atau Agustus karena adanya pembukaan toko. Kami menyambut baik pelonggaran PPKM karena kita lihat, 45 gerai kami kembali beroperasi dari sebelumnya 31 gerai," kata Terry dalam paparan publik, Jumat (10/9).

Dia melanjutkan, dengan statistik kesehatan yang bergerak ke arah yang lebih baik, LPPF percaya apabila semua masyarakat memainkan perannya dengan baik, maka akan terjadi pelonggaran yang lebih lanjut. Hal ini menjadi pertanda baik bagi Matahari.

"Kami sangat berharap kami dapat berjualan di akhir tahun dengan cukup normal," ucap Terry.

Selain itu, tingkat vaksinasi yang meningkat juga menjadi salah satu alasan bagi LPPF untuk merasa optimistis di kuartal IV/2021.

Menurutnya, dengan pelanggan yang sudah divaksin dan pegawai Matahari Department Store yang hampir 100% telah divaksin, akan memberikan kenyamanan dalam berbelanja di gerai Matahari.

Meski demikian, Terry tidak bisa memperkirakan berapa jumlah pendapatan dan laba bersih yang mampu diraih LPPF hingga akhir tahun. Sebab, Covid-19 dengan pembatasan seperti PSBB dan PPKM membuat situasi menjadi volatil.

"Jadi, untuk sementara kami harus menanggung rasa sakit dari pasar di kuartal III/2021. Kami percaya itu adalah fenomena jangka pendek untuk menyiapkan pemulihan yang lebih berkelanjutan di kuartal IV/2021," ucapnya.

Adapun hingga semester I/2021 ini, Matahari Department Store mencatatkan lonjakan pendapatan dan mampu membalikkan kerugian yang terjadi di semester I/2020.

LPPF membukukan peningkatan pendapatan bersih sebesar 58,44% menjadi Rp3,57 triliun, dari Rp2,25 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Perseroan pun mampu membukukan laba periode berjalan sebesar Rp532,48 miliar, dari rugi bersih sebesar Rp357,87 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Terry menambahkan bahwa LPPF masih melihat indonesia sebagai wilayah dengan peluang baru untuk ekspansi, baik secara fisik maupun digital.

"Matahari telah hadir secara luas dan dekat dengan pelanggan. Merek kami dapat dan akan terus diperluas baik secara jangkauan di seluruh wilayah, maupun dalam berbagai saluran," ujar Terry.

LPPF melihat banyak kesempatan yang bisa dimiliki perseroan, terutama di daerah yang belum dijangkau. Hal ini akan sangat tergantung bagaimana perseroan bisa menghadirkan toko yang omni enabled atau menyediakan berbagai macam saluran yang tersambung dengan toko tersebut.

BELANJA MODAL

Chief Financial Officer Matahari Department Store Niraj Jain mengatakan, LPPF akan menginvestasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp200 miliar tahun ini. Salah satu penggunaan capex tersebut adalah untuk membuka dua gerai baru. Sejauh ini, total capex yang telah diserap baru Rp40 miliar.

"Kami akan menginvestasikan sekitar Rp200 miliar capex. Dalam pipeline kami, kami berencana akan membuka dua toko baru di paruh kedua tahun ini," kata Niraj pada kesempatan yang sama.

Dia melanjutkan, perseroan juga akan melakukan renovasi pada lebih dari 10 gerai perseroan di paruh kedua ini. "Sebagian besar investasi kami akan digunakan baik untuk membuka toko baru, atau melakukan perbaikan di toko yang ada," kata Niraj.

Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya menyebut, LPPF juga berencana membuka gerai baru pada 2022. Menurutnya, pembukaan gerai baru dengan margin EBITDA yang lebih tinggi akan menjadi katalis utama saham LPPF.

"Target harga baru kami sebesar Rp3.000 didasarkan pada price earning 2021 sebesar 12 kali," kata Christine saat dihubungi secara terpisah, Jumat (10/9).

Selain itu, Mirae Asset juga melihat harapan yang meningkat pada strategi internal perseroan, yang saat ini berada di jalur yang benar. Menurut Christine, inisiatif digital menjadi masa depan department store.

Dia juga mencatat, sejak awal tahun, LPPF telah melakukan penutupan 38 gerai yang dianggap tidak lagi memberikan keuntungan besar bagi perseroan. Menurut Mirae Asset, ke-38 gerai tersebut hanya berkontribusi terhadap 8,4% pemasukan dan 2,1% laba. (Reporter: Annisa Saumi)

Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar